Komitmen InJourney Perkuat Pariwisata Berkelanjutan, Dorong Ekosistem Hijau dari Bandara hingga Destinasi

 Komitmen InJourney Perkuat Pariwisata Berkelanjutan, Dorong Ekosistem Hijau dari Bandara hingga Destinasi

Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, memberi keterangan saat Media Gathering HUT ke-4 InJourney, Selasa 20 Januari 2026.

MANGUPURA – baliprawara.com
Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, menandai tahun keempat kiprahnya dengan mempertegas arah transformasi menuju pariwisata berkelanjutan. Sejak dibentuk, InJourney memegang peran strategis dalam mengintegrasikan sektor aviasi dan pariwisata nasional agar mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing global.

Berbagai inisiatif lintas portofolio terus dijalankan secara konsisten. Transformasi bandara dan penguatan konektivitas udara menjadi salah satu fokus utama untuk meningkatkan pengalaman perjalanan wisatawan.

Di sisi lain, pengembangan destinasi berbasis budaya, edukasi, dan kesehatan juga terus dipercepat melalui proyek-proyek strategis seperti Borobudur, Taman Mini Indonesia Indah, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur untuk medical tourism, hingga pengembangan destinasi unggulan The Mandalika dan The Golo Mori.

Upaya tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas layanan pariwisata nasional, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap kinerja korporasi. InJourney kini tercatat sebagai salah satu perusahaan terbesar di Indonesia, menempati posisi ke-43 secara nasional.

Capaian ini memperkuat fondasi perusahaan dalam menjalankan peran ganda, baik sebagai pencipta nilai ekonomi maupun sebagai agen pembangunan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Memasuki tahun keempat perjalanannya, perusahaan semakin menegaskan keberlanjutan sebagai arah utama transformasi. Tema “InJourney 4 Tahun Bersama Berkarya, Lestarikan Indonesia” menjadi penanda bahwa setiap inisiatif jangka panjang dirancang dengan kerangka keberlanjutan yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan sosial.

”InJourney memandang pariwisata tidak sekadar sebagai sektor ekonomi, melainkan sebagai investasi lintas generasi. Pendekatan ini menempatkan keberlanjutan sebagai landasan berpikir dan bertindak dalam setiap pengembangan destinasi dan infrastruktur,” kata Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, saat Media Gathering HUT ke-4 InJourney, Selasa 20 Januari 2026 di Nusa Dua.

See also  Iringan Parade Budaya Bali HUT ke-3 InJourney di The Nusa Dua Jadi Perhatian Wisatawan

Dengan cara tersebut, pariwisata diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang tanpa mengorbankan daya dukung lingkungan maupun nilai sosial budaya.

Komitmen terhadap pariwisata berkelanjutan kata dia, berangkat dari keyakinan bahwa keberhasilan bisnis jangka panjang hanya dapat dicapai apabila pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan penguatan komunitas lokal. Melalui visi “Sustainable Tourism Economy and Creating Impact for Communities”, InJourney membangun ekosistem aviasi dan pariwisata yang tidak hanya mendorong ekonomi nasional, tetapi juga menjaga keseimbangan alam dan sosial.

Pendekatan ini diwujudkan melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku industri, hingga masyarakat di sekitar destinasi. Dengan kolaborasi tersebut, InJourney berupaya memastikan bahwa manfaat pembangunan pariwisata dapat dirasakan secara merata.

Herdy menegaskan bahwa, keberlanjutan dan tanggung jawab dalam berbisnis menjadi fondasi utama transformasi pariwisata nasional. Menurutnya, pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari dampaknya terhadap manusia dan lingkungan.

“Komitmen kami wujudkan melalui green initiative program di lingkungan InJourney Group, yang merupakan sebuah inisiatif untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Inisiatif ini kami rancang untuk menghasilkan dampak yang dapat diukur, konsisten, dan berkelanjutan, sejalan dengan agenda transformasi InJourney dalam membangun ekosistem aviasi dan pariwisata yang ramah lingkungan,” ujar Herdy.

Dari aspek lingkungan, InJourney juga mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam operasionalnya. Salah satu target yang dicanangkan adalah penurunan emisi karbon hingga 4.000 ton CO₂e sebagai langkah awal menuju operasional yang lebih hijau. Upaya ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap target Net Zero Emission yang telah ditetapkan Pemerintah Indonesia.

Komitmen terhadap pariwisata berkelanjutan turut diterapkan secara konkret di kawasan wisata yang dikelola oleh anak usaha InJourney, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC). Salah satu kawasan yang menjadi contoh implementasi ekosistem hijau adalah The Nusa Dua, Bali.

See also  Seniman Mural Bali Gelar Pameran Tunggal Bertajuk “Take It To The Streets” di Titik Dua Ubud

Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menjelaskan bahwa penerapan inisiatif ramah lingkungan di The Nusa Dua merupakan fondasi operasional kawasan. Berbagai utilitas hijau telah diterapkan, mulai dari Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), sistem pengelolaan sampah terintegrasi, hingga pemanfaatan air daur ulang.

“Penerapan utilitas hijau tersebut memastikan aktivitas pariwisata berjalan secara efisien dan aman, sekaligus tetap menjaga daya dukung lingkungan. Keberlanjutan menjadi fondasi operasional kawasan untuk memastikan The Nusa Dua tetap menjadi destinasi premium yang resilien bagi generasi mendatang,” jelas Troy.

Selama tiga bulan terakhir, The Nusa Dua telah mengoperasikan fasilitas SWRO yang mampu menghasilkan ratusan ribu meter kubik air bersih. Saat beroperasi penuh, fasilitas ini memiliki kapasitas produksi hingga lebih dari satu juta meter kubik air bersih per tahun. Teknologi ini memanfaatkan air laut sebagai sumber alternatif, sehingga mengurangi ketergantungan pada air tanah dan sumber air tawar.

Penerapan SWRO juga berkontribusi dalam meningkatkan ketahanan air kawasan, menekan risiko kelangkaan air akibat perubahan iklim, serta memastikan keberlanjutan operasional pariwisata jangka panjang. Atas inovasi ini, ITDC Nusantara Utilitas mencatatkan pencapaian sebagai entitas usaha pertama di Indonesia yang memperoleh izin resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mengolah air laut menjadi air layak konsumsi.

Direktur Utama ITDC Nusantara Utilitas, Anak Agung Istri Ratna Dewi, menyampaikan bahwa penerapan SWRO merupakan langkah konkret dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan operasional dan pelestarian lingkungan. “Teknologi ini memastikan pasokan air bersih yang stabil bagi tenant dan wisatawan tanpa mengorbankan keberlanjutan sumber daya alam,” tegasnya.

Melalui berbagai langkah tersebut, InJourney terus memperkuat posisinya sebagai penggerak utama pariwisata berkelanjutan di Indonesia, dengan memastikan setiap transformasi memberikan dampak nyata bagi ekonomi, lingkungan, dan masyarakat. (MBP)

See also  Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali Dorong Kader PKK Denpasar Bentuk Koperasi Desa

 

redaksi

Related post