Tingkatkan Sraddha dan Bhakti, WHDI Kota Kupang Gelar Workshop Pembuatan Banten Pejati
BANTEN PEJATI – WHDI Kota Kupang menyelenggarakan workshop pembuatan Banten Pejati di D’Art Cafe dan Gallery Kupang, Sabtu (13/12/2025).
KUPANG – baliprawara.com
Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Kupang, sukses menyelenggarakan workshop bertema “Peningkatan Sraddha (keyakinan) dan Bhakti (pengabdian) melalui Pembuatan Banten Pejati”, di D’Art Cafe dan Gallery Kupang, Sabtu (13/12/2025). Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 100 ibu-ibu dan mahasiswi Hindu di Kota Kupang tersebut berlangsung penuh semangat dan antusiasme tinggi.

Workshop ini bertujuan untuk membekali perempuan Hindu dengan pemahaman mendalam mengenai salah satu sarana utama persembahyangan, yaitu Banten Pejati, dari segi makna, filosofi, hingga praktik pembuatannya.
Pemahaman Filosofi Mendalam
Acara diawali dengan penyampaian materi utama oleh narasumber kehormatan, Ida Rsi Istri Manuaba. Beliau menjelaskan secara komprehensif tentang makna Pejati, filsafat di balik setiap komponennya, serta tata cara yang benar dalam membuat dan menghaturkan banten tersebut. Pendalaman filosofis ini sangat penting agar upakara yang dipersembahkan tidak hanya sekadar ritual fisik, tetapi juga didasari oleh pengetahuan dan keyakinan yang kuat.
Ida Rsi Istri Manuaba didampingi oleh beberapa pinandita istri dan serati banten (ahli membuat banten) Kota Kupang, siap memandu jalannya sesi praktik.
Perempuan Hindu Wajib
Tingkatkan Pengetahuan
Dalam sambutannya, Ketua WHDI Kota Kupang, dr. Shinta Widari, menekankan pentingnya peran perempuan Hindu dalam melestarikan dan mengembangkan ajaran agama.
”Sebagai perempuan Hindu, kita harus terus meningkatkan pengetahuan tentang agama, bukan hanya sekadar masalah upakara dan upacara, tetapi juga makna dan filsafat yang terkandung dalam setiap upakara dan yadnya. Ajaran Hindu yang sangat luhur dan indah mesti terus diajarkan dan dikembangkan, dimulai dari keluarga,” ujar dr. Shinta Widari.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Hindu Kementerian Agama Kota Kupang turut menyampaikan apresiasi. Beliau mengucapkan terima kasih kepada WHDI Kota Kupang karena telah merealisasikan program pembinaan umat Hindu melalui workshop yang sangat bermanfaat ini.
Sesi Praktik yang Antusias
Setelah sesi materi oleh Ida Rsi, peserta langsung dibagi menjadi empat kelompok. Setiap kelompok dibimbing oleh satu orang pinandita istri atau serati banten untuk melakukan praktik langsung pembuatan Banten Pejati. Sesi praktik ini berlangsung meriah, menunjukkan tingginya minat para peserta.
Salah satu peserta workshop, dr. Nanin, mengungkapkan rasa senangnya. “Kami sebagai ibu-ibu Hindu yang berasal dari berbagai latar suku dan agama sebelumnya (Dharmika), sangat senang bisa mempelajari apa yang dimaksud dengan Pejati, bagaimana cara membuat, dan menghaturkannya,” tutur dr. Nanin, mewakili antusiasme peserta lain.
Acara yang berlangsung sukses dan penuh keakraban ini ditutup dengan sesi foto bersama, mengabadikan momen kebersamaan dan semangat peningkatan spiritualitas di antara ibu-ibu Hindu Kota Kupang. (MBP2)