DENPASAR- baliprawara.com Ancaman ekstrimisme berbasis kekerasan tidak lagi bergerak secara konvensional. Ia masuk melalui ruang digital, menyasar anak dan remaja dengan memanfaatkan kerentanan psikologis, krisis identitas, dan lemahnya pengawasan sosial. Karena itu, pencegahannya perlu Read More