Setahun Duet Koster – Giri: Prestasi Ekonomi Sangat Moncer

 Setahun Duet Koster – Giri: Prestasi Ekonomi Sangat Moncer

Prof. IB Raka Suardana

Catatan: Prof. Dr. IB Raka Suardana, S.E.,M.M.

‎SATU
tahun kepemimpinan duet Wayan Koster – I Nyoman Giri Prasta (Koster-Giri) sejak 2025, menunjukkan hasil yang terasa nyata bagi masyarakat Bali. Dalam penyampaian refleksi kinerja di DPRD Bali pada 25 Maret 2026, ditegaskan bahwa kondisi ekonomi Bali terus bergerak ke arah yang lebih baik. Hal ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi Bali yang mencapai 5,82% pada tahun 2025. Angka ini tidak hanya lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 5,48%, tetapi juga melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 5,11%. Bahkan, capaian ini menjadi salah satu yang terbaik dalam tujuh tahun terakhir.

‎Tidak hanya soal pertumbuhan, dampaknya juga langsung dirasakan masyarakat. Tingkat kemiskinan berhasil ditekan hingga 3,42%, jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai 8,25%. Ini membuat Bali menjadi provinsi dengan angka kemiskinan terendah di Indonesia. Selain itu, angka pengangguran juga menurun menjadi 1,45% dari sebelumnya 1,79%, yang berarti semakin banyak masyarakat mendapatkan pekerjaan.

‎Pemerataan ekonomi juga semakin membaik. Hal itu terlihat dari angka gini ratio sebesar 0,333 yang dapat diartikan kesenjangan pendapatan di Bali semakin kecil. Dengan kata lain, hasil pembangunan ekonomi dirasakan lebih merata oleh masyarakat, tidak hanya terpusat pada kelompok tertentu saja.
‎Di sisi lain, kualitas hidup masyarakat juga mengalami peningkatan. Angka stunting berhasil ditekan hingga 7,2%, menjadikan Bali satu-satunya provinsi dengan angka di bawah 10%. Usia harapan hidup masyarakat Bali pun meningkat menjadi 75,46 tahun. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 79,37 dan masuk dalam lima besar nasional, yang menunjukkan bahwa kualitas pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat semakin baik.

Bergerak Aktif

Dari sisi kebijakan, pemerintah daerah juga bergerak aktif dengan mengeluarkan berbagai aturan strategis untuk mendukung pembangunan. Konsep Ekonomi Kerthi Bali terus didorong sebagai kekuatan utama, dengan menekankan ekonomi berbasis budaya dan kearifan lokal. Pariwisata juga tetap dikembangkan, tetapi dengan pendekatan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.
‎Berbagai penghargaan nasional yang diraih, termasuk opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang terus dipertahankan, semakin menunjukkan bahwa pengelolaan pemerintahan berjalan dengan baik.

‎Secara keseluruhan, dalam satu tahun ini, duet Koster–Giri berhasil menunjukkan bahwa kebijakan yang tepat dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali secara nyata. (*)

See also  Sedimentasi Picu Banjir di Legian, Bupati Giri Prasta Akan Normalisasi Tukad Mati

Redaksi

Related post