KMHDI Palangka Raya Bagikan 10.000 Masker untuk Warga Antisipasi Dampak Kabut Asap Karhutla

 KMHDI Palangka Raya Bagikan 10.000 Masker untuk Warga Antisipasi Dampak Kabut Asap Karhutla

KMHDI Palangka Raya bagikan 10.000 masker untuk warga. (ist)

PALANGKA RAYA – baliprawara.com

Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Palangka Raya menggelar aksi sosial dengan membagikan 10.000 masker kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di kawasan Bundaran Kecil, Kota Palangka Raya. Aksi ini turut melibatkan anggota Departemen Sosial Lingkungan Pengurus Pusat KMHDI serta Pengurus Daerah KMHDI Kalimantan Tengah yang bersama-sama turun langsung membagikan masker kepada warga.

Pembagian masker dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat yang berpotensi terdampak penurunan kualitas udara. Kondisi kabut asap yang sering muncul saat musim kemarau dinilai dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan berupa masker, tetapi juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan melindungi diri ketika kualitas udara mengalami penurunan akibat kabut asap.

Ketua PC KMHDI Palangka Raya, Beny Saputra, mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan upaya sederhana yang dilakukan organisasi untuk hadir di tengah masyarakat. Menurutnya, kesehatan warga harus menjadi perhatian bersama, terutama ketika kondisi lingkungan sedang menghadapi ancaman pencemaran udara akibat karhutla.

“Pembagian 10.000 masker ini merupakan langkah sederhana yang kami lakukan untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Ketika kualitas udara terganggu akibat kabut asap, kesehatan masyarakat menjadi hal yang harus kita perhatikan bersama,” ujar Beny.

Selain membagikan masker, KMHDI juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta menjaga kondisi kesehatan masing-masing.

Aksi sosial ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen PC KMHDI Palangka Raya dalam menjalankan berbagai program yang berlandaskan nilai religius, humanis, nasionalis, dan progresif. Organisasi tersebut berupaya menghadirkan manfaat nyata melalui kegiatan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Beny berharap kegiatan ini dapat menjadi pemicu tumbuhnya kepedulian yang lebih luas dari berbagai elemen masyarakat terhadap kesehatan dan lingkungan. Menurutnya, menjaga Kalimantan Tengah tidak hanya berkaitan dengan upaya melindungi hutan dari kebakaran, tetapi juga memastikan kesehatan, kehidupan, dan masa depan masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut tetap terjaga.

“Kami berharap gerakan ini dapat menjadi pemantik kepedulian yang lebih besar. Bahwa menjaga Kalimantan Tengah bukan hanya tentang menjaga hutannya, tetapi juga menjaga kesehatan, kehidupan, dan masa depan masyarakat yang hidup di dalamnya,” tutup Beny. (MBP)

 

redaksi

Related post