Pipa Bawah Laut Teluk Benoa Belum Tertanam, Dikhawatirkan Ganggu Aktivitas Nelayan dan Lingkungan

 Pipa Bawah Laut Teluk Benoa Belum Tertanam, Dikhawatirkan Ganggu Aktivitas Nelayan dan Lingkungan

Pipa laut milik Perumda Air Minum Tirta Mangutama di kawasan Tol Bali Mandara.

MANGUPURA – baliprawara.com

Penyelesaian pemasangan jaringan pipa bawah laut Perumda Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung di perairan Teluk Benoa diharapkan segera rampung. Penuntasan pekerjaan ini menjadi harapan agar kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi tanpa mengganggu aktivitas nelayan dan kelestarian lingkungan pesisir.

Wakil Ketua II DPRD Badung, I Made Wijaya alias Yonda, menyoroti pipa yang masih membentang di permukaan perairan atau belum tertanam. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu pergerakan perahu nelayan, terutama yang melintasi wilayah perairan dangkal.

Yonda meminta proses penanaman pipa segera dituntaskan. Ia menyebut pekerjaan pemasangan pipa tersebut, telah berlangsung lebih dari enam bulan dan berharap tidak berlarut-larut hingga setahun.

“Tiang (saya) berharap segera dilakukan penanaman. Jangan lama-lama. Kalau lewat jalan tol, coba toleh ke kiri, terlihat pipa membentang panjang. Ini sudah lebih dari enam bulan. Jangan sampai setahun,” harap Yonda Jumat 22 Oktober 2026.

Lebih lanjut Yonda juga menekankan pentingnya memperhatikan keselamatan nelayan. Mengingat pipa yang belum tertanam tersebut, dikhawatirkan dapat mengenai bagian bawah perahu kecil maupun mesin ketika melintas.

Selain itu, Yonda menyoroti belum adanya sosialisasi yang memadai kepada Desa Adat Tanjung Benoa mengenai pekerjaan tersebut. Sebagai Bendesa Adat, ia menyebut masyarakat memahami pemasangan jaringan pipa berkaitan dengan kebutuhan air bersih, sehingga sejauh ini tidak melakukan aksi protes.

“Desa adat juga tidak pernah mendapat sosialisasi. Syukurnya, kami tidak sampai melakukan aksi protes karena memahami ini untuk kepentingan masyarakat banyak, terutama kebutuhan air,” ungkapnya.

Yonda berharap komunikasi dengan desa adat dapat ditingkatkan, termasuk mengenai tahapan pekerjaan dan kemungkinan dampaknya terhadap aktivitas warga.

Pipa yang membentang dan terlihat dari Jalan Tol Bali Mandara, dekat Exit Tol Nusa Dua, juga menjadi perhatian terkait penataan kawasan pesisir. Ia berharap pemasangan segera diselesaikan agar Teluk Benoa tetap terjaga keindahan dan kelestariannya.

“Walaupun sudah ada jalan tol, kita tetap berkewajiban menjaga kawasan ini. Teluk Benoa harus tetap alami. Jangan sampai laut kita terkesan dikoyak-koyak karena pekerjaan yang belum dituntaskan,” ujarnya.

Yonda meminta pihak yang bertanggung jawab segera menindaklanjuti pekerjaan tersebut. Penyelesaian pemasangan pipa diharapkan mendukung penyediaan air bersih sekaligus menjaga keselamatan nelayan dan lingkungan Teluk Benoa.

“Harapan tiang, siapa pun yang menjalankan tugas ini agar segera menindaklanjuti. Pipa itu ditanam sampai tuntas sehingga tidak terlihat lagi. Ini bagian dari fungsi kontrol kami sebagai wakil rakyat, supaya semuanya berjalan dengan baik,” tandasnya. (MBP)

 

redaksi

Related post