Selain Dominasi Wisman, Jatiluwih Mulai Dilirik Wisatawan Domestik Sebagai Destinasi Utama

 Selain Dominasi Wisman, Jatiluwih Mulai Dilirik Wisatawan Domestik Sebagai Destinasi Utama

TABANAN – baliprawara.com

Selama periode liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Objek Wisata Jatiluwih, Tabanan, Bali, mencatat tren positif kunjungan wisatawan. Yang mana, sebelumnya kawasan warisan budaya dunia ini didominasi oleh wisatawan mancanegara (Wisman), namun kini wisatawan domestik mulai melirik Jatiluwih sebagai destinasi utama.

Manajer Operasional Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, I Ketut Purna mengungkapkan bahwa kunjungan wisatawan domestik meningkat dari yang biasanya hanya sekitar 10%, kini peningkatan mencapai 15% bahkan lebih. Dikatakan, wisatawan domestik dimaksud mayoritas berasal dari Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia.

“Kami bersyukur, di bulan Desember ini kunjungan domestik meningkat tajam. Ini merupakan hasil kerja sama kami dengan pengelola media sosial untuk meningkatkan trafik Jatiluwih di ranah digital,” kata pria yang akrab disapa Jhon Purna, saat ditemui, di Jatiluwih, Jumat 2 Januari 2026.

Lebih lanjut dikatakan Jhon, untuk

Wisatawan mancanegara biasanya didominasi oleh Wisatawan dari Eropa dan Asia. Meski tren wisatawan domestik saat ini mulai naik, namun kata dia untuk wisatawan mancanegara tetap menjadi pasar utama DTW Jatiluwih dengan kontribusi sekitar 85-90%.

“Wisatawan asal Eropa, khususnya dari Prancis, Jerman, dan Italia, masih mendominasi. Selain itu, kunjungan dari negara-negara Asia seperti Singapura, Malaysia, dan India juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan,” bebernya.

Terkait jumlah kunjungan wisatawan, dari data yang dimiliki, pada musim sepi (low season), biasanya rata-rata kunjungan harian berkisar antara 700 hingga 1.000 orang. Sementara pada musim ramai (high season), angka tersebut melonjak hingga 1.500 sampai 2.000 kunjungan per hari.

Ia menuturkan bahwa, saat ini untuk Bali, isu sampah dan kemacetan, overtourism, masih menjadi tantangan besar di tengah peningkatan kunjungan wisatawan. Hal ini menurutnya berdampak langsung saat pihaknya melakukan promosi ke luar negeri.

See also  Serap Aspirasi dan Cari Solusi Berbagai Permasalahan, Bupati Sanjaya Rembug Bersama Masyarakat Jatiluwih

“Saat kami melakukan sales call ke Eropa, isu sampah dan kemacetan menjadi perhatian utama para calon wisatawan,” ucapnya.

Untuk itu pihaknya berharap kepada pemerintah untuk lebih tegas dalam menegakkan aturan pariwisata dan mencari solusi nyata atas kemacetan yang kian parah. Masalah transportasi ini disebut sangat menyulitkan agen travel dalam mengatur jadwal tur karena durasi perjalanan yang tidak lagi dapat diprediksi.

Terkait sampah, Jatiluwih mengklaim telah melakukan langkah mandiri dengan pengolahan sampah berbasis rumah tangga di tingkat desa, meski diakui masih perlu dukungan lebih lanjut dari pemerintah pusat maupun daerah untuk skala yang lebih besar. (MBP)

 

redaksi

Related post