Ternyata Ini Pemicu Angin Kencang di Bali

 Ternyata Ini  Pemicu Angin Kencang di Bali

Denpasar – baliprawara.com
Angin kencang yang terjadi belakangan ini di wilayah Bali, ternyata dipicu oleh fenomena siklon tropis Claudia. Akibatnya, selain angin kencang, tentu juga berdampak pada tingginya gelombang laut.

Untuk itu, BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak yang ditimbulkan. Terutama masyarakat yang beraktifitas di kawasan pesisir.

Menurut Kepala Bali Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III Denpasar, M. Taufik Gunawan, aktifnya pola tekanan rendah di Belahan Bumi Selatan (BBS) mengakibatkan siklon tropis “Caudia” di Samudera Hindia Laut Australia. Kondisi ini memberikan dampak terhadap peningkatan kecepatan angin terutama di wilayah Bali bagian selatan. “Suhu muka laut di sekitar wilayah Bali berkisar antara 29-31 derajat celsius. Kondisi air laut yang cukup hanya memberikan kontribusi penguapan yang cukup untuk pembentukan awan-awan hujan. Masa udara bahasa terkonsentrasi dari lapisan permukaan hingga lapisan 850 mb (1.500m),” katanya, Senin (13/1/2020).

See also  ABK Kapal MV Andalucia, Dievakuasi Tim SAR Akibat Patah Tangan

Sementara prediksi cuaca tiga hari ke depan dari tanggal 13-15 Januari 2020 yakni secara umum cuaca berawan. Berpeluang hujan dengan intensitas ringan-sedang secara tidak merata di sebagian besar wilayah Bali. Angin umumnya bertiup dari arah barat daya-barat dengan kecepatan berkisar antara 9-40 Km/jam. Tinggi gelombang laut di perairan Utara Bali berkisar antara 0,5 -1,5 meter, di perairan Selatan Bali berkisar antara 1-3 meter, di Selat Bali berkisar antara 0,5 -2,5 meter dan di Selat Lombok berkisar antara 0,5-2,5 meter.

Peringatan dini perlu diwaspadai hujan lebat disertai kilat/petir di sebagian besar wilayah Bali selam periode musim hujan, potensi angin kencang terutama di Bali bagian selatan, serta tinggi gelombang laut yang dapat mencapai 2 meter atau lebih di sekitar Selat Bali bagian selatan, selat Badung, selat Lombok, dan Samudera Hindia Selatan Bali. Masyarakat nelayan dan pelaku wisata Bahari mewaspadai angin kencang dan tinggi gelombang laut yang mencapai 2 meter atau lebih di sekitar perairan Selatan Bali. “Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana seperti kilat/petir, angin kencang secara tiba-tiba, pohon tumbang, genangan air, banjir dan tanah longsor,” pungkasnya.

See also  Baru 27 Orang PMI Menjalani Karantina

Berdasar dari prakiraan cuaca BMKG. Kondisi cuaca umum saat ini berawan. Berpotensi hujan ringan-sedang secara tidak merata sebagian wilayah Bali. Suhu udara berkisar antara 23-33 derajat celsius, dengan kelembaban udara berkisar antara 65-95 persen. Angin umumnya bertiup dari arah barat daya-barat dengan kecepatan berkisar antara 9-40 Km/jam. Tinggi gelombang laut di perairan utara Bali berkisar antara 0,5-1,5 meter, perairan Selatan Bali berkisar antara 1-3 meter, di selat Bali berkisar antara 0,5 – 2,5 meter, dan di Selat Lombok bekisar antara 0,5-2,5 meter. “Kondisi ini disebabkan oleh sebagian besar wilayah Bali telah memasuki periode musim hujan,” tambahnya. (praw1)

See also  DPRD Badung Datangi Boshe VVIP Club, Pastikan Kepatuhan Regulasi dan Kebijakan

prawarautama

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *