Penonton Kecak di DTW Uluwatu Terus Meningkat, Parkir Seluas 2,5 Hektar Disiapkan

 Penonton Kecak di DTW Uluwatu Terus Meningkat, Parkir Seluas 2,5 Hektar Disiapkan

Penataan area parkir di DTW kawasan luar Pura Uluwatu.

MANGUPURA – baliprawara.com

Tingginya minat wisatawan untuk menyaksikan pertunjukan Tari Kecak di kawasan wisata Pura Luhur Uluwatu mendorong Pemerintah Kabupaten Badung menambah fasilitas pendukung. Salah satu langkah yang kini mulai direalisasikan adalah pembangunan area parkir baru seluas sekitar 2,5 hektare di kawasan luar destinasi wisata tersebut.

Keberadaan lahan parkir tambahan ini diproyeksikan mampu mengakomodasi semakin banyaknya kendaraan wisatawan maupun armada biro perjalanan yang setiap hari datang ke Uluwatu. Selama beberapa tahun terakhir, kawasan ini menjadi salah satu destinasi favorit yang selalu masuk dalam agenda perjalanan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Peningkatan jumlah kunjungan tersebut tidak terlepas dari popularitas pertunjukan Tari Kecak yang digelar dengan latar pemandangan matahari terbenam di tebing Uluwatu. Atraksi budaya ini menjadi daya tarik utama yang mampu mengundang ribuan penonton setiap harinya.

Penyarikan (Sekretaris) Desa Adat Pecatu, I Wayan Wijana, menyebutkan bahwa penyediaan lahan parkir merupakan kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi seiring terus bertambahnya jumlah wisatawan yang datang ke kawasan Uluwatu. Menurutnya, pengembangan fasilitas penunjang wisata perlu berjalan seiring dengan pertumbuhan kunjungan. Dengan begitu, kenyamanan wisatawan dapat tetap terjaga meskipun jumlah pengunjung terus meningkat dari waktu ke waktu.

Wijana menjelaskan, area parkir yang dibangun menggunakan anggaran daerah tersebut nantinya akan difungsikan khusus untuk mendukung aktivitas wisata di kawasan Uluwatu. “Ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan kendaraan yang selama ini kerap terjadi terutama menjelang waktu pertunjukan dimulai,” kaya Wijana.

Saat ini, pertunjukan Tari Kecak di Uluwatu dilaksanakan dalam dua sesi setiap hari. Sesi pertama berlangsung pukul 18.00 hingga 19.00 WITA, sedangkan sesi kedua digelar pukul 19.00 hingga 20.00 WITA.

Dari dua jadwal tersebut, sesi pertama masih menjadi pilihan utama wisatawan. Kapasitas sekitar 1.200 penonton hampir selalu terisi penuh. Sementara pada sesi kedua, jumlah penonton umumnya berada di kisaran 800 hingga 900 orang.

Pembagian jadwal menjadi dua sesi dilakukan untuk mengakomodasi tingginya permintaan. Meski demikian, sebagian besar wisatawan dan agen perjalanan masih lebih memilih menyaksikan pertunjukan pada sesi awal karena bertepatan dengan momen matahari terbenam.

Pengelola destinasi terus melakukan evaluasi terkait pengaturan kuota dan pembagian sesi pertunjukan. Pembahasan tersebut juga melibatkan pelaku industri perjalanan wisata guna mencari solusi terbaik terhadap tingginya animo wisatawan.

Selain persoalan kapasitas parkir, akses menuju kawasan Uluwatu juga menjadi perhatian. Kemacetan yang kerap terjadi pada jam-jam tertentu membuat sejumlah wisatawan terlambat tiba sesuai jadwal yang telah dipesan.

Dalam beberapa kasus, wisatawan yang sudah memiliki tiket sesi pertama terpaksa dialihkan ke sesi kedua karena terlambat akibat antrean kendaraan di jalur menuju lokasi wisata. Kondisi tersebut turut memengaruhi pengaturan jumlah penonton pada masing-masing sesi.

Karena itu, selain menambah kapasitas parkir, rencana pembangunan jalan lingkar menuju kawasan Uluwatu juga diharapkan mampu membantu memperlancar arus lalu lintas. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung kelancaran aktivitas pariwisata sekaligus memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi wisatawan yang berkunjung ke salah satu destinasi unggulan di Badung tersebut. (MBP)

 

redaksi

Related post