Penyambungan Pipa Bawah Laut Segera Dimulai, Perumda Tirta Mangutama Antisipasi Gangguan Distribusi Air

 Penyambungan Pipa Bawah Laut Segera Dimulai, Perumda Tirta Mangutama Antisipasi Gangguan Distribusi Air

Pipa laut milik Perumda Air Minum Tirta Mangutama di kawasan Tol Bali Mandara.

MANGUPURA – baliprawara.com

Perumda Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung bersiap memasuki tahapan penting dalam proyek penguatan distribusi air bersih menuju kawasan Badung Selatan. Tahap yang akan segera dilaksanakan adalah penyambungan atau connecting jaringan pipa bawah laut ke sistem distribusi yang telah tersedia.

Sebelum pekerjaan tersebut dimulai, manajemen Perumda Tirta Mangutama akan menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah tim terkait. Pertemuan itu dilakukan untuk mematangkan seluruh aspek teknis pelaksanaan pekerjaan sekaligus menyusun langkah antisipasi apabila proses penyambungan berdampak pada layanan distribusi air kepada pelanggan.

Rapat koordinasi tersebut akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari tim perencanaan, tim distribusi, hingga tim pelayanan pelanggan. Seluruh pihak yang terlibat akan membahas mekanisme pelaksanaan pekerjaan secara menyeluruh agar setiap tahapan dapat berjalan sesuai rencana yang telah disusun.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung, I Wayan Suyasa, menjelaskan bahwa rapat tersebut bertujuan mengidentifikasi berbagai potensi risiko yang mungkin muncul selama proses penyambungan jaringan berlangsung. Selain itu, pembahasan juga akan difokuskan pada langkah-langkah penanganan apabila terjadi kendala di lapangan.

“Tim perencanaan, tim distribusi, dan juga pelanggan akan dilibatkan. Kami akan membahas teknik pelaksanaan pekerjaan, dampak yang mungkin terjadi, risiko yang muncul, serta langkah-langkah untuk mengatasinya,” ujar Suyasa, Senin 20 Juli 2026.

Ia menerangkan bahwa proses penyambungan akan dilakukan di kawasan Tol Bali Mandara, tepatnya di sekitar wilayah Nusa Dua. Lokasi tersebut menjadi titik penghubung antara jaringan pipa bawah laut yang telah selesai dipasang dengan sistem distribusi air yang sudah beroperasi.

Menurut Suyasa, seluruh instalasi pipa bawah laut kini telah rampung dikerjakan. Dengan selesainya pekerjaan pemasangan tersebut, proyek kini hanya menyisakan tahapan penyambungan sebelum nantinya dapat dimanfaatkan untuk mendukung distribusi air bersih.

“Seluruh pipa di bawah laut sudah terpasang. Sekarang tinggal proses connecting karena seluruh infrastrukturnya sudah siap,” tegasnya.

Perumda Tirta Mangutama juga memastikan bahwa pelaksanaan proyek masih berjalan sesuai target yang telah ditetapkan sejak awal. Progres pekerjaan hingga saat ini dinilai tetap berada dalam jalur perencanaan sehingga tahapan penyambungan diharapkan dapat dilaksanakan tanpa hambatan yang berarti.

Meski demikian, perusahaan tetap melakukan berbagai persiapan agar proses pekerjaan tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat secara berlebihan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyusun skenario mitigasi apabila selama proses penyambungan diperlukan penghentian sementara aliran air di beberapa wilayah.

Terkait kemungkinan adanya dampak terhadap pelanggan, Suyasa menegaskan bahwa pihaknya belum akan mengumumkan wilayah yang berpotensi terdampak sebelum hasil rapat koordinasi benar-benar final. Hal tersebut dilakukan agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat dan sesuai dengan kondisi pelaksanaan di lapangan.

“Kami akan memberikan imbauan kepada pelanggan setelah seluruh hasil rapat final sehingga informasi yang disampaikan benar-benar lengkap dan sesuai dengan kondisi di lapangan,” katanya.

Ia menambahkan, Perumda Tirta Mangutama berkomitmen menyampaikan setiap perkembangan proyek secara terbuka kepada masyarakat. Informasi mengenai jadwal pekerjaan, potensi gangguan layanan, hingga langkah antisipasi akan diumumkan lebih lanjut sehingga pelanggan memiliki waktu untuk melakukan persiapan apabila terjadi penghentian sementara distribusi air.

Transparansi informasi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga kualitas pelayanan selama proyek strategis tersebut memasuki tahap akhir pelaksanaan. Dengan komunikasi yang dilakukan lebih awal, diharapkan masyarakat dapat memahami setiap proses yang berlangsung.

Proyek pembangunan jaringan pipa bawah laut ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat sistem distribusi air bersih menuju wilayah Badung Selatan. Kawasan tersebut selama ini dikenal memiliki kebutuhan air yang terus meningkat seiring perkembangan sektor pariwisata, permukiman, hingga aktivitas ekonomi.

Setelah proses penyambungan selesai dilaksanakan, jaringan baru tersebut diharapkan segera dapat dioperasikan sehingga pasokan air bersih menjadi lebih optimal. Keberadaan infrastruktur baru ini juga diharapkan mampu meningkatkan keandalan sistem distribusi sekaligus mendukung pelayanan air bersih bagi masyarakat di wilayah Badung Selatan. (MBP)

 

redaksi

Related post