SMA Negeri 12 Denpasar Boyong Dua Medali di IPITEX 2026 Bangkok, Raih Bronze dan Silver Medal
Tim dari SMA Negeri 12 Denpasar, sukses boyong dua medali di IPITEX 2026 Bangkok.
THAILAND – baliprawara.com
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa Indonesia di ajang internasional. Yang mana, dua tim dari SMA Negeri 12 Denpasar (SMANDAS) sukses mengharumkan nama sekolah dan bangsa dengan meraih medali pada ajang IPITEX 2026 (Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition) yang digelar pada 5–9 Januari 2026.
Kompetisi ilmiah berskala internasional tersebut berlangsung di Event Hall 100–104, Bangkok International Trade & Exhibition Centre (BITEC), Thailand, dan diikuti oleh ratusan inovator muda dari berbagai negara. Pada ajang bergengsi ini, SMAN 12 Denpasar mengirimkan dua tim penelitian yang masing-masing tampil dengan karya inovatif berbasis bahan alami.
Untuk TIM 1 SMANDAS, sukses meraih Bronze Medal melalui karya penelitian berjudul “AELORA: A Natural Deodorant from a Combination of Grapefruit Seeds (Citrus paradisi) and Aloe Vera (Aloe barbadensis miller) to Reduce Body Odor”. Karya ini mengangkat pemanfaatan kombinasi biji jeruk grapefruit dan lidah buaya sebagai deodoran alami untuk membantu mengurangi bau badan.
TIM 1 peraih Bronze Medal diwakili oleh empat siswa, yakni Elysia Sharlene Gautama, Michael Perangin Angin, Kadek Wina Cahaya Kirani, dan I Nyoman Dandy Christian Sucitra. Keempatnya terlibat langsung dalam proses riset, pengembangan produk, hingga presentasi di hadapan dewan juri internasional.
Sementara itu, TIM 2 SMANDAS juga mencatatkan prestasi dengan meraih Silver Medal lewat penelitian berjudul “Altur Patch: An Innovative Patch made from Aloe Vera and Turmeric Extract (Curcuma longa) as an Anti Acne”. Penelitian tersebut mengembangkan inovasi plester berbahan alami dari lidah buaya dan ekstrak kunyit yang difokuskan sebagai solusi perawatan jerawat.
Adapun TIM 2 peraih Silver Medal terdiri dari enam siswa, yaitu Ni Putu Eka Indira Sastrayani, Made Bagus Suardika, Janeeta Anindya Budiarto, Putu Gyana Kalyani Devi, Putu Malika Isvarya Devi, serta Komang Praja Wijaksa. Tim ini mengusung konsep inovasi kesehatan kulit berbasis bahan herbal yang mudah dijumpai di Indonesia.
Kedua tim tersebut mendapat pendampingan langsung dari para pembina, yakni Ni Wayan Adikana Wiandari Yadnya, S.Pd., M.Pd., yang selama proses persiapan hingga pelaksanaan lomba memberikan arahan akademik serta teknis penelitian.
Keikutsertaan para siswa dalam IPITEX 2026 menjadi bagian dari upaya sekolah untuk mendorong pengembangan riset, inovasi, serta keterampilan kolaborasi global di kalangan peserta didik.
Kegiatan IPITEX 2026 diawali pada 4 Januari 2026, di mana para peserta dari berbagai negara mulai menyiapkan booth untuk memamerkan produk penelitian masing-masing. Booth disusun secara kreatif untuk menampilkan keunikan dan keunggulan inovasi yang diusung.
Selanjutnya pada 5 Januari 2026, agenda dilanjutkan dengan opening ceremony, penilaian awal oleh dewan juri, serta kegiatan pameran (exhibition). Proses penilaian berlanjut pada 6 Januari 2026 dengan fokus pada evaluasi produk dan presentasi di booth.
Pada 7 Januari 2026, kegiatan penilaian produk tetap berlangsung bersamaan dengan exhibition dan workshop. Agenda serupa juga digelar pada 8 Januari 2026, yang menjadi salah satu momen penting bagi peserta untuk berinteraksi lintas negara. Puncak acara ditutup dengan Awarding Ceremony pada 9 Januari 2026, di mana para pemenang dari berbagai kategori diumumkan.
Menurut pembina, Ni Wayan Adikana Wiandari Yadnya, S.Pd., M.Pd., dalam proses penilaian, setiap tim mendapatkan satu booth khusus untuk memajang hasil penelitian mereka. Booth tersebut disiapkan secara menarik agar mampu menjelaskan konsep, manfaat, serta proses penelitian kepada pengunjung dan juri.
“Dewan juri melakukan penilaian dengan cara berkeliling dari satu booth ke booth lainnya. Setiap tim diwawancarai secara langsung terkait latar belakang penelitian, metode yang digunakan, hingga potensi pengembangan produk ke depan. Interaksi langsung ini menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian IPITEX,” katanya, dalam keterangannya, Jumat 9 Januari 2026.
Selain mengikuti kompetisi produk penelitian, siswa SMANDAS juga ambil bagian dalam workshop Global Project Based Learning 2026 yang diselenggarakan pada 7 dan 8 Januari 2026. Workshop ini mengharuskan peserta untuk bekerja dalam tim multinasional guna menyelesaikan permasalahan tertentu secara kolaboratif.
Dalam kegiatan tersebut, Elysia Sharlene Gautama bersama enam peserta dari negara lain berhasil meraih Excellent Award dan memperoleh hadiah sebesar 8.000 THB per tim. Sementara itu, Michael Perangin Angin bersama enam peserta internasional lainnya berhasil meraih Popular Vote dengan hadiah sebesar 5.000 THB per tim.
IPITEX 2026 diikuti oleh peserta dari berbagai belahan dunia. Selain Indonesia, negara-negara yang turut ambil bagian antara lain Thailand sebagai tuan rumah, Cina, Korea, Jepang, Polandia, Hongkong, India, Kuwait, dan sejumlah negara lainnya. Keikutsertaan peserta dari berbagai negara tersebut menjadikan IPITEX sebagai salah satu ajang pameran inovasi dan penelitian paling bergengsi di kawasan Asia.
“Perolehan medali silver dan bronze tingkat internasional ini tentu tidak lepas dari dukungan berbagai pihak terutama kepala sekolah dan orang tua/wali siswa,” ucapnya.
Kepala SMA Negeri 12 Denpasar I Putu Eka Yasdika S. Pd, M.Pd., dihubungi secara terpisah menyampaikan apresiasi dan rasa bangga yang setinggi-tingginya kepada para siswa dan pembina Karya Ilmiah Remaja SMA Negeri 12 Denpasar atas keberhasilan menorehkan prestasi di tingkat internasional. Capaian ini bukan hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa siswa SMA Negeri 12 Denpasar yang tergolong sekolah baru di Denpasar mampu bersaing, berpikir kritis, dan berinovasi di panggung dunia.
Prestasi ini kata Eka, lahir dari ketekunan, kerja keras, rasa ingin tahu, serta bimbingan pembina yang penuh dedikasi. Kegiatan riset dan penelitian yang dikembangkan melalui ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) telah menjadi wadah strategis untuk menumbuhkan budaya ilmiah, kreativitas, dan karakter unggul peserta didik. “Saya mendorong seluruh siswa SMA Negeri 12 Denpasar untuk tidak ragu berkarya, meneliti, dan berani bermimpi besar. Jadikan prestasi ini sebagai inspirasi bahwa riset bukan hanya milik perguruan tinggi, tetapi dapat dimulai sejak bangku SMA,” ucapnya.
Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada para pembina yang dengan penuh komitmen terus mendampingi dan menginspirasi siswa. “Semoga capaian ini menjadi pemantik semangat untuk melahirkan lebih banyak inovasi, prestasi, dan kontribusi nyata bagi negeri,” harapnya.
Keberhasilan SMA Negeri 12 Denpasar meraih Bronze dan Silver Medal di IPITEX 2026 sekaligus menambah daftar prestasi siswa Indonesia di tingkat internasional, khususnya dalam bidang riset dan inovasi berbasis sains dan teknologi. (MBP)