Penerima Manfaat Berharap MBG Dilanjutkan dengan Menu Lebih Bervariasi
Wamen Isyana tampak menyuapi balita non-PAUD, I Ketut Chandra Gautama, 2 tahun 8 bulan saat kunjungan kerjanya, Senin (2/3/2026)
GIANYAR – baliprawara.com
Sejumlah warga penerima manfaat berharap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilanjutkan ke depan dengan menu yang lebih bervariasi. Hal itu terungkap saat kunjungan kerja Wakil Menteri (Wamen) Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka ke SPPG Celuk 2, Sukawati, Gianyar, Bali, sekaligus memantau langsung pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Sasaran 3B di Banjar Pagutan Kaja, Desa Batubulan, Senin (2/3/2026).
Kedatangan Wamen didamping Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Dr.dr.Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., M.A.R.S. beserta jajaran.
Sasaran kunjungan Wamen di Banjar Pagutan Kaja, diawali dengan menemui penerima manfaat, I Gusti Indah Widiarti (31), ibu hamil anak keempat umur kehamilan 28 minggu. I Gusti Indah Widiarti mengaku terbantu dengan program MBG sejak Januari 2026.
Kemudian, Wamen menuju rumah balita non-PAUD, I Ketut Chandra Gautama usia 2 tahun 8 bulan–putra keempat pasangan Kadek Permana dengan Putu Kasih Darmayanti. Tiba di rumah yang berlokasi di sebelah barat Balai Banjar Pagutan Kaja, Wamen langsung menyapa Ketut Chandra, balita yang digendong ibunya. Wamen dengan senyum ramahnya, kemudian mendekati Chandra, lanjut menanyakan nama dan umurnya. Chandra pun dengan fasih menyebutkan namanya.
Beberapa menit kemudian, Wamen Isyana Bagoes Oka dipersilakan duduk lesehan di teras rumah. Sembari menyodorkan MBG yang tersaji dalam sebuah wadah, Wamen mempersilakan Chandra menikmantinya. Menunya, ada nasi, tempe, ayam, sayur dan buah semangka. Chandra memilih mengambil semangka, buah kesukaannya, kemudian mencicipi nasi dan lauk ayam. Chandra pun tampak lahap menikmati MBG ditemani ibu, ayah dan Juna– kakak kandungnya. Bahkan, Wamen sempat menyuapi Chandra.
Dalam suasana yang akrab itu, Wamen kembali melontarkan pertanyaan seputar MBG dan minta komentar orangtua Chandra terkait dengan program tersebut. Wamen berharap program ini ada manfaatnya.
”Bagi kami MBG ini bagus. Namanya program baru, tentu perlu waktu dalam pengevaluasiannya. Saran kami, program MBG terus dilanjutkan ke depan dengan menu yang lebih bervariasi, “ujar Kadek Permana, guru TK yang telah menjalani vasektomi.
Dikatakan, sejak menerima MBG pada Desember 2025, berat badan Chandra meningkat dan tumbuh kembangnya semakin baik.

Selanjutnya, Wamen menyambangi Ni Putu Martini ibu menyusui balita umur satu tahun, Viajayanti. Ibu tiga anak itu menyampaikan, anaknya pertama umur 11 tahun dan kedua 8 tahun. Di sekolah, mereka telah mendapatkan MBG. Ia selalu menanyakan anaknya sepulang sekolah mengenai menu MBG dan dijawab mereka suka. Putu Martini berharap program MBG diteruskan dan menunya agar bervariasi.
Sejak Mei 2025, ia mengaku rutin menerima MBG. Kondisi bayi ketiganya, tercatat normal dengan berat badan 8,1 kg dan tinggi 70,5 cm. Putu Martini sendiri telah menjalani tubektomi (MOW) pasca persalinan anak ketiga. (MBP2)