Tak Ada Orderan, Perajin Handicraft Berbahan Limbah Alam di Tabanan Tetap Berkarya 

 Tak Ada Orderan, Perajin Handicraft Berbahan Limbah Alam di Tabanan Tetap Berkarya 

TABANAN – baliprawara.com

Limbah alam berupa kayu dan batok kelapa, ternyata bisa menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi tinggi ditangan I Made Endi Suryanta (26). Namun semenjak ditutupnya objek wisata di Bali pada masa pandemi Covid-19, penghasilannya menurun drastis. Kini karyanya hanya dipajang dan berdebu, menunggu situasi kembali normal.

Ditemui di kediamannya di Jalan Sriwijaya no. 18 Tabanan, Endi Suryanta menuturkan, handycraft ini berawal dari banyaknya limbah alam di bantaran sungai di desanya pada tahun 2017. Biasanya warga setempat memungutnya hanya untuk kayu bakar. Ia kemudian mempunyai inisiatif untuk menyulap limbah tersebut menjadi karya yang bernilai ekonomis.

“Daripada dibuang begitu saja, tergeletak nggak terpakai, saya berpikir usahakan, siapa tahu bisa jadi penghasil lebih yang ada uangnya. Lalu saya coba ambil kelapa, kayu kayu usang, saya coba membikin kreasi seperti karakter burung, monyet, lampu tidur dan sebagainya,” katanya.

Selain bahan baku dari serabut, batok kelapa dan kayu usang, karyanya juga berbahan dari bambu bekas. Handycraft yang dihasilkan berupa Lampu hias, gantungan kunci, tempat dupa, tempat tisu, canting, tempat tirta, asbak, pot anggrek, caratan dan tempat camilan. Karyanya dipasarkannya lewat online.

“Saya pasarkan lewat Facebook, IG, dari mulut ke mulut, pameran juga yang dibantu Dinas Koperasi Provinsi Bali dan festival-festival. Untuk harga dari Rp 5.000 sampai ratusan ribu, menurut jenis barang,” ujarnya.

Diakuinya, untuk saat ini permintaan mengalami penurunan, karena artshop yang menjadi titipan karyanya sudah tutup. Di masa pandemi ini, handicraft limbah alam Seraya Bali miliknya, yang laku tidak mencapai puluhan, bisa dihitung dengan jari. “Saya berharap semoga Covid-19 cepat berlalu biar untuk penjualan dapat meningkat lagi. Sedikit tidaknya berkarya tetap jalan sambil menunggu ada yang mengorder,” imbuhnya. (MBP6)

See also  Status Karantina Wilayah Dicabut, Desa Abuan Mulai Situasi New Normal

prawarautama

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *