Peringati Hari Bakti ke-2, Kemenham Wilker Bali Gelar Doa Lintas Agama dari Desa untuk Indonesia
Kemenham Wilker Bali Gelar Doa Lintas Agama dari Desa untuk Indonesia, Rabu 21 Oktober 2026. (ist)
DENPASAR – baliprawara.com
Dari Desa Tegal Kertha, Kota Denpasar, doa untuk keselamatan dan pemulihan Indonesia dipanjatkan bersama dalam peringatan Hari Bakti ke-2 Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Kegiatan bertajuk “Doa untuk Negeri: Harmoni dalam Keberagaman dan Pengabdian bagi Kemanusiaan” ini diinisiasi Kantor Wilayah Kementerian HAM NTT Wilayah Kerja Bali (Kemenham Wilker Bali), Rabu 21 Oktober 2026 sore.
Doa bersama yang berlangsung di Kantor Perbekel Desa Tegal Kertha ini dipimpin empat rohaniwan dari agama Hindu, Islam, Kristen Protestan, dan Katolik, serta diikuti pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan pegawai Kemenham Wilker Bali.
Koordinator Kemenham Wilker Bali, Anak Agung Gede Ngurah Dalem, mengatakan kegiatan ini menjadi momentum untuk mendoakan keselamatan bangsa sekaligus mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana dan musibah.
“Di balik setiap peristiwa, ada manusia dan keluarga yang membutuhkan dukungan, perhatian, serta kesempatan untuk kembali menata kehidupannya,” ujarnya.
Menurut Agung Dalem, bencana seperti kebakaran hutan dan lahan, banjir, erupsi, gempa bumi, serta cuaca ekstrem dapat berdampak pada kesehatan, keselamatan, pemenuhan kebutuhan dasar, dan mata pencaharian masyarakat. Karena itu, kepedulian terhadap mereka yang terdampak merupakan bagian dari penghormatan terhadap martabat manusia.
Desa Tegal Kertha dipilih karena keberagaman masyarakatnya yang mencerminkan miniatur Indonesia. Melalui doa lintas agama ini, Kemenham Wilker Bali berharap semangat toleransi dan kerukunan terus terpelihara di tengah perbedaan.
“Kita tidak harus memiliki keyakinan yang sama untuk memiliki kepedulian yang sama terhadap negeri dan sesama manusia,” tegas Agung Dalem.
Lebih lanjut dikatakan, Kemenham Wilker Bali selama dua tahun terakhir menjalankan tugas di bidang HAM melalui penguatan kapasitas HAM, analisis produk hukum daerah berperspektif HAM, serta fasilitasi penanganan pengaduan dugaan pelanggaran HAM sesuai kewenangan. Sejak 2025 hingga Oktober 2026, penguatan kapasitas HAM telah menjangkau 6.424 orang, serta 152 komunitas dan 68 pelaku usaha. Pada periode yang sama, analisis dilakukan terhadap 13 rancangan peraturan daerah dan 9 peraturan daerah. Dari 23 pengaduan dugaan pelanggaran HAM yang tercatat sejak 2025 hingga Triwulan III 2026, sebanyak 16 pengaduan telah selesai ditangani dan menghasilkan rekomendasi.
“Masyarakat yang ingin menyampaikan pengaduan dugaan pelanggaran HAM dapat menghubungi Call Center Kementerian HAM di nomor 150145 atau mendatangi Kantor Kemenham Wilker Bali di Jalan Yudistira No. 11A, Denpasar. Layanan pengaduan HAM tidak dipungut biaya,” imbuh Agung Dalem.
Peringatan Hari Bakti ke-2 Kementerian HAM RI, lanjutnya, menjadi kesempatan untuk merefleksikan pengabdian kepada kemanusiaan melalui tindakan yang berangkat dari kepedulian. Dari Desa Tegal Kertha, doa untuk Indonesia dipanjatkan dengan harapan bangsa ini senantiasa diberi keselamatan, kerukunan, dan kekuatan untuk menghadapi berbagai tantangan.
Sementara itu, Perbekel Desa Tegal Kertha, I Putu Trisnajaya, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap doa bersama lintas agama dapat berlanjut ke desa-desa lain, khususnya di Bali, agar semakin banyak masyarakat yang turut mendoakan keselamatan bangsa.
“Dari Desa Tegal Kertha, kami berdoa untuk Indonesia. Semoga seluruh masyarakat senantiasa dalam lindungan Tuhan, saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah diberi kekuatan untuk pulih, dan kesejahteraan rakyat Indonesia semakin baik ke depannya,” ujarnya.
Trisnajaya mengaku bahagia karena desanya dapat berkontribusi memfasilitasi kegiatan yang membawa pesan persatuan dan kepedulian bagi sesama. Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama menjadi penguat harapan bagi masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan. (MBP/r)
