Rapat Pleno PKB ke-47, Gubernur Koster Atensi Beberapa Hal, Apa Saja?
Suasana rapat pleno PKB dipimpin Gubernur Koster, Kamis (5/6)
DENPASAR – baliprawara.com
Menjelang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII (ke-47) yang berlangsung 21 Juni hingga 19 Juli 2025, panitia menggelar rapat pleno yang dipimpin langsung Gubernur Bali, Wayan Koster, Kamis (5/6) di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali.
Ada beberapa penekanan Gubernur Koster dalam rapat pleno tersebut, di antaranya terkait dengan pentingnya komitmen menjaga dan melestarikan budaya, kebersihan, kuliner, keamanan, kenyamanan dalam pelaksanaan PKB.
Terkait dengan pembukaan PKB, Gubernur Koster sudah bersurat ke Presiden Prabowo. Pihaknya mengaku terus memantau mengenai kehadiran Presiden.
Diharapkan Presiden bisa hadir atau menugaskan menterinya membuka PKB ke-47.
Koster merasa bangga dan berterima kasih kepada para pendahulu yang telah mencetuskan PKB. Pun, sampai saat ini
Pesta Kesenian Bali tetap bisa dilaksanakan. Itu semua tak lepas dari peran para pencipta seni, praktisi seni, penari, penabuh, dan seniman lainnya. Kemudian peran partisipan, fasilitator, pensupport pelaksanaan PKB dan sebagainya. Tak kalah pentingnya adalah peran penonton. Tanpa penonton, bisa dibayangkan seperti apa kondisi panggung-panggung PKB.
Empat hal itu terus ada, sehingga PKB tetap eksis sampai kini.
“PKB selalu bergairah, dipadati penonton. Artinya, yang mencipta karya, yang menari, menabuh, yang mensuport, dan yang menonton tetap ada,” ujarnya sembari menyebut dirinya selalu melakukan observasi pada setiap event PKB, sehingga ke depan bisa diperbaiki.
Ia pun berkomimen untuk meningkatkan anggaran PKB pada tahun 2026 mendatang. Sebab, berdasarkan laporan Panitia PKB yang Kadis Kebudayaan Bali Prof. Arya Sugiarta, ada beberapa daerah yang tidak bisa mengikuti semua materi PKB karena terbentur anggaran, seperti Kabupaten Jembrana, Buleleng, dan Karangasem.
Ke depan menurut Koster hal itu harus dievaluasi dan Pemprov mesti mensupport anggaran lebih besar ke daerah itu agar bisa mengikuti semua materi.
Tegas Koster, komitmen besar pada pelestarian dan pengembangan seni budaya mesti dilakukan. Sebab, tanpa budaya, aspek kehidupan yang lain bisa merosot, termasuk aspek ekonomi. Ekonomi kreatif muncul dan bergairah karena budaya. “Jadi, jangan pelit urusan budaya, ” ujarnya.
Koster menilai, konten PKB dinilai sudah bagus, mempresentasikan tema. Demikian halnya keterlibatan unsur kelembagan dan personal yang ikut PKB juga meningkat.
Ekosistem PKB juga diharapkan mesti bagus. Keamanan, dan kenyamanan, menjadi atensi. Termasuk arus lalin menuju tempat pelaksaan PKB agar tak sampai macet.
Tal itu saja. Soal kuliner PKB juga menjadi atensi Gubernur Koster.
Ia mengharapkan agar kuliner PKB dijamin sehat. Karena itu perlu melakukan pengecekan melibatkan Badan POMl.
Koster juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dari sampah.
Dipastikan agar semua pihak tak menggunakan plastik sekali pakai. Sampah yang dihasilkan mesti dikelola dengan baik agar areal PKB tetap bersih dan indah. Apalagi sudah dicanangkan gerakan Bali bersih sampah.
Di sisi lain , Koster juga berharap pemberitaan PKB lebih lengkap dengan menampilkan seluruh rangkaian kegiatan bekerjasama dengan media massa, baik cetak, elektronik maupun media online. Humas perlu bekerja sama dengan grup media untuk menampilkan seluruh rangkaian materi di PKB.
Seniman daerah yang memang harus menginap di Denpasar untuk tampil di PKB mesti juga diatensi.
“Urus seniman daerah dengan baik, terkait kelayakan akomodasi dan konsumsinya, ” harap Gubernur Koster.
Kemudian para pengunjung PKB diharapkan berpakaian yang rapi. Tidak berpakaian yang tawah-tawah, karena PKB gelaran budaya.
(MBP2)