Jaga Kelancaran Lalin Selama Natal dan Tahun Baru, Dishub Badung Kerahkan 110 Personel
Suasana lalu lintas di salah satu ruas jalan di Badung.
MANGUPURA – baliprawara.com
Periode libur akhir tahun dikenal sebagai salah satu momen dengan peningkatan mobilitas masyarakat yang cukup signifikan. Selain aktivitas ibadah Natal, arus wisatawan yang masuk dan keluar wilayah Badung juga mengalami lonjakan.
Kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan seluruh pihak, termasuk Dishub Badung, dalam menjaga kelancaran lalu lintas serta keselamatan pengguna jalan. Pengaturan lalu lintas (Lalin) tidak hanya difokuskan pada jam-jam ibadah, tetapi juga mencakup pengendalian arus kendaraan di ruas jalan utama yang berpotensi mengalami kepadatan.
Dengan perencanaan yang matang, Dishub Badung berupaya meminimalkan potensi kemacetan dan memastikan seluruh aktivitas masyarakat dapat berjalan selaras selama masa Natal dan Tahun Baru.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung, AA Rai Yuda Darma, menyampaikan bahwa pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap kelancaran lalu lintas di jalur-jalur yang digunakan jemaat menuju gereja. Atensi tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran pelaksanaan ibadah Natal, sekaligus menjaga ketertiban lalu lintas di lingkungan sekitar.
Dishub Badung menempatkan personel khusus di setiap gereja yang menjadi lokasi pelaksanaan ibadah Natal. “Setiap gereja dijaga oleh dua personel yang bertugas mengatur arus kendaraan, melakukan penjagaan area sekitar, serta membantu penyeberangan jemaat yang datang maupun pulang dari gereja,” katanya, Senin 22 Desember 2025.
Keberadaan petugas ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi jemaat, terutama pada saat terjadi peningkatan aktivitas kendaraan sebelum dan sesudah ibadah. Selain itu, pengaturan parkir dan arus keluar-masuk kendaraan juga menjadi perhatian utama agar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.
AA Rai Yuda Darma menjelaskan bahwa kehadiran personel Dishub di sekitar gereja bertujuan menciptakan situasi lalu lintas yang tertib dan terkendali. Dengan pengaturan yang tepat, potensi penumpukan kendaraan di depan maupun sekitar gereja dapat dihindari.
Tidak hanya fokus pada hari perayaan Natal, Dishub Badung juga menyiapkan langkah-langkah pengaturan, pengamanan, dan pengendalian lalu lintas serta angkutan jalan selama keseluruhan periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Upaya ini dilakukan secara menyeluruh untuk mengantisipasi berbagai dinamika lalu lintas yang mungkin terjadi.
Salah satu fokus utama adalah memastikan seluruh Alat Perlengkapan Jalan (APJ) dan fasilitas keselamatan jalan berada dalam kondisi berfungsi dengan baik. Keberadaan rambu lalu lintas, marka jalan, hingga lampu penerangan menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan pengguna jalan, khususnya pada malam hari.
Dishub Badung juga melakukan monitoring dan evaluasi secara rutin terhadap Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) di sejumlah persimpangan utama serta di sekitar tempat ibadah. Langkah ini bertujuan memastikan sistem pengaturan lalu lintas berbasis lampu isyarat tetap optimal selama masa libur panjang.
Selama periode Nataru, petugas Dishub Badung melakukan pemantauan lapangan secara berkala. Evaluasi dilakukan untuk melihat efektivitas pengaturan lalu lintas yang telah diterapkan, sekaligus mengidentifikasi titik-titik yang memerlukan penyesuaian lebih lanjut.
Pemantauan ini mencakup kondisi arus kendaraan, kepatuhan pengguna jalan terhadap rambu lalu lintas, serta kesiapan fasilitas pendukung keselamatan jalan. Dengan monitoring yang berkelanjutan, Dishub Badung dapat segera mengambil langkah korektif apabila ditemukan potensi gangguan kelancaran lalu lintas.
Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen Dishub Badung dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, baik warga lokal maupun wisatawan yang beraktivitas di wilayah Badung selama libur akhir tahun.
Untuk memastikan seluruh langkah pengamanan berjalan efektif, Dishub Badung menyusun rencana operasi terpadu yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait. Sinergi antarinstansi menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran lalu lintas selama periode dengan tingkat mobilitas tinggi.
Optimalisasi personel dilakukan agar pengaturan lalu lintas dapat menjangkau berbagai titik rawan kepadatan. Koordinasi lintas sektor ini juga bertujuan menciptakan keselarasan dalam pengambilan keputusan di lapangan, sehingga setiap potensi permasalahan dapat ditangani dengan cepat dan tepat.
Dalam mendukung pelaksanaan pengamanan lalu lintas selama Natal dan Tahun Baru, Dishub Badung mengerahkan total 110 personel dari berbagai unit kerja. Personel tersebut terdiri dari UPTD P2TP Badung Selatan sebanyak 40 orang, UPTD P2TP Badung Utara 25 orang, Bidang Lalu Lintas (ATCS) 18 orang, petugas Alat Penerangan Jalan 20 orang, serta UPT PKB sebanyak 7 orang.
Seluruh personel ini disiagakan untuk memastikan pengaturan lalu lintas berjalan optimal di berbagai wilayah, khususnya di sekitar gereja dan ruas jalan utama yang memiliki tingkat aktivitas tinggi selama libur akhir tahun. (MBP)