Pengurus IKA UNAIR Bali Periode 2025-2030 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Kolaborasi dan Pengabdian untuk Pulau Dewata
IKA UNAIR Bali Periode 2025-2030 resmi dilantik, Kamis 16 Juli 2026.
MANGUPURA – baliprawara.com
Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) Bali menggelar Temu Alumni yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus baru di 14 Roses Boutique Legian, Kamis 16 Juli 2026. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum IKA UNAIR, Dr. (H.C.) Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si.
Pelantikan ini menjadi momentum mempererat jaringan alumni sekaligus memperkuat kontribusi lulusan Universitas Airlangga dalam mendukung pembangunan Bali maupun tingkat nasional. Para alumni dari berbagai profesi hadir untuk memperkuat sinergi dan memperluas kolaborasi lintas sektor.
Ketua Umum IKA UNAIR yang juga Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan selamat kepada pengurus yang baru dilantik. Ia mengajak seluruh alumni untuk terus memperkuat almamater melalui koordinasi dan kolaborasi, termasuk memanfaatkan komunikasi secara daring.
“Tugas kita adalah menjahit Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita bangun dunia yang damai, penuh kasih, dan penuh harmoni,” ujar Khofifah.
Ketua IKA UNAIR Bali periode 2025-2030, Drh. Nyoman Dukajaya, MSI, mengungkapkan bahwa, Universitas Airlangga memiliki ikatan sejarah yang erat dengan Bali dan Jawa melalui sosok Airlangga. “Karena itu, para alumni memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga semangat persaudaraan lintas daerah, profesi, dan generasi,” harapnya.

Ia mengatakan bahwa semangat yang diwariskan Airlangga harus diwujudkan melalui kolaborasi antara ilmu pengetahuan, pengabdian, dan aksi nyata bagi masyarakat. Ia menyebut Bali sebagai daerah yang kaya akan budaya, toleransi, kreativitas, dan gotong royong, serta menjadi tempat berkaryanya ribuan alumni UNAIR dari berbagai bidang, mulai akademisi, tenaga kesehatan, pengusaha, birokrat, aparat penegak hukum, hingga pegiat sosial.
Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), transformasi digital, hingga tantangan ekonomi dan kesehatan global, solidaritas antarsesama alumni menjadi modal penting. Ia meyakini jaringan alumni merupakan salah satu kekuatan terbesar yang dimiliki perguruan tinggi untuk menciptakan kemajuan bersama.
“Kepengurusan IKA UNAIR Bali, akan berfokus pada tiga agenda utama, yakni mempererat silaturahmi antaralumni, memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, serta memperluas pengabdian kepada masyarakat melalui program-program yang berdampak dan berkelanjutan di seluruh wilayah Bali,” ucapnya.
Ia juga berharap IKA UNAIR Bali mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi Pulau Dewata. Seperti ketimpangan pembangunan antara Bali Utara dan Bali Selatan, persoalan sampah, kemacetan, pemerataan pendidikan, peningkatan layanan kesehatan, ketahanan lingkungan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Selain itu, Dukajaya menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus sebelumnya yang telah membangun fondasi organisasi. Menurutnya, kepengurusan saat ini melanjutkan kerja keras para pendahulu untuk memperkuat peran alumni bagi masyarakat. (MBP)
