Festival Ogoh-ogoh Singasana III, Ogoh-ogoh “Adhikara Grahana” STT Darma Bhakti Banjar Tampakkarang Desa Apuan Wakili Kecamatan Baturiti
Ogoh-ogoh “Adhikara Grahana” karya STT Darma Bhakti Banjar Tampakkarang Desa Apuan.
DENPASAR – baliprawara.com
Ogoh ogoh STT Darma Bhakti Banjar Tampakkarang, Desa Apuan, Kecamatan Baturiti Tabanan ditetapkan sebagai juara I di tingkat Kecamatan Baturiti dalam ajang Festival Ogoh-ogoh Singasana III tahun 2026. Selanjutnya akan mewakili Kecamatan Baturiti dalam penilaian Festival Ogoh-ogoh Singasana III di tingkat Kabupaten Tabanan pada 14 Maret 2026.
Dewan juri dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan telah melakukan penilaian ogoh-ogoh di sepuluh kecamatan di Tabanan, Jumat 6 Maret 2026 dan telah menetapkan juara di masing-masing kecamatan.
Di Kecamatan Baturiti, Ogoh-ogoh STT Darma Bhakti Tampakkarang Apuan ditetapkan sebagai ogoh-ogoh terbaik I dengan nilai 304, disusul SST Sekar Yowana Banjar Sekargula, Desa Mekarsari juara II dengan nilai 288, dan STT Tunggal Panji Laksana Banjar Jelantik Desa Apuan mengantongi nilai 266.
Ketua STT Darma Bhakti Banjar Tampakkarang, Desa Apuan, Kadek Dinata Yoga menyampaikan astungkara karena ogoh-ogoh STT Darma Bhakti Tampakkarang berhasil meraih juara I di Kecamatan Baturiti. Diharapkan dalam penilaian tingkat Kabupaten Tabanan yang menampilkan juara di masing-masing kecamatan dalam Festival Ogoh-ogoh Singgasana 2026 ini, Ogoh-ogoh STT Darma Bhakti Tampakkarang juga bisa meraih juara. “Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, utamanya anggota STT Darma Bhakti atas capaian ini di tingkat Kecamatan Baturiti,” ujarnya.
Dikatakan, Ogoh-ogoh itu berjudul “ADHIKARA GRAHANA”. Penggarapannya dimulai sejak tanggal 6 November 2025 tepatnya di purnama kelima dan finish di tanggal 28 Februari 2026.
Material yang digunakan dalam pembuatannya menggunakan bahan yang ramah lingkungan seperti bahan rangka menggunakan besi rangka tubuh menggunakan bambu dan rotan setelah itu di bentuk menggunakan koran dan finishing bentuk menggunakan Clay.
Ceritakan Asal-usul Sang Rahwana
Karya Ogoh-ogoh ini menceritakan asal – usul Sang Rahwana. Dimulai dengan cerita Dewi Sukesi, putri Ida Bhagawan Semali yang penuh kesucian, yang kemudian menikahi Ida Bhagawan Wisrawa ( yang cerdas dan suci ). Wisrawa sebelumnya telah menikahi Dewi Ilawati, putra nya adalah Sang Kuwera ( Dewa Kemakmuran ), dan memerintah di Alengka dengan pasukan raksasa yang kuat. Kemudian, Dewi Sukesi melahirkan Sang Rahwana yang awalnya sedih. Rahwana kemudian melakukan tapa yoga yang panjang dan sungguh-sungguh. Selama tapa itu, dia bertemu Kapi Raja Subali, dan keduanya meminta panugrahan dari Ida Sang Hyang Siwa. Setelah mendapatkan panugrahan, Rahwana menguasai pasukan raksasa Alengka, menggusur Sang Kuwera, dan menjadi Raja Alengka. Dan inilah permulaan kisah yang kemudian meluas seperti lautan – sebuah petualangan yang mengarah pada nama yang penuh bobot: Adhikara Grahana. Di mana kekuasaan ditaklukkan, otoritas diambil alih, dan nasib sebuah kerajaan berubah dalam sekejap. Siapa yang berhak memerintah Alengka? Bagaimana kesengsaraan mengubah semua dalam sekejap.? Apakah ini hanya hasrat kekuasaan, atau ada alasan tersembunyi? Inilah permulaan kisah Adhikara Grahana yang berarti pergantian kekuasaan yang mengejutkan. Sumber ceritanya : Babad Lokapala dengan narasumber : I Dewa Ketut Wicaksandita S.Sn.,M.Sn. (MBP2)