Progres Penataan Peninsula Island Capai 23,7 Persen, Siapkan Wajah Baru sebagai Destinasi Pariwisata Kelas Dunia

 Progres Penataan Peninsula Island Capai 23,7 Persen, Siapkan Wajah Baru sebagai Destinasi Pariwisata Kelas Dunia

Penataan kawasan Peninsula Island, kawasan The Nusa Dua.

MANGUPURA – baliprawara.com

Upaya pembaruan kawasan Peninsula Island di The Nusa Dua terus menunjukkan perkembangan yang positif. Program rejuvenasi yang dijalankan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) kini memasuki tahapan penting dengan sejumlah infrastruktur dan ruang publik mulai memperlihatkan hasil pembangunan yang signifikan.

Transformasi tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas kawasan wisata premium di Bali. Tidak hanya mempercantik tampilan kawasan, proyek ini juga diarahkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, aman, modern, sekaligus mampu mendukung berbagai aktivitas pariwisata bertaraf internasional.

Berdasarkan perkembangan pekerjaan hingga pekan ke-25 pelaksanaan proyek atau periode 14–20 Juni 2026, progres fisik kumulatif pembangunan telah mencapai 23,7 persen. Sejumlah pekerjaan prioritas bahkan telah memasuki tahap penyelesaian sehingga perubahan wajah Peninsula Island mulai terlihat secara nyata.

Program rejuvenasi tersebut menjadi salah satu langkah strategis ITDC dalam memperkuat posisi The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata premium Indonesia. Pembaruan kawasan tidak hanya difokuskan pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan pengalaman wisatawan melalui penataan ruang publik yang lebih representatif serta mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional.

General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menjelaskan bahwa transformasi kawasan Peninsula Island memiliki tujuan yang lebih luas dibanding sekadar melakukan pembaruan fisik.

Menurutnya, proyek tersebut juga dirancang untuk menghadirkan ruang publik yang mampu memberikan pengalaman baru bagi para pengunjung sekaligus meningkatkan daya saing destinasi wisata Indonesia di tingkat global.

“Program rejuvenasi ini merupakan bagian dari komitmen ITDC dalam menjaga standar layanan dan kualitas kawasan The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata premium Indonesia. Kami tidak hanya melakukan pembaruan infrastruktur, tetapi juga menyiapkan ruang publik yang lebih representatif, mendukung berbagai aktivitas wisata dan event internasional, serta memperkuat aspek keberlanjutan kawasan. Melalui transformasi ini, kami ingin menghadirkan pengalaman yang semakin nyaman, aman, dan berkesan bagi setiap wisatawan yang berkunjung ke The Nusa Dua,” ujar Agus, dalam keterangan tertulisnya, Rabu 1 Juli 2026.

Dari berbagai paket pekerjaan yang sedang berlangsung, penataan kawasan Peninsula Island beserta akses menuju Water Blow menjadi bagian yang mencatatkan perkembangan paling tinggi.

Hingga saat ini, progres pekerjaan pada area tersebut telah mencapai 78,549 persen. Capaian tersebut menunjukkan bahwa perubahan kawasan mulai dapat dirasakan oleh para pengunjung maupun pelaku industri pariwisata.

Sementara itu, peremajaan jalan akses dari Gate Amenity Core (AC) menuju Peninsula Island juga terus berjalan dengan progres mencapai 32,502 persen. Pembangunan jalan menuju Pulau Nusa Dharma turut menunjukkan perkembangan yang cukup baik dengan progres sebesar 26,44 persen.

Di sisi lain, pekerjaan pembangunan instalasi pengelolaan limbah, fasilitas resapan air, serta Ground Water Tank (GWT) telah mencapai progres 21,72 persen.

Selain pekerjaan yang masih berlangsung, beberapa elemen pembangunan di Peninsula Island telah berhasil diselesaikan sepenuhnya. Penanaman rumput pada area Amphitheatre Peninsula kini telah mencapai 100 persen sehingga kawasan tersebut mulai menampilkan wajah baru yang lebih hijau dan tertata.

Pemasangan batu andesit pada area helipad beserta jalur menuju Taksu Art Stage juga telah selesai sepenuhnya. Tidak hanya itu, penataan bekas jalan akses Peninsula telah mencapai progres 90,18 persen. Penyelesaian tersebut semakin memperlihatkan karakter baru kawasan yang sedang dibangun sebagai salah satu ruang publik unggulan di The Nusa Dua.

ITDC terus mempercepat penyelesaian sejumlah pekerjaan utama agar target pembangunan dapat tercapai sesuai jadwal.

Beberapa pekerjaan yang menjadi prioritas meliputi penyelesaian overlay jalan kawasan, pengaspalan akses Gate Amenity Core menuju Peninsula Island, pembangunan fasilitas resapan air di kawasan The Bay maupun koridor Peninsula, hingga percepatan penyelesaian fasilitas Water Blow.

Water Blow sendiri merupakan salah satu ikon wisata yang menjadi daya tarik utama kawasan The Nusa Dua sehingga penyelesaiannya menjadi perhatian khusus dalam proyek rejuvenasi ini.

Selain mempercantik kawasan wisata, proyek ini juga mengedepankan konsep pembangunan berkelanjutan.

ITDC melakukan peningkatan berbagai infrastruktur pendukung lingkungan, mulai dari pembangunan fasilitas resapan air hujan, pembenahan sistem drainase, pengelolaan limbah kawasan, hingga penyediaan fasilitas publik yang lebih ramah bagi wisatawan maupun masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan kawasan wisata yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki sistem pendukung lingkungan yang lebih baik untuk jangka panjang.

Agus menambahkan bahwa perkembangan pembangunan yang mulai terlihat saat ini merupakan bagian dari investasi jangka panjang ITDC dalam meningkatkan kualitas kawasan wisata The Nusa Dua.

Menurutnya, setelah seluruh pekerjaan selesai, Peninsula Island akan berkembang menjadi ruang publik yang lebih hidup, nyaman, serta memiliki identitas baru sebagai salah satu ikon destinasi wisata di Bali.

“Transformasi yang mulai terlihat hari ini merupakan bagian dari investasi jangka panjang ITDC untuk menghadirkan wajah baru Peninsula Island. Setelah seluruh pekerjaan selesai, kawasan ini akan menjadi ruang publik yang lebih hidup, nyaman, dan ikonik, sekaligus memperkuat daya saing The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang siap menyambut wisatawan dan berbagai event internasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi Bali dan Indonesia,” tutup Agus. (MBP)

 

redaksi

Related post