Tembok Penyengker Rumah Warga di Batuan Sukawati Roboh, Mobil Ikut Tergerus
Tembok penyengker rumah warga di Batuan Sukawati Roboh.
GIANYAR – baliprawara.com
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Gianyar, memicu terjadinya bencana alam. Kali ini, sebuah tembok penyengker milik warga di Banjar Jungut, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, dilaporkan ambruk hingga menyebabkan bagian garasi rumah mengalami kerusakan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 19 Mei 2026 yang dilaporkan sekitar pukul 10.15 Wita dan langsung mendapat perhatian aparat kepolisian setempat. Kerusakan cukup parah terlihat pada sisi timur bangunan yang berbatasan langsung dengan aliran sungai. Rumah yang terdampak diketahui milik I Ketut Sutiara yang saat ini tinggal sementara di wilayah Banjar Jungut, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati.
Kejadian itu pertama kali diketahui korban saat terbangun dari tidurnya pada Selasa dini hari sekitar pukul 01.00 Wita. Saat itu, korban mendengar suara gemuruh cukup keras yang berasal dari arah timur rumahnya.
Karena curiga dengan suara tersebut, korban segera melakukan pengecekan ke luar rumah. Setelah diperiksa, korban mendapati tembok penyengker sepanjang kurang lebih 15 meter telah roboh dan materialnya menghantam area garasi hingga menyebabkan bagian tersebut tergerus.
Melihat kondisi itu, korban langsung meminta bantuan warga sekitar untuk mengevakuasi sejumlah barang yang masih bisa diselamatkan dari lokasi terdampak. Selain merusak bagian garasi, kejadian ini juga berdampak pada satu unit kendaraan roda empat yang sedang terparkir di lokasi. Mobil jenis Panther berwarna biru milik korban dilaporkan ikut terkena material runtuhan tembok.
Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Meski demikian, kerugian material yang dialami korban ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta akibat kerusakan pada bangunan dan kendaraan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, robohnya tembok penyengker diduga kuat dipicu kondisi tanah di bagian bawah pondasi yang terkikis akibat tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.
Lokasi tembok yang berada tepat di sisi timur rumah dan berbatasan langsung dengan sungai membuat struktur tanah lebih rentan mengalami pengikisan saat debit air meningkat. Akibat kondisi tersebut, pondasi tidak lagi mampu menopang beban tembok secara maksimal hingga akhirnya runtuh dan merusak bangunan di sekitarnya.
Begitu menerima laporan dari warga, jajaran Polsek Sukawati bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal.
Petugas yang datang ke lokasi dipimpin langsung oleh Pawas Polsek Sukawati IPDA I Wayan Agustiana, S.Kom., didampingi AIPTU I Wayan Sukardi bersama personel piket fungsi.
Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pengamanan area kejadian untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan serta mendata keterangan saksi maupun korban.
Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar untuk langkah penanganan lebih lanjut.
Petugas turut menghubungi layanan mobil derek guna mengevakuasi kendaraan milik korban yang terdampak reruntuhan agar dapat segera dipindahkan dari lokasi berbahaya. Langkah cepat tersebut dilakukan agar proses penanganan berjalan aman dan lancar serta meminimalkan potensi kerusakan tambahan.
Pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam yang bisa terjadi sewaktu-waktu, khususnya di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Gianyar.
Curah hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus dinilai berpotensi memicu longsor, pohon tumbang, hingga kerusakan infrastruktur rumah warga, terutama pada bangunan yang berada di dekat aliran sungai atau lereng rawan abrasi.
Masyarakat diminta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan tanda-tanda kerusakan struktur bangunan atau kondisi tanah yang berpotensi membahayakan keselamatan. Dengan kesiapsiagaan bersama, dampak bencana akibat cuaca ekstrem diharapkan dapat diminimalkan sehingga keselamatan warga tetap terjaga. (MBP)
