Jumlah Penumpang Naik 10 Persen Selama Nataru, Bandara Ngurah Rai Layani 1.483.825 Penumpang
Suasana penumpang di Bandara Ngurah Rai, Bali.
MANGUPURA – baliprawara.com
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai resmi menutup posko terpadu angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Senin 5 Januari 2026. Penutupan posko ini menandai selesainya periode layanan selama 21 hari.
Selama masa posko yang berlangsung sejak 15 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, pengelola bandara menempatkan kelancaran operasional, pemenuhan standar layanan, serta kenyamanan penumpang sebagai prioritas utama. Upaya tersebut dilakukan seiring meningkatnya tingkat kunjungan penumpang dan pergerakan pesawat, khususnya pada puncak arus libur dan arus balik.
Peningkatan aktivitas di Bandara I Gusti Ngurah Rai tidak hanya terlihat dari jumlah penumpang, tetapi juga dari kepadatan lalu lintas penerbangan di sisi udara. Seluruh elemen operasional dikoordinasikan secara terpadu guna memastikan keamanan dan keselamatan penerbangan tetap terjaga selama periode sibuk akhir tahun.
Selama periode posko Nataru 2025/2026, Bandara I Gusti Ngurah Rai mencatat total 9.113 pergerakan pesawat. Dari jumlah tersebut, penerbangan internasional mendominasi dengan porsi mencapai 52 persen atau sebanyak 4.718 pergerakan pesawat, sementara sisanya sebanyak 4.395 pergerakan melayani rute domestik. Data ini menunjukkan bahwa Bali tetap menjadi destinasi utama wisatawan mancanegara pada momen libur akhir tahun.
Dari sisi pergerakan penumpang, selama 21 hari posko terpadu, Bandara I Gusti Ngurah Rai rata-rata melayani 1.483.825 penumpang atau 70.658 penumpang per hari. Dari jumlah itu penumpang Internasional sebanyak 877.876 penumpang atau 59 persen dari jumlah total, dan penumpang domestik sebanyak 605.948 orang atau 41 persen.
Angka tersebut mencerminkan tingkat kunjungan yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata trafik harian sepanjang tahun 2025. Puncak arus libur tercatat terjadi pada 28 Desember 2025 dengan total 83.512 penumpang dalam satu hari.
Sementara itu, puncak arus balik berlangsung pada 2 Januari 2026, di mana jumlah penumpang yang dilayani mencapai 77.367 orang. Lonjakan ini menunjukkan pergerakan penumpang yang cukup merata antara arus kedatangan dan keberangkatan selama libur Natal dan Tahun Baru, sehingga pengelolaan operasional dilakukan secara berimbang di setiap fase perjalanan penumpang.
Tingkat kepadatan di area sisi udara juga tergambarkan dari meningkatnya frekuensi penerbangan harian. Selama periode posko, rata-rata tercatat 434 pergerakan pesawat per hari atau setara dengan 18 aktivitas lepas landas dan mendarat dalam satu jam. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata harian sepanjang tahun 2025.
Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2025 Bandara I Gusti Ngurah Rai mencatat rata-rata 66.096 pergerakan penumpang per hari dengan 393 pergerakan pesawat. Berdasarkan perbandingan tersebut, lonjakan trafik selama periode posko Nataru berada di kisaran 7 hingga 10 persen, baik dari sisi jumlah penumpang maupun pergerakan pesawat.
Peningkatan persentase ini menjadi indikator tingginya tingkat kunjungan ke Bali pada periode libur akhir tahun sekaligus mencerminkan peran strategis Bandara I Gusti Ngurah Rai sebagai gerbang utama pariwisata nasional dan internasional.
Lonjakan pergerakan penumpang dan penerbangan tersebut dikelola melalui penguatan di seluruh lini pelayanan bandara. Pengelola memastikan seluruh aspek keamanan dan keselamatan penerbangan tetap terpenuhi dengan mematuhi regulasi yang berlaku. Koordinasi lintas instansi dilakukan secara intensif guna mengantisipasi potensi kepadatan di berbagai titik layanan.
General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, menyampaikan bahwa keberadaan posko terpadu memiliki peran penting dalam menjaga kualitas layanan selama periode lonjakan trafik. Ia menegaskan bahwa fokus utama pengelola bandara tetap pada pengalaman penumpang.
“Di tengah peningkatan trafik, fokus kami tetap pada pengalaman penumpang. Kami berupaya memastikan seluruh proses perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan seamless melalui penguatan layanan, kesiapan fasilitas, kecakapan personel dalam melayani penumpang, serta sinergi secara intensif antarinstansi dan mitra layanan di bandara,” ujarnya.
Untuk mengatasi lonjakan penumpang, pihak bandara menyiapkan sejumlah langkah preventif dengan menjaga kelancaran layanan di titik-titik yang berpotensi terjadi penumpukan. Area yang menjadi perhatian antara lain toll gate, zona penurunan dan penjemputan penumpang, area check-in atau pelaporan, pemeriksaan keamanan, hingga area pengambilan bagasi.
Operasi gabungan dengan Kepolisian, TNI AU, Pecalang, serta Dinas Perhubungan dinilai efektif dalam mengurai kepadatan kendaraan, baik di dalam kawasan bandara maupun di akses jalan menuju bandara. Sinergi tersebut menjadi salah satu faktor pendukung kelancaran arus penumpang selama periode Nataru.
Dalam rangka memberikan layanan yang seamless, Bandara I Gusti Ngurah Rai juga menghadirkan inovasi berupa mobile customer service. Layanan ini menghadirkan petugas yang bergerak secara mobile di dalam terminal untuk memberikan asistensi langsung kepada penumpang.
“Dalam memberikan layanan yang seamless kami menyediakan mobile customer service, yakni petugas yang bergerak secara mobile di terminal untuk memberikan asistensi atau solusi secara langsung, cepat dan tepat. Ini adalah layanan inovasi yang baru pertama kali diterapkan pada posko Nataru sebagai perwujudan komitmen kami – Melayani Sepenuh Hati,” terangnya. (MBP)