Fenomena Super New Moon Berpotensi Picu Banjir Rob di Sejumlah Pesisir Bali

 Fenomena Super New Moon Berpotensi Picu Banjir Rob di Sejumlah Pesisir Bali

Kondisi air laut pasang di kawasan pantai Kuta.

MANGUPURA – baliprawara.com
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau rob yang berpeluang terjadi di sejumlah wilayah pesisir Bali pada pertengahan Juni 2026.

Potensi tersebut dipicu oleh fenomena Super New Moon atau fase bulan baru yang bertepatan dengan posisi bulan berada di titik terdekat dengan bumi (perigee). Kondisi tersebut diperkirakan dapat meningkatkan tinggi muka air laut maksimum di beberapa kawasan pesisir.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III, Cahyo Nugroho, mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemantauan data ketinggian muka air laut serta prediksi pasang surut, sejumlah wilayah di Bali memiliki potensi terdampak banjir rob.

“Fenomena Super New Moon yang terjadi pada 15 Juni 2026, berpotensi memicu peningkatan pasang maksimum air laut sehingga masyarakat di wilayah pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat 12 Juni 2026.

Adapun pada ilayah yang berpotensi mengalami banjir pesisir meliputi pesisir selatan Kabupaten Jembrana, pesisir selatan Kabupaten Tabanan, pesisir Kabupaten Badung, pesisir Kota Denpasar, pesisir Kabupaten Gianyar, serta pesisir selatan Kabupaten Klungkung.

Menurut Cahyo Nugroho, waktu terjadinya banjir rob di masing-masing wilayah dapat berbeda-beda, baik dari sisi hari maupun jam kejadiannya. Karena itu, masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi terbaru yang disampaikan BMKG.
Banjir rob yang terjadi berpotensi memberikan dampak terhadap berbagai aktivitas masyarakat di kawasan pesisir.

Beberapa kegiatan yang berpotensi terdampak antara lain aktivitas bongkar muat di pelabuhan, kegiatan masyarakat di permukiman pesisir, hingga aktivitas tambak garam dan sektor perikanan darat.

Selain itu, kenaikan muka air laut juga dapat mengganggu mobilitas warga yang tinggal di sekitar kawasan pantai apabila genangan terjadi pada saat pasang maksimum berlangsung. (MBP)

 

redaksi

Related post