Puncak Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur 2 April 2026, Nyejer 11 Hari

 Puncak Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur 2 April 2026, Nyejer 11 Hari

Paruman Agung Ngusaba Kadasa 2026 yang dilaksanakan di Madya Mandala Pura Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli pada Senin, 16 April 2026

BATUR – baliprawara.com
Pujawali Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur tahun Saka 1948/tahun 2026 dilaksanakan dari tanggal 20 Maret 2026 sd. Tanggal 16 April 2026. Adapun Ida Bhatari-Bhatara Sakti Batur akan nyejer selama 11 hari, dari tanggal 1 s.d. 12 April 2026.

Hal tersebut dinyatakan Jero Penyarikan Duuran Batur yang didampingi Jero Penyarikan Alitan Batur serta Prajuru Desa Adat Batur dalam Paruman Agung Ngusaba Kadasa 2026 yang dilaksanakan di Madya Mandala Pura Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli pada Senin, 16 April 2026. Seizin Pangemong Pura Ulun Danu Batur, Jero Gede Duhuran Batur, pihaknya menjelaskan rangkaian inti upacara tahunan tersebut bersama dengan imbauan-imbauan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam upacara, khususnya umat se-Dharma.

“Puncak upacara Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur tahun 2026 dilaksanakan pada 2 April 2026, dengan Ida Bhatara nyejer selama 11 hari. Adapun rangkaian intinya dilakukan pada tanggal 1 April 2026 yang dijadwalkan sebagai waktu Ida Bhatari-Bhatara katuran Bakti Pangodal, Bakti Pangangsuh, dan Pepada Wewalungan, tanggal 2 April 2026 sebagai Puncak Upacara, 3 April 2026 sebagai upacara Wayon Agung dan Pepada Penek, serta tanggal 4 April 2026 yang dilaksankaan ritual Nebengin (Maican-Ican), Ngabuangin (Maberas Gunung Sari), dan Maider Gita,” katanya.

Ia merinci, pada 20 Maret 2026 akan dilaksanakan upacara Netegang Karya. Selanjutnya, tanggal 29 Maret 2026 dilaksankaan upacara Pujawali di Pura Gunalali, dan tanggal 31 Maret 2026 dilaksanakan Pujawali di Merajan Agung Bukitan-Bukutan.

Tanggal 1-4 April 2026 dilaksanakan inti upacara sebagaimana disebutkan. Selanjutnya dari tanggal 5 s.d. 11 April 2026 dilaksanakan Bakti Panganyar dari masing-masing kabupaten/kota. Tanggal 12 April 2026 dilaksanakan Bakti Pepranian yang sekaligus Ida Bhatari-Bhatara katuran ngeluhur. Pada tanggal 15 April 2026 akan dilaksanakan rangkaian ritual Lunga ke Pura Dalem Balingkang, sedangkan sebagai pamungkas pada 16 April 2026 dilaksanakan upacara Bakti Patetami.

See also  Tembok Garasi Roboh Timpa Dua Mobil dan Sepeda Motor di Karangasem

“Kami mengimbau umat se-Dharma untuk bisa mengikuti dan mendukung pelaksanaan Ngusaba Kadasa sesuai dengan apa yang sudah kami koordinasikan dengan berbagai pihak terkait, seperti kepolisian, TNI, dan Pemda. Pemedek kami imbau untuk tetap menjaga kebersihan wewidangan Ida Bhatari dengan meminimalisasi penggunaan sampah plastik,” katanya.

Apabila ingin memohon tirta Ida Bhatari, pihaknya mengimbau pemedek untuk membawa tempat tirta tidak sekali pakai. “Kami tidak lagi menyediakan plastik, jadi mohon membawa tempat tirta yang bisa digunakan lebih dari sekali,” katanya.

Selain itu pihaknya juga membuka peluang bagi seluruh umat se-Dharma yang memiliki keinginan untuk ngayah selama pelaksanaan upacara. “Apabila ada para bhakta yang ingin ngayah, baik ngayah dalam konteks ngaturang karya ataupun ngayah wewalen bisa menghubungi panitia sehingga bisa dikondisikan dan dijadwal,” pungkasnya.

Rekayasa Lalu Lintas
dan Penataan Kawasan Jabaan

Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten, Made Ari Pulasari, mengimbau kepada masyarakat untuk mengikuti dan menaati berbagai ketentuan perarem Desa Adat Batur serta aturan-aturan yang berkenaan dengan pelaksanaan Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur.

“Kami mengimbau pemedek untuk mengikuti dan menaati aturan lalu lintas terkait jalur-jalur pamedek yang tangkil ke Pura Ulun Danu Batur. Karena keterbatasan parkir dan jalur lalu lintas, kami dari Pemerintah Kabupaten Bangli bersama Polres dan Kodim telah membuat rekayasa lalu lintas untuk menjaga kelancaran lalu lintas,” katanya.

Sejalan dengan hasil Paruman Desa Adat Batur, pihaknya juga menyoroti aktivitas pedagang yang setiap tahun berjalan. Berdasarkan pengalaman-pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, pihaknya mengimbau semua pihak untuk bisa menjaga kenyamanan bersama.

“Pihak-pihak yang akan melakukan aktivitas seperti berdagang diharap untuk bisa menaati ketentuan, karena desa adat telah membuat aturan untuk berjualan sehingga tidak mengganggu aktivitas pamedek,” kata dia.

See also  Hadir di Bali, TREVO Siap Beri Layanan Terbaik Bagi Wisatawan Dukung Pemulihan Ekonomi

Hal senada terkait lalu lintas juga dinyatakan Kapolsek Kintamani, Kompol Made Dwi Puja Rimbawa berharap masyarakat, tanpa kecuali dapat mengikuti ketentuan rekayasa lalu lintas yang telah disiapkan pihaknya. “Saya Kapolsek Kintamani nmengimbau masyarakat yang akan melaksanakan persembahyangan di Pura Ulun Danu Batur agar mengikuti rekayasa yang sudah kami siapkan. Semoga kegiatan lancar dan sukses,” tegasnya. (MBP2)

Redaksi

Related post