Kondisi Air Laut Jadi Tantangan Pengerjaan Breakwater di Pantai Kuta, Pengisian Pasir Akan Segera Dilakukan

 Kondisi Air Laut Jadi Tantangan Pengerjaan Breakwater di Pantai Kuta, Pengisian Pasir Akan Segera Dilakukan

Pengerjaan breakwater di Pantai Kuta.

MANGUPURA – baliprawara.com
Penataan kawasan Pantai Kuta dalam rangka perlindungan garis pantai melalui program Bali Beach Conservation Project (BBCP) Phase II terus menunjukkan perkembangan signifikan. Proyek strategis ini mencakup pembangunan sejumlah struktur penahan ombak atau breakwater serta rencana pengisian pasir di sepanjang pesisir.

Hingga pertengahan April 2026, progres pengerjaan secara keseluruhan telah mencapai sekitar 35 persen. Dari sejumlah titik pembangunan breakwater yang direncanakan, kini hanya tersisa satu struktur lagi yang masih dalam tahap penyelesaian.

Pengerjaan ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan pesisir sekaligus meminimalkan dampak abrasi yang selama ini mengancam wilayah Pantai Kuta dan sekitarnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai Pantai I BWS Bali-Penida, Bambang Kardono, menyampaikan bahwa tim di lapangan saat ini tengah fokus menyelesaikan satu breakwater terakhir yang berlokasi di depan Setra Asem Celagi, Desa Adat Kuta. Menurut Bambang, pembangunan breakwater kelima tersebut kini telah mencapai progres sekitar 75 persen.

Ia menargetkan struktur penahan ombak ini dapat diselesaikan dalam waktu dekat. “Untuk breakwater kelima ini progresnya sudah 75 persen. Target kami tanggal 25 April ini bisa selesai,” kata Bambang, Minggu 12 April 2025.

Meski progres pembangunan terbilang cukup cepat, terdapat sejumlah kendala teknis yang dihadapi di lapangan. Salah satu hambatan utama adalah kondisi air laut yang tidak mengalami perubahan signifikan, baik pasang maupun surut.

Kondisi air laut inilah menjadi tantangan tersendiri bagi tim konstruksi. Hal ini berdampak langsung pada mobilisasi alat berat menuju lokasi pengerjaan breakwater.

Bambang menjelaskan bahwa kondisi air yang “mando” atau cenderung diam membuat alat berat tidak dapat menjangkau titik pekerjaan secara optimal. “Airnya mando saja. Tidak surut dan tidak naik, jadi posisinya tetap. Kondisi seperti ini membuat alat tidak bisa sampai ke lokasi pekerjaan,” ungkapnya.

See also  DPUPR Badung Rutin Bersihkan Trotoar Kawasan Pantai Kuta, Beri Kenyamanan Kepada Masyarakat dan Wisatawan

Hambatan tersebut memaksa tim di lapangan untuk melakukan penyesuaian dalam metode kerja agar proses pembangunan tetap berjalan sesuai rencana.

Walaupun menghadapi kendala teknis akibat kondisi alam, pihak pelaksana proyek tetap optimistis bahwa seluruh pengerjaan dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditentukan.
Selain fokus pada penyelesaian breakwater terakhir, tim juga bersiap untuk memasuki tahap berikutnya, yakni pengisian pasir di sepanjang pesisir Pantai Kuta hingga Pantai Legian.

Pengisian pasir ini dijadwalkan mulai dilakukan dalam waktu dekat, tepatnya pada pekan berikutnya setelah kesiapan teknis dan logistik terpenuhi. Dalam pelaksanaannya, proses pengisian pasir akan dilakukan menggunakan kapal berukuran besar yang beroperasi dari tengah laut. Kapal tersebut akan menyemburkan material pasir melalui pipa yang terhubung langsung ke bibir pantai.

Area yang menjadi fokus pengisian pasir meliputi kawasan dari depan Hotel Anvaya di Kuta hingga Pantai Legian, tepatnya di sekitar depan Hotel Pullman. “Rencananya minggu ini sudah mulai kerja. Kemarin sempat ada keterlambatan karena kapal masih melakukan bunker atau pengisian bahan bakar di Benoa,” jelas Bambang.

Proses ini merupakan bagian penting dari upaya restorasi pantai, yang bertujuan untuk memperlebar garis pantai sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap abrasi.

Secara keseluruhan, proyek penataan Pantai Kuta dalam BBCP Phase II ditargetkan dapat diselesaikan pada akhir tahun 2026. Target ini mencakup seluruh pekerjaan konstruksi breakwater serta pengisian pasir di kawasan pesisir.

Pihak pelaksana berharap kondisi di lapangan dapat mendukung kelancaran pekerjaan sehingga tidak terjadi hambatan signifikan ke depan. (MBP)

 

redaksi

Related post