Seleksi JPT Tabanan Diawasi Ombudsman, Tahap Wawancara Jadi Penentu
Tahapan Presentasi Makalah dan Wawancara pada Seleksi Terbuka JPT Pratama di Tabanan, Selasa 7 April 2026.(Ist)
Tahapan presentasi makalah dan wawancara pada seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan juga diawasi Ombudsman RI Perwakilan Bali. Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan proses seleksi berjalan transparan, akuntabel, serta berorientasi pada kepentingan publik.
Seleksi yang berlangsung di Graha Yadnya Jayaning Singasana, Desa Adat Kota Tabanan tersebut kini memasuki fase krusial. Tahap presentasi dan wawancara menjadi penentu dalam menjaring calon pejabat yang dinilai memiliki kapasitas dan visi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ketua Panitia Seleksi, I Gede Susila, menjelaskan bahwa tahap ini merupakan pendalaman terhadap gagasan yang telah dituangkan peserta dalam makalah. “Hari ini dilakukan penilaian makalah sekaligus wawancara untuk penajaman substansi yang disusun peserta,” ujarnya.
Tahapan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni Selasa, 7 April 2026 dan Kamis 9 April 2026, dengan masing-masing diikuti 10 peserta. Setiap peserta diberikan waktu 30 menit, terdiri dari 10 menit pemaparan dan 20 menit sesi pendalaman oleh tim penguji.
Tim panitia seleksi melibatkan unsur pemerintah dan akademisi, di antaranya perwakilan BKPSDM Provinsi Bali, akademisi Universitas Udayana, serta Kepala BRIDA Tabanan. Seluruh nilai peserta nantinya diakumulasi dari berbagai tahapan, mulai dari kompetensi, hasil asesmen, makalah, hingga wawancara.
Hasil akhir seleksi direncanakan diumumkan pada 9 April, namun masih bergantung pada hasil asesmen dari tingkat provinsi. “Jika penilaian asesmen mundur, maka pengumuman juga akan menyesuaikan,” imbuh Susila.
Menariknya, seleksi ini juga diikuti peserta dari luar daerah. Salah satunya Wendhy Wijayanto, pejabat dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), yang mencoba peruntungan untuk posisi Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Tabanan.
Dengan pengalaman 18 tahun di tingkat pusat, ia melihat Tabanan memiliki potensi besar, khususnya di sektor pertanian, UMKM, dan pariwisata berbasis alam. Ia pun menekankan pentingnya penguatan koperasi desa melalui integrasi program pusat dan daerah.(MBP/r)