Sepuluh Ogoh-ogoh Wakil Kecamatan Melaju ke Tingkat Kabupaten Tabanan dalam Ajang Festival Ogoh-ogoh Singasana III

 Sepuluh Ogoh-ogoh Wakil Kecamatan Melaju ke Tingkat Kabupaten Tabanan dalam Ajang Festival Ogoh-ogoh Singasana III

Rapat pleno tim juri Festival Ogoh-ogoh Singasana III 2026 menetapkan juara masing-masing kecamatan.

TABANAN – baliprawara.com
Tim juri Festival Ogoh-ogoh Singasana III 2026  telah melakukan penilaian ogoh-ogoh karya sekaa teruna teruni (STT) di sepuluh kecamatan di Tabanan.  Melalui rapat pleno tim juri beranggotakan tiga orang yakni I Gede Arum Gunawan, S.Ag.,  M.Ag., Agung Harry Sunjaya Sapanca, S.Pd., M. Pd.,  dan  I Made Hendra Wahyudi, S.Sn., M. Sn. telah menetapkan juara masing-masing kecamatan. Juara I masing-masing kecamatan akan melaju ke tingkat kabupaten yang penilaiannya akan berlangsung 14 Maret 2026 di lapangan Garuda Wisnu Singasana Tabanan. Kemudian keesokan harinya, 15 Maret 2026 ogoh-ogoh tersebut diparadekan di Taman Budaya Ketut Mario.

‎I Gede Arum Gunawan, salah satu juri Festival Ogoh-ogoh Singasana III, Sabtu (7/3/2026) mengatakan, penilaian untuk menentukan juara di masing-masing kecamatan itu dilakukan secara objektif tanpa ada intervensi dari pihak manapun.
‎Sebanyak 64 ogoh-ogoh dari sepuluh kecamatan yang didaftarkan ikut festival dinilai secara daring maupun luring sejak 3-6 Maret 2026.  Dari mekanisme dua penilaian itu ditentukan juaranya.  Juara I masing-masing kecamatan akan tampil dalam final Festival Ogoh-ogoh Singasana III, dinilai untuk menentukan juara I, II, III dan juara harapan.

‎Kata Arum, jika pada Festival Ogoh-ogoh Singasana sebelumnya, peserta ditunjuk langsung mewakili kecamatan.  Pada Festival Ogoh-ogoh Singasana III ini, pihak Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan membuka kesempatan kepada para sekaa teruna untuk ikut festival.  Maka, ada 64 ogoh-ogoh yang didaftarkan ikut festival.  Dari jumlah itu disaring jadi 5 nominasi untuk dinilai verifikasi lapangan.

‎Ada tujuh komponen yang dinilai yakni aspek tematik yang meliputi filosofi dan original karya dengan skor 20 persen; anatomi/komposisi 30 persen;  karakter/ekspresi tapel atau kekuwub 20 persen; aksesoris 10 persen; harmonisasi warna 10 persen, dan kreativitas, inovasi robotik, elektrik 10 persen.

‎Dari tujuh komponen penilaian itulah ditentukan juaranya. Menarik, Ogoh-ogoh karya para STT ini banyak yang mengangkat cerita lama dalam pewayangan dan sebagainya.  Ini patut diapresiasi.

‎”Jadi, Festival Ogoh-ogoh Singasana ini sangat strategis dalam upaya menggali dan melestarikan nilai-nilai budaya Bali. Tak sekadar kompetisi seni, tetapi media untuk melestarikan seni dan budaya Bali,” ujar Arum Gunawan.

‎Berikut kesepuluh juara I tingkat kecamatan yang melaju ke tingkat Kabupaten Tabanan yakni STT Darma Bhakti Banjar Tampakkarang, Desa Apuan (Kecamatan Baturiti), STT Pratisena Ardhani Nararya Banjar Padangan Kaja, Desa Padangan (Kecamatan Pupuan), ST Yowana Bhakti Kencana Banjar Bajera Kaja, Desa Bajera (Kecamatan Selemadeg), STT Santhi Dharma Yowana Banjar Tengah Desa Antosari (Kecamatan Selemadeg Barat), STT Widya Santhi Banjar Dinas Kemetug Desa Gunung Salak (Kecamatan Selemadeg Timur), STT Tri Tunggal Jaya Banjar Riang Delod Sema Desa Riang Gede (Kecamatan Penebel), ST  Tri Puspajati Banjar Lebah Desa Tista (Kecamatan Kerambitan), ST Bhina Satrya Banjar Dinas Munggal Desa Kukuh (Kecamatan Marga), STT Permata Banjar Tanah Bang Desa Banjar Anyar (Kecamatan Kediri) dan ST Tri Wikrama Banjar Kamasan Desa Dajan Peken (Kecamatan Tabanan). (MBP2)

See also  Lulu Bistrot Dinobatkan Sebagai Salah Satu Restoran Terbaik di Indonesia

Redaksi

Related post