Kemacetan di Gilimanuk Picu Penundaan Bus di Terminal Mengwi, Ribuan Pemudik Gagal Berangkat

 Kemacetan di Gilimanuk Picu Penundaan Bus di Terminal Mengwi, Ribuan Pemudik Gagal Berangkat

Screenshot

MANGUPURA – baliprawara.com

Ribuan calon pemudik Lebaran 2026 di Bali harus menunda perjalanan mereka setelah keberangkatan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dari Terminal Tipe A Mengwi mengalami penundaan. Kondisi ini dipicu oleh kemacetan panjang yang terjadi di Pelabuhan Gilimanuk, jalur utama penyeberangan menuju Pulau Jawa. Akibatnya, arus transportasi darat dari Bali tersendat dan berdampak langsung pada jadwal keberangkatan bus.

Ribuan penumpang yang telah memadati terminal sejak pagi hari tidak dapat diberangkatkan sesuai rencana. Mereka pun terpaksa menunggu tanpa kepastian atau bahkan membatalkan perjalanan sementara waktu.

Kepala Wilayah Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Mengwi, I Dewa Gede Tantara Tesa Putra, menjelaskan bahwa kondisi ini memang dipicu akibat kepadatan ekstrem di Pelabuhan Gilimanuk yang belum terurai. Penundaan keberangkatan bus dilakukan sebagai langkah strategis untuk mengurangi penumpukan kendaraan di jalur menuju pelabuhan. Menurutnya, jika bus tetap dipaksakan berangkat, dikhawatirkan kemacetan akan semakin parah.

Pihak terminal pun mengimbau seluruh perusahaan otobus untuk tidak memberangkatkan armada pada pagi hari. Keberangkatan baru diperbolehkan setelah kondisi lalu lintas di Gilimanuk mulai membaik.

“Jadi kami juga dari Terminal Tipe A Mengwi menghimbau kepada perusahaan otobus agar tidak melaksanakan keberangkatan di pagi hari sambil menunggu terurainya volume lalu lintas yang ada di penyeberangan Gilimanuk,” ujar Dewa Tantara.

Langkah ini berdampak langsung pada jumlah penumpang yang terlihat menurun di terminal, meskipun sebenarnya banyak yang masih menunggu kepastian jadwal keberangkatan.

Data menunjukkan bahwa pada 15 Maret 2026, sebanyak 3.923 penumpang dengan 123 armada bus mengalami penundaan keberangkatan. Angka ini menjadi yang tertinggi selama periode arus mudik tahun ini.

Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berada di kisaran 2.500 hingga 2.900 penumpang. Lonjakan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mudik, meskipun harus terkendala kondisi di lapangan.

See also  Bupati Giri Prasta Serahkan Insentif Untuk Tenaga Kerja Pariwisata dan Sektor Lain Yang Terdampak Covid-19

Kemacetan di Pelabuhan Gilimanuk sendiri dilaporkan mencapai panjang hingga 19 kilometer pada pagi hari. Situasi ini membuat kendaraan, termasuk bus dari dan menuju Bali, tidak dapat bergerak dengan lancar.

Sebagai solusi sementara, pihak terminal mengatur ulang jadwal keberangkatan dengan hanya mengizinkan bus beroperasi mulai pukul 12.00 WITA.

Di tengah situasi tersebut, banyak penumpang yang harus bersabar menunggu. Sebagian bahkan memilih kembali ke rumah karena tidak ada kepastian keberangkatan dalam waktu dekat.

Salah satu pemudik, Liana, mengaku telah datang ke Terminal Mengwi sejak pagi untuk melakukan perjalanan ke Lamongan, Jawa Timur. Namun, hingga siang hari, ia belum mendapatkan bus.

“Saya mau mudik ke daerah Jawa Timur, Lamongan. Dari jam 8 pagi (Selasa, kemarin) di sini, sampai sekarang belum ada bus yang datang,” ucapnya.

Ia pun terpaksa menunda keberangkatan dan berharap situasi segera membaik agar bisa kembali mencoba berangkat. Para pemudik kini berharap kondisi di Pelabuhan Gilimanuk segera normal agar mereka bisa melanjutkan perjalanan sebelum Hari Raya Nyepi.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa kemacetan masih terjadi karena kendaraan dari Jawa belum dapat masuk ke Bali, sehingga arus lalu lintas di pelabuhan belum seimbang.

“Diundur karena ini, kemacetan di pelabuhan. Dibilang ini diundur karena bus yang dari sini (Terminal Mengwi) yang dari Jawa nggak bisa masuk ke Bali,” ungkap Liana.

Pihak Terminal Tipe A Mengwi terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan situasi di Pelabuhan Gilimanuk. Pengaturan jadwal keberangkatan menjadi langkah utama untuk menghindari penumpukan yang lebih besar. (MBP)

redaksi

Related post