Pertunjukan Drone di DWP25 Jadi Perhatian Penonton Selain Penampilan Deretan DJ Dunia

 Pertunjukan Drone di DWP25 Jadi Perhatian Penonton Selain Penampilan Deretan DJ Dunia

Pertunjukan drone, menyita perhatian penonton DWP25 di GWK Culutural Park.

MANGUPURA – baliprawara.com
Kehadiran pertunjukan drone atau drone show pertama di Bali pada gelaran Djakarta Warehouse Project tahun 2025 (DWP25) di kawasan ikonik Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, Bali, menyita perhatian penonton. Sejak hari pertama, pertunjukan berdurasi hampir dua setengah menit ini, menjadi salah satu atraksi yang paling ditunggu oleh pengunjung.

Dalam penyelenggaraan 2024 di Jakarta, drone show sempat menjadi salah satu momen paling diperbincangkan. Kini, atraksi tersebut dibawa ke Bali untuk pertama kalinya di GWK.

Argi Wibawa selaku brand marketing manager, mengatakan, atraksi visual spektakuler itu tampil pada salah satu rangkaian acara utama. Argi menyebutkan bahwa pertunjukan drone tersebut merupakan debut perdana di kompleks GWK sekaligus bagian dari upaya menghadirkan pengalaman berbeda untuk pengunjung.

Lebih lanjut kata Argi, drone show dirancang agar selaras dengan konsep keseluruhan festival, termasuk melanjutkan antusiasme yang sebelumnya tercipta pada edisi Jakarta tahun lalu. “Penonton diharapkan dapat menikmati suasana baru dengan latar udara Bali yang terkenal memukau,” katanya.

Dalam liat-up DWP25, sederet nama besar musik elektronik tampil memukau. Selama tiga hari penuh, pengunjung disuguhi penampilan musisi dari berbagai negara.

Hari pertama Jumat 12 Desember 2025, DWP25 diisi oleh Calvin Harris, Hugel, dan Steve Angello, menghadirkan genre yang kaya mulai dari house hingga progressive. Hari kedua Sabtu 13 Desember 2025 tak kalah meriah dengan kehadiran Charlotte de Witte, Dubvision, Matisse & Sadko, serta Third Party yang dikenal dengan produksi musik energik dan teknikal.

Untuk malam puncak, Minggu 14 Desember 2025, festival ditutup oleh Skrillex, Fisher, dan Sammy Virji, yang selama ini kerap menyedot perhatian melalui gaya panggung enerjik dan karakter musik yang kuat.

See also  Kartini Cup Ladies 9 Ball, POBSI Denpasar Gali Potensi Pemain Billiard Putri

Panggung Garuda Land, salah satu ikon DWP25, tahun ini mengusung desain baru yang memadukan dua dekorasi burung garuda. Keduanya dirancang dengan konsep yang menggabungkan elemen air dan api sebagai tema utama.

Argi menjelaskan bahwa elemen tersebut tidak dipilih secara kebetulan. Bali yang dikelilingi lautan dianggap mewakili unsur air, sementara DWP selalu hadir dengan nuansa yang penuh energi layaknya api. Perpaduan inilah yang kemudian dituangkan dalam visual panggung agar pengalaman menonton semakin immersive.

Selain Garuda Land, panggung Orbit 360 yang memungkinkan DJ tampil di tengah-tengah penonton juga kembali dihadirkan. Konsep tersebut memungkinkan interaksi lebih dekat antara musisi dan pengunjung dari segala arah.

Pembukaan hari pertama DWP25 menampilkan sebuah kolaborasi budaya bertajuk Bhinneka Tunggal Ika Moment. Pertunjukan tersebut memadukan atmosfer festival modern dengan tradisi Bali melalui Tari Kecak Ramayana.

Pihak GWK menegaskan bahwa kolaborasi seperti ini merupakan bentuk dukungan terhadap kekayaan budaya lokal agar dapat dikenal lebih luas oleh penonton internasional maupun domestik.

Direktur Operasional GWK Cultural Park, Ch. Rossie Andriani, menyampaikan bahwa kerja sama antara pihaknya dan DWP berlangsung karena keduanya memiliki tujuan serupa dalam menghadirkan acara berkelas dunia dengan standar venue yang mumpuni.

Selain sederet DJ internasional, panggung DWP 2025 juga memberi kesempatan bagi musisi lokal. Di antara nama yang tampil adalah Liquid Silva feat Mukarakat serta Xyra. Kehadiran musisi lokal di festival berskala global tersebut menjadi ruang tersendiri bagi talenta Indonesia untuk memperlihatkan karya mereka pada audiens lebih luas.

Kesempatan tampil di panggung internasional kerap dimanfaatkan para musisi untuk memperluas jaringan serta memperkenalkan warna musik mereka kepada pengunjung yang berasal dari berbagai negara.

See also  Penandatanganan Komitmen Bersama Jaga Kamtibmas dan Pengukuhan Bunda Anti Narkoba

Penyelenggara DWP tahun ini juga memberikan perhatian terhadap sejumlah bencana yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Sarah Deshita selaku Program Director menyampaikan bahwa sebagian hasil penjualan tiket akan dialokasikan untuk donasi bagi mereka yang membutuhkan.

Untuk penyelenggaraan tahun ini, DWP menargetkan kehadiran 60.000 hingga 75.000 penonton. Dengan jajaran musisi internasional, sentuhan budaya lokal, teknologi panggung terbaru, dan dukungan venue GWK yang ikonik, tentu DWP 2025 diharapkan kembali menjadi salah satu festival musik terbesar yang digelar di Indonesia. (MBP)

 

redaksi

Related post