Prajuru Desa Adat Jimbaran Gelar Aksi Bersih Pantai untuk Antisipasi Sampah Kiriman
JIMBARAN – baliprawara.com
Prajuru Desa Adat Jimbaran menggelar kegiatan aksi bersih pantai di kawasan Pantai Jimbaran sebagai langkah antisipatif terhadap potensi sampah kiriman yang kerap muncul akibat perubahan arus laut serta kondisi cuaca ekstrem. Kegiatan yang dilaksanakan, Rabu 21 Januari 2026 ini, sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan wilayah pesisir yang menjadi ruang hidup masyarakat sekaligus kawasan pariwisata.
Sejak pagi hari, kawasan pesisir Pantai Jimbaran sudah dipadati oleh prajuru desa adat, krama banjar, serta para pelaku usaha yang beraktivitas di sekitar pantai. Seluruh peserta tampak membawa peralatan kebersihan untuk menyisir area pantai, mengumpulkan berbagai jenis sampah yang terbawa ke daratan. Sampah yang ditemukan didominasi oleh material plastik, kayu, serta sisa-sisa kiriman lain yang berpotensi mengganggu kebersihan lingkungan pantai.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bendesa Adat Jimbaran, I Putu Subamia bersama jajaran prajuru desa adat. Kehadiran pimpinan desa adat tersebut menjadi penanda bahwa aksi bersih pantai ini merupakan agenda bersama yang melibatkan seluruh elemen di wilayah Jimbaran, tanpa terkecuali. Selain membersihkan area pesisir, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana koordinasi antara desa adat dan para pelaku usaha terkait upaya menjaga lingkungan pantai secara berkelanjutan.
Bendesa Adat Jimbaran, I Putu Subamia mengatakan, aksi bersih pantai ini merupakan bentuk kepedulian desa adat terhadap kondisi lingkungan pesisir yang belakangan rentan terdampak sampah kiriman. Menurutnya, perubahan cuaca dan arah arus laut sering kali membawa sampah dari laut lepas menuju pantai, sehingga diperlukan langkah nyata untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan.
Dalam pelaksanaannya, aksi bersih pantai ini melibatkan sekitar 60 hingga 70 pelaku usaha yang beroperasi di kawasan Jimbaran. “Para pelaku usaha tersebut berasal dari berbagai sektor, termasuk usaha kuliner, jasa pariwisata, dan kegiatan ekonomi lainnya yang memanfaatkan kawasan pesisir Pantai Jimbaran. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan pantai, mengingat aktivitas usaha sehari-hari juga bersinggungan langsung dengan lingkungan pesisir,” katanya.
Selain pelaku usaha, kata dia, krama banjar setempat turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka bergotong royong bersama prajuru desa adat menyusuri garis pantai, memungut sampah, dan mengumpulkannya di titik-titik yang telah ditentukan. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah untuk memudahkan proses penanganan lebih lanjut sesuai dengan jenisnya.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan bersih pantai ini tidak hanya difokuskan pada upaya membersihkan sampah yang sudah ada, tetapi juga sebagai pengingat bagi seluruh pihak akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. “Dengan adanya keterlibatan berbagai unsur masyarakat, diharapkan muncul kesadaran kolektif untuk lebih memperhatikan pengelolaan sampah, baik di darat maupun di laut,” harapnya.
Aksi bersih pantai ini juga menjadi bagian dari tanggung jawab desa adat dalam menjaga kesucian wilayah pesisir. Pantai memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Bali, tidak hanya sebagai ruang ekonomi dan pariwisata, tetapi juga sebagai bagian dari tatanan budaya dan adat. Oleh karena itu, kebersihan dan kelestarian pantai menjadi perhatian utama desa adat.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat menyisir area pantai secara menyeluruh, mulai dari bibir pantai hingga area yang sering dijadikan tempat beraktivitas wisatawan. Sampah plastik sekali pakai, botol, kantong plastik, hingga potongan kayu menjadi temuan yang cukup dominan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sampah kiriman masih menjadi persoalan yang perlu ditangani secara bersama-sama.
Desa Adat Jimbaran berharap melalui kegiatan ini, Pantai Jimbaran dapat tetap terjaga kebersihannya dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat lokal maupun wisatawan yang berkunjung. Kebersihan pantai dinilai memiliki dampak langsung terhadap citra kawasan Jimbaran sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Bali.
Selain itu, sinergi antara prajuru desa adat, krama banjar, dan pelaku usaha diharapkan dapat terus terjalin dalam berbagai kegiatan lingkungan ke depan. Aksi bersih pantai ini menjadi salah satu contoh kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak dalam menjaga kelestarian wilayah pesisir.
Dengan adanya kegiatan rutin seperti ini, Desa Adat Jimbaran menargetkan agar potensi penumpukan sampah kiriman dapat diminimalkan, terutama pada musim-musim tertentu yang rawan terjadi peningkatan sampah laut. Upaya antisipasi ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan lingkungan serta mendukung keberlanjutan aktivitas masyarakat dan pariwisata di kawasan Jimbaran.
Kegiatan aksi bersih pantai tersebut pun ditutup dengan pengumpulan sampah di lokasi yang telah disepakati, sebelum kemudian ditangani sesuai prosedur pengelolaan sampah. Desa Adat Jimbaran memastikan bahwa langkah-langkah seperti ini akan terus dilakukan sebagai bagian dari komitmen menjaga kebersihan dan kelestarian Pantai Jimbaran secara berkesinambungan. (MBP)