Usai Tawur Agung Manca Wali Krama, Desa Adat Songan Apresiasi Semangat Gotong Royong Krama

 Usai Tawur Agung Manca Wali Krama, Desa Adat Songan Apresiasi Semangat Gotong Royong Krama

Desa Adat Songan apresiasi semangat gotong royong krama. (ist)

BANGLI – baliprawara.com

Setelah Ida Sesuhunan masineb, Paduluan, pemangku, panitia karya, dan krama pangempon Desa Adat Songan menyampaikan rasa syukur serta terima kasih atas suksesnya pelaksanaan Karya Tawur Agung Manca Wali Krama di Tri Kahyangan Jagat Pura Hulundanu Batur, Kintamani, Bangli.

Seluruh rangkaian yadnya berlangsung lancar, tertib, dan khidmat berkat dukungan berbagai pihak. Partisipasi masyarakat melalui tenaga, pikiran, maupun materi menjadi bagian penting dalam menyukseskan upacara keagamaan tersebut.

Semangat ngayah dan menyama braya juga terlihat dalam keterlibatan krama selama persiapan hingga pelaksanaan karya. Kebersamaan ini menjadi wujud tanggung jawab masyarakat dalam menjaga tradisi adat dan budaya Bali.

Jero Mangku Gede Hulundanu Batur Luwuran menyampaikan apresiasi kepada seluruh krama Desa Adat Songan yang telah tulus mengambil bagian dalam setiap tahapan upacara.

“Semangat kebersamaan yang ditunjukkan krama menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan karya besar yang memiliki makna penting bagi kehidupan spiritual dan pelestarian tradisi adat serta budaya Bali,” katanya, Selasa 13 Oktober 2026.

Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, sulinggih, serta seluruh pihak yang memberikan dukungan. Apresiasi juga diberikan kepada umat dan pamedek yang tangkil untuk menghaturkan bhakti, termasuk pihak yang membantu menjaga keamanan, ketertiban, kelancaran lalu lintas, dan kenyamanan selama upacara berlangsung.

Menurutnya, keberhasilan karya tidak hanya dilihat dari selesainya seluruh rangkaian upacara, tetapi juga dari kuatnya persatuan dan ketulusan pengabdian yang tumbuh di tengah masyarakat.

Melalui yadnya tersebut, krama berharap nilai dharma, gotong royong, dan rasa saling menyayangi dapat diwariskan kepada generasi penerus. Pelaksanaan karya juga diharapkan memperkuat sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta menjadi permohonan kerahayuan bagi masyarakat dan alam semesta.

Paduluan, pemangku, panitia, dan krama pangempon turut menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan atau hal-hal yang kurang berkenan selama rangkaian upacara berlangsung.

Setelah karya rampung, masyarakat berharap semangat kebersamaan yang terbangun dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari. “Semoga segala bhakti dan pengabdian yang telah dipersembahkan menjadi landasan bagi terciptanya jagat yang rahayu, damai, harmonis, dan sejahtera,” tambahnya. (MBP)

 

redaksi

Related post