Meski Pandemi Covid-19, Manggis Bali Masih Dinanti di Tiongkok

 Meski Pandemi Covid-19, Manggis Bali Masih Dinanti di Tiongkok

DENPASAR – baliprawara.com

Meski penerbangan dari Bali menuju Tiongkok ditutup akibat wabah Covid-19, namun ekspor menuju Tiongkok masih tetap berjalan hingga saat ini. Seperti misalnya ekspor manggis ke Tiongkok, Bali masih mengeskpor sebanyak 15 ton, dengan pengiriman melalui Pelabuhan Tanjung Priok, 2 kali dalam seminggu. Selain itu juga masih tetap melakukan ekspor hasil kerajinan rakyat Bali ke berbagai negara melalui pelabuhan Tanjung Priok, 2 kali dalam seminggu.

Kepala Bea Cukai Denpasar dan Kepala Balai Karantina Pertanian Denpasar melaporkan ekspor komoditas pertanian dan kerajinan rakyat Bali masih tetap berlangsung meskipun dalam suasana pandemi Covid-19. Masyarakat Tiongkok sangat menyukai buah manggis Bali dari Kabupaten Tabanan, Buleleng dan Jembrana.

Dilaporkan kepada Gubernur, bahwa sesungguhnya sejak bulan Januari sampai Februari ekspor mulai meningkat ke sejumlah negara dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hanya untuk saat ini, karena ada kejadian Covid-19, ekspor komoditas dan produk kerajinan rakyat Bali mengalami kendala transportasi khususnya transportasi melalui penerbangan.

Pihak Bea Cukai dan Karantina berharap Covid-19 segera berakhir, sehingga ekspor komoditas pertanian dan produk kerajinan rakyat Bali bisa bangkit kembali, karena memiliki keunggulan yang telah mendapat respon positif dari berbagai negara.

Gubernur Bali Wayan Koster, Minggu (24/4) disela video conference pelepasan ekspor manggis ke Dubai Uni Emirat Arab, sebanyak 1 ton yang akan dikirim melalui pesawat Emirat menyampaikan apresiasi kepada pihak Bea Cukai dan Karantina Denpasar. Karena telah bekerja keras memfasilitasi ekspor komoditas pertanian dan produk kerajinan rakyat Bali.

See also  Pengguna Transportasi Umum Wajib Di-rapid Test

Upaya ini kata Koster, sangat membantu kehidupan para petani dan pengrajin masyarakat Bali khususnya dalam menghadapi kesulitan akibat pandemi Covid-19. Gubernur juga menyampaikan bahwa Visi Pembangunan Daerah Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru , salah satu prioritasnya adalah membangun pangan, sandang, dan papan yaitu membangun pertanian dari hulu sampai hilir. Di bagian hilir sudah disiapkan kebijakan pengembangan industri olahan pangan, sentra produk, dan perluasan akses pasar melalui ekspor ke berbagai negara dan kerjasama antar daerah di Indonesia.

Untuk mendukung kebijakan tersebut telah dikeluarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2019 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali. Keseluruhan kebijakan bidang pertanian diarahkan untuk memperkuat fundamental perekonomian Bali, menyeimbangkan struktur perekonomian Bali, melalui pembangunan bidang pertanian, industri berbasis budaya branding Bali, dan pariwisata. “Oleh karena itu akan terus diupayakan peningkatan dan perluasan ekspor ke berbagai negara,” tegasnya.

Acara pelepasan ini dilaksanakan secara resmi melalui video conference antara Gubernur Bali bersama Kepala Bea Cukai Denpasar dan Kepala Balai Karantina Pertanian Denpasar. Gubernur melakukan pelepasan dari Jaya Sabha, sedangkan Kepala Bea Cukai dan Kepala Balai Karantina Pertanian Denpasar beserta pihak eksportir melaksanakan di RA Sarana Benoa. (MBP1)

prawarautama

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *