Peminat Program Beasiswa Nak Badung Membludak, Lebih dari Seribu Warga Sudah Mendaftar dalam Sepekan
Kepala Disdikpora Badung, I Gusti Made Dwipayana.
MANGUPURA – baliprawara.com
Antusiasme masyarakat terhadap Program Beasiswa Nak Badung tahun 2026 menunjukkan tren yang terus meningkat. Baru berjalan sekitar satu pekan sejak pendaftaran dibuka, jumlah warga yang mengajukan permohonan bantuan pendidikan tersebut telah menembus angka seribu lebih.
Data terbaru memperlihatkan total pendaftar sementara telah mencapai 1.166 orang yang berasal dari berbagai kategori beasiswa yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Badung. Tingginya angka tersebut menjadi gambaran besarnya minat masyarakat untuk memanfaatkan program bantuan pendidikan yang ditujukan bagi pelajar maupun mahasiswa asal Badung.
Program ini mencakup sejumlah jenis bantuan pendidikan, mulai dari beasiswa motivasi bagi siswa, beasiswa jenjang sarjana (S1/D4), hingga beasiswa profesi yang diperuntukkan bagi lulusan yang melanjutkan pendidikan profesi sesuai bidangnya.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Badung, I Gusti Made Dwipayana, menyampaikan bahwa jumlah pendaftar terus mengalami peningkatan sejak hari pertama pembukaan. Hingga Selasa, 7 Juli 2026, total pendaftar telah mencapai 1.166 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 583 orang tercatat mengajukan Beasiswa Motivasi. Sementara itu, 433 orang mendaftar pada kategori Beasiswa S1/D4. Adapun kategori Beasiswa S1 dan profesi telah menarik minat 115 orang, termasuk 35 pendaftar yang secara khusus memilih jalur beasiswa profesi.
“Jumlahnya sampai hari ini sebanyak 1.166 orang. Untuk beasiswa motivasi 583 orang, beasiswa S1 dan profesi 115 orang, beasiswa S1/D4 sebanyak 433 orang. Khusus beasiswa profesi saja ada 35 orang,” ujar Dwipayana.
Menurutnya, angka tersebut masih bersifat sementara dan diperkirakan akan terus bertambah dalam beberapa hari ke depan. Hal itu karena proses penerimaan peserta didik baru jenjang SMA dan SMK masih berlangsung, sehingga calon penerima beasiswa dari kelompok tersebut belum seluruhnya melakukan pendaftaran.
Pemerintah Kabupaten Badung memperkirakan lonjakan pendaftar akan terjadi setelah siswa baru tingkat SMA maupun SMK mulai menyelesaikan proses administrasi sekolah mereka. Kelompok ini diprediksi menjadi penyumbang terbesar penerima Beasiswa Motivasi pada tahun ini.
Dwipayana menjelaskan bahwa pihaknya memperkirakan total penerima Program Beasiswa Nak Badung sepanjang tahun 2026 dapat mencapai kisaran 3.000 hingga 4.000 orang. “Yang paling banyak nanti tentu beasiswa motivasi karena siswa-siswa baru SMA yang memenuhi persyaratan juga akan menerima beasiswa. Prediksi kami total penerima bisa mencapai sekitar 3.000 sampai 4.000 orang,” katanya.
Sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan program, Pemerintah Kabupaten Badung juga telah menjadwalkan kegiatan sosialisasi kepada seluruh kepala SMA dan SMK negeri maupun swasta yang berada di wilayah Kabupaten Badung.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 8 Juli dan dipimpin oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Badung yang menjadi koordinator utama pelaksanaan Program Beasiswa Nak Badung.
Melalui sosialisasi tersebut, pemerintah daerah berharap seluruh satuan pendidikan memperoleh pemahaman yang sama mengenai mekanisme pendaftaran, persyaratan administrasi, hingga proses pengajuan calon penerima beasiswa sehingga pelaksanaan program dapat berjalan sesuai ketentuan.
Meski pelaksanaan program berada di bawah koordinasi Bagian Kesra, Disdikpora Badung tetap memiliki peran penting dalam mendukung proses penyelenggaraannya. Keterlibatan tersebut mencakup penyusunan kebijakan teknis hingga tahapan verifikasi terhadap calon penerima beasiswa.
Dwipayana menjelaskan bahwa Disdikpora menjadi bagian dari tim pelaksana karena memiliki pengalaman dalam pengelolaan sektor pendidikan di Kabupaten Badung, khususnya pada jenjang pendidikan dasar.
Ia juga menegaskan bahwa kewenangan Disdikpora Badung secara administratif hanya mencakup pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP). Sementara itu, pengelolaan pendidikan jenjang SMA dan SMK berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Bali.
Karena itu, pelaksanaan Program Beasiswa Nak Badung melibatkan koordinasi lintas perangkat daerah agar seluruh tahapan dapat berlangsung secara terintegrasi, termasuk dalam proses pendataan, verifikasi, hingga penetapan penerima bantuan pendidikan. (MBP)
