Kepala Bappeda Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra Resmi Raih Gelar Doktor Administrasi Publik di Universitas Terbuka
Kepala Bappeda Provinsi Bali, I Wayan Wiasthana Ika Putra, saat mengikuti prosesi wisuda Universitas Terbuka.(ist)
DENPASAR – baliprawara.com
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bali, I Wayan Wiasthana Ika Putra, berhasil menuntaskan pendidikan doktoralnya di tengah padatnya tanggung jawab sebagai aparatur pemerintah. Ia resmi menyandang gelar Doktor Administrasi Publik setelah mengikuti prosesi wisuda Universitas Terbuka Tahun Akademik 2025/2026 Semester Genap. Prosesi wisuda berlangsung di Gedung Universitas Terbuka Convention Center, Jakarta, Selasa 14 Juli 2026.
Pada kesempatan tersebut, sebanyak 1.540 lulusan dari jenjang Diploma, Sarjana, Magister, hingga Doktor dikukuhkan sebagai wisudawan Wilayah II. Para lulusan tersebut berasal dari 13 wilayah layanan Universitas Terbuka, yaitu Pangkal Pinang, Palembang, Bandar Lampung, Bogor, Yogyakarta, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, Tarakan, Denpasar, Mataram, Palu, dan Manado.
Usai prosesi wisuda, I Wayan Wiasthana Ika Putra bersama Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyono, S.E., M.Si., menghadiri konferensi pers. Dalam kesempatan tersebut keduanya menekankan pentingnya peningkatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) guna menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Ika Putra menjelaskan bahwa tuntutan pelayanan kepada masyarakat terus berkembang sehingga kemampuan dan kapasitas ASN juga harus terus ditingkatkan. Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan.
Ia mengungkapkan bahwa keputusan melanjutkan studi ke jenjang doktor di Universitas Terbuka merupakan bagian dari komitmennya sebagai abdi negara untuk terus mengembangkan kemampuan akademik sekaligus profesional.
“Tugas-tugas pelayanan kepada masyarakat yang terus berkembang, menuntut pelayanan publik yang semakin berkualitas. Dan itu harus didukung kompetensi ASN yang memadai. Oleh sebab itu, saya sebagai abdi negara harus terus meningkatkan kapasitas melalui pendidikan. Pilihan pada Universitas Terbuka sangat tepat karena sistemnya yang terstandar dan metode pembelajarannya fleksibel,” ujar Ika Putra.
Ika Putra mengakui bahwa menjalani pendidikan doktor di Universitas Terbuka memiliki tantangan tersendiri. Sistem pembelajaran yang diterapkan menuntut mahasiswa memiliki tingkat disiplin yang tinggi serta mampu mengatur waktu secara mandiri.
Kesibukan menjalankan tugas pemerintahan harus berjalan beriringan dengan kewajiban akademik yang tidak ringan. Menurutnya, proses tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga hingga akhirnya mampu menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan.
“Terasa betul perjuangannya ketika harus membagi waktu antara tugas pemerintahan yang padat dan perkuliahan yang ketat hingga akhirnya memberi kesan tersendiri ketika bisa terselesaikan,” imbuhnya.
Menanggapi pencapaian tersebut, Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyono, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Ika Putra menuntaskan pendidikan doktoralnya di tengah kesibukan sebagai pejabat publik.
Menurutnya, sistem pendidikan di Universitas Terbuka memang dirancang agar dapat diakses secara luas oleh masyarakat, namun tetap menuntut komitmen, kemandirian, dan disiplin tinggi dari setiap mahasiswa.
“Kunci keberhasilan studi di sini adalah disiplin. Di tengah kesibukan beliau yang luar biasa dalam melayani masyarakat, beliau mampu menyelesaikan studi dengan sangat baik,” kata Prof. Ali.
Dalam pidato wisuda, Rektor Universitas Terbuka menilai keberhasilan Ika Putra menjadi contoh bahwa kesibukan sebagai profesional maupun pejabat pemerintahan tidak menjadi penghalang untuk menempuh pendidikan hingga jenjang tertinggi.
Menurutnya, perkembangan teknologi pembelajaran telah menghadirkan sistem pendidikan tinggi yang lebih fleksibel sehingga memungkinkan mahasiswa tetap belajar tanpa harus meninggalkan tanggung jawab profesionalnya.
Ia menjelaskan bahwa paradigma pendidikan tinggi saat ini telah mengalami perubahan. Perkuliahan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kehadiran fisik mahasiswa di kampus karena berbagai layanan akademik kini dapat diakses secara daring.
Universitas Terbuka juga terus memperkuat sistem pembelajaran berbasis teknologi melalui pengembangan Learning Management System (LMS) yang memungkinkan mahasiswa mengikuti proses belajar kapan saja dan dari mana saja.
Selain itu, sistem evaluasi pembelajaran juga telah disesuaikan dengan perkembangan teknologi. Mahasiswa dapat mengikuti berbagai metode ujian, mulai dari paper-based test hingga ujian daring dengan sistem remote proctoring, live proctoring, automated online proctoring, maupun ujian berbasis perangkat seluler.
Sebagai perguruan tinggi pelopor pendidikan jarak jauh di Indonesia, Universitas Terbuka telah memperoleh berbagai pengakuan internasional. Mayoritas program studinya telah berstatus Unggul atau A, sementara di tingkat global reputasinya terus meningkat melalui pemeringkatan Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Ratings, di mana Universitas Terbuka menempati kelompok peringkat 801–1000 dunia. (MBP)
