Prof. I Putu Gede Adiatmika Kembali Pimpin PPKORI Bali, Fokus Perkuat Sport Science Menuju Bali Emas 2028

 Prof. I Putu Gede Adiatmika Kembali Pimpin PPKORI Bali, Fokus Perkuat Sport Science Menuju Bali Emas 2028

PPKORI Provinsi Bali menggelar Musda tahun 2026. (ist)

DENPASAR – baliprawara.com

Perhimpunan Pembina Kesehatan Olahraga Indonesia (PPKORI) Provinsi Bali kembali menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Tahun 2026, di Denpasar, Kamis 9 Juli 2026. Forum organisasi tersebut menjadi agenda penting untuk menentukan arah kebijakan sekaligus memperkuat peran kesehatan olahraga dalam mendukung peningkatan prestasi atlet Bali.

Musda tahun ini mengangkat tema “Bersama Kita Membangun Prestasi Olahraga Bali Menuju Bali Emas 2028”. Tema tersebut mencerminkan komitmen PPKORI Bali dalam mendorong penerapan sport science dan sistem kesehatan olahraga sebagai bagian dari pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Kegiatan dibuka oleh Ketua KONI Provinsi Bali yang diwakili Sekretaris Umum KONI Bali. Dalam sambutannya disampaikan bahwa PPKORI memiliki posisi strategis sebagai Badan Keolahragaan Fungsional yang berperan mendukung kesehatan sekaligus menjaga performa atlet Bali agar mampu bersaing dalam berbagai ajang olahraga, baik tingkat nasional maupun internasional.

Rangkaian Musda menghasilkan sejumlah keputusan penting melalui mekanisme musyawarah mufakat yang dituangkan dalam Sidang Pleno IV. Salah satu keputusan tersebut adalah menetapkan kembali Prof. Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika, M.Kes. sebagai Ketua PPKORI Provinsi Bali untuk masa bakti 2026–2030.

Prof. Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika, M.Kes., Ketua PPKORI Provinsi Bali untuk masa bakti 2026–2030.

Terpilihnya kembali Prof. Adiatmika menandai keberlanjutan kepemimpinannya setelah sebelumnya memimpin organisasi yang sama pada periode 2022–2026. Kepercayaan tersebut diharapkan mampu melanjutkan berbagai program yang telah berjalan sekaligus menjawab tantangan perkembangan ilmu kesehatan olahraga di masa mendatang.

Selain memilih ketua, Musda juga menetapkan Ketua KONI Provinsi Bali bersama Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana sebagai Penasehat PPKORI Provinsi Bali periode 2026–2030.

Penetapan tersebut semakin memperkuat kolaborasi yang selama ini telah terjalin antara PPKORI Bali dengan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

Sejak organisasi ini berdiri pada 1977, sekretariat PPKORI Bali diketahui berada di Bagian Fisiologi atau Departemen Ilmu Faal Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

Dalam forum yang sama, peserta Musda turut mengesahkan Rencana Program Kerja PPKORI Bali periode 2026–2030. Program tersebut disusun untuk menjawab tantangan perkembangan teknologi sekaligus mendorong penerapan evidence-based sports medicine dalam pembinaan olahraga prestasi.

Salah satu fokus utama adalah pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi olahraga. Program ini diarahkan pada integrasi berbagai disiplin ilmu seperti kedokteran olahraga, fisiologi, biomekanika, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan teknologi wearable untuk mendukung proses skrining kesehatan atlet.

PPKORI Bali juga menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai prioritas. Upaya tersebut akan diwujudkan melalui penyelenggaraan pendidikan berkelanjutan, pelatihan, serta sertifikasi bagi tenaga medis olahraga, pelatih, instruktur, maupun berbagai pihak yang terlibat dalam pembinaan olahraga.

Program berikutnya berfokus pada penyusunan standar kesehatan olahraga yang lebih komprehensif. Standar tersebut mencakup seluruh tahapan pembinaan atlet, mulai dari deteksi dini kondisi kesehatan, pencegahan cedera, proses rehabilitasi, hingga tahapan kembali bertanding atau return to play.

Di sisi lain, PPKORI Bali juga akan memperluas kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut dirancang tidak hanya di tingkat daerah dan nasional, tetapi juga melalui partisipasi aktif dalam forum-forum kesehatan olahraga internasional.

Dalam sambutannya sebagai Ketua Terpilih, Prof. Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika, M.Kes. menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan olahraga tidak dapat dilepaskan dari sistem kesehatan olahraga yang berjalan secara menyeluruh.

“Prestasi olahraga yang berkelanjutan hanya dapat dicapai apabila didukung oleh sistem kesehatan olahraga yang komprehensif. PPKORI Bali berkomitmen penuh mensinergikan potensi tenaga medis, akademisi, dan pelaku olahraga untuk mengawal target Bali Emas 2028, melalui berbagai keahlian anggota PPKORI seperti dokter, perawat, fisioterapis, nutrisi, farmasi dan ahli kesehatan lainnya,” ujarnya.

Usai penetapan kepengurusan, Tim Formatur yang dipimpin langsung oleh Ketua Terpilih memperoleh mandat untuk menyusun struktur kepengurusan PPKORI Provinsi Bali periode 2026–2030.

Sesuai hasil Musda, penyusunan kepengurusan lengkap tersebut diberikan batas waktu maksimal 14 hari kerja sebelum diajukan kepada Pengurus Pusat PPKORI untuk mendapatkan pengesahan sesuai ketentuan organisasi. (MBP)

 

redaksi

Related post