Proyeksi 1,1 Juta Penumpang di Bandara Ngurah Rai Saat Lebaran 2026, Maskapai Ajukan 401 Extra Flight

 Proyeksi 1,1 Juta Penumpang di Bandara Ngurah Rai Saat Lebaran 2026, Maskapai Ajukan 401 Extra Flight

Suasana penerbangan di Bandara Ngurah Rai.

MANGUPURA – baliprawara.com

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali bersiap menghadapi lonjakan pergerakan penumpang selama periode Angkutan Lebaran 2026. Berbagai langkah antisipasi telah disiapkan, termasuk pengoperasian Posko Terpadu Monitoring Angkutan Lebaran serta penambahan penerbangan tambahan dari sejumlah maskapai.

Posko Terpadu Monitoring Angkutan Lebaran 2026 resmi mulai beroperasi pada Jumat 13 Maret 2026, di area publik terminal kedatangan domestik. Posko ini akan beroperasi selama 18 hari hingga 30 Maret 2026 guna memastikan kelancaran operasional bandara selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati, menyampaikan bahwa keberadaan posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi lintas instansi sekaligus memantau standar pelayanan serta kesiapan fasilitas bandara selama masa angkutan Lebaran.

Nugroho Jati menjelaskan bahwa posko tersebut akan menjadi pusat pengawasan operasional bandara yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan selama 18 hari masa pelayanan Lebaran. “Untuk itu, dalam mendukung kelancaran arus Angkutan Lebaran tahun ini, dimulai pada hari ini hingga 30 Maret mendatang, Posko Terpadu Monitoring Angkutan Lebaran akan mulai dioperasikan. Posko ini akan menjadi pusat koordinasi lintas pemangku kepentingan dalam pengawasan operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai selama 18 hari ke depan,” ucap Nugroho Jati.

Manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai memproyeksikan jumlah penumpang yang akan dilayani selama periode Angkutan Lebaran 2026 mencapai sekitar 1,1 juta orang. Sementara itu, total pergerakan pesawat diperkirakan mencapai 6.742 penerbangan.

Lonjakan trafik ini diperkirakan terjadi secara signifikan baik pada arus mudik maupun arus balik. Puncak arus penumpang sebelum Hari Raya Idul Fitri diprediksi terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026 atau H-3 Lebaran. Pada hari tersebut, jumlah pergerakan penumpang diperkirakan mencapai sekitar 71 ribu orang yang akan melalui Bandara Ngurah Rai.

See also  Pergerakan Penumpang Bandara Ngurah Rai Tembus 74 Ribu, Arus Balik Pascalibur Nataru Mulai Terlihat

Sementara itu, puncak arus balik Lebaran diprediksi terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2026 atau H+6 Lebaran. Pada periode tersebut, jumlah pergerakan penumpang diproyeksikan mencapai sekitar 73 ribu orang dalam satu hari.

Dengan tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur Lebaran, pihak bandara telah menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga kelancaran operasional serta pelayanan kepada para pengguna jasa.

Selain memproyeksikan lonjakan jumlah penumpang, pihak bandara juga mencatat adanya pengajuan penerbangan tambahan dari sejumlah maskapai. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 401 pengajuan extra flight telah diajukan oleh maskapai penerbangan yang beroperasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 390 pengajuan merupakan penerbangan tambahan untuk rute domestik, sementara 11 pengajuan lainnya merupakan penerbangan internasional.

Penambahan penerbangan ini turut meningkatkan kapasitas kursi bagi penumpang selama periode Lebaran. Untuk rute domestik, penambahan kursi mencapai 72.076 kursi.

Sedangkan untuk rute internasional, kapasitas kursi tambahan mencapai sebanyak 2.552 kursi.

Dengan tambahan kapasitas ini, diharapkan kebutuhan transportasi udara masyarakat selama periode Lebaran dapat terakomodasi dengan lebih baik.

Manajemen bandara juga menyoroti sejumlah potensi tantangan selama masa Angkutan Lebaran 2026. Beberapa di antaranya adalah kemungkinan lonjakan trafik penumpang yang signifikan, kondisi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, serta potensi kepadatan lalu lintas di sekitar kawasan bandara.

Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan tersebut, pihak bandara telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi serta memperkuat koordinasi antar instansi terkait. “Pada pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran 2026 ini, terdapat beberapa hal yang menjadi atensi kami, di antaranya terkait dengan potensi lonjakan trafik dan pergerakan penumpang, cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, serta potensi kepadatan lalu lintas di sekitar bandara. Berbagai langkah-langkah mitigasi serta alur komunikasi antar instansi telah kami jalankan guna mengantisipasi dampak terhadap jadwal penerbangan,” ujar Nugroho Jati.

See also  Bupati dan Wakil Bupati Badung Ikuti Retreat Kepala Daerah Gelombang II di IPDN Jatinangor

Selain itu, pihak bandara juga mengimbau para calon penumpang pesawat untuk memperhitungkan waktu perjalanan menuju bandara agar tiba lebih awal guna menghindari potensi kepadatan lalu lintas di area sekitar bandara. “Kami juga mengimbau kepada calon penumpang pesawat udara yang akan berangkat melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk memperhitungkan waktu perjalanannya agar tiba di bandara lebih awal untuk menghindari kepadatan di area-area sekitar bandara,” lanjutnya.

Sebagai langkah tambahan untuk mengurai potensi kepadatan kendaraan menuju bandara, pihak Bandara I Gusti Ngurah Rai juga menyiagakan Posko Lalu Lintas Lebaran 2026.

Posko ini ditempatkan di Pos Simpang AirNav dan diisi oleh personel dari berbagai instansi, antara lain Polres Bandara, TNI AU, Dinas Perhubungan, Pecalang, serta pihak InJourney Airports.

Petugas di posko tersebut bertugas mengatur arus kendaraan di akses menuju bandara, terutama saat periode sibuk selama Lebaran.

Selain itu, posko lalu lintas ini juga dilengkapi dengan kendaraan derek yang disiapkan untuk menangani kendaraan yang mengalami gangguan di jalan akses bandara. Langkah ini dilakukan guna mencegah potensi kemacetan yang dapat menghambat perjalanan penumpang menuju bandara.

Pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran 2026 melibatkan berbagai unsur instansi yang berada di lingkungan Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Selain personel internal InJourney Airports, sejumlah stakeholder turut terlibat dalam pengamanan dan pelayanan selama masa angkutan Lebaran.

Beberapa instansi tersebut antara lain Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV, Polres Bandara, TNI AU, AirNav, BASARNAS, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan, maskapai penerbangan, serta perusahaan ground handling. Secara keseluruhan, terdapat sebanyak 2.598 personel gabungan yang disiagakan selama periode operasional Posko Angkutan Lebaran 2026.

Pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran tahun ini juga bertepatan dengan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Pada saat perayaan Nyepi, operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai akan dihentikan sementara selama 24 jam. Bandara akan mulai tutup pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 06.00 WITA dan akan kembali beroperasi pada Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA.

See also  Proses Seleksi Mitra Pengelola Kargo, Layanan di Bandara Ngurah Rai Tetap Berjalan Lancar 

Meski demikian, pihak bandara tetap menyiagakan personel untuk mengantisipasi kemungkinan adanya penerbangan darurat, seperti penerbangan evakuasi medis atau kondisi darurat lainnya. Pihak bandara juga mengimbau para pengguna jasa transportasi udara untuk memastikan kembali jadwal penerbangan mereka, terutama bagi penumpang yang memiliki jadwal keberangkatan maupun kedatangan yang berdekatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi. (MBP)

redaksi

Related post