Volume Lalu Lintas Tol Bali Mandara Tembus 20,2 Juta Kendaraan Sepanjang 2025, Kinerja PT JBT Tumbuh Positif
Ruas Jalan Tol Bali Mandara. (ist)
DENPASAR – baliprawara.com
Kinerja operasional dan finansial pengelola Ruas Tol Bali Mandara menunjukkan tren pertumbuhan yang kuat sepanjang tahun buku 2025. Peningkatan signifikan tercermin dari melonjaknya volume lalu lintas kendaraan yang melintasi jalan tol tersebut, seiring bertumbuhnya pendapatan perusahaan dan capaian layanan yang tetap terjaga maksimal.
Capaian ini dipaparkan dalam pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar PT Jasamarga Bali Tol (PT JBT) di Ballroom Maya Sanur Resort, Denpasar, Jumat, 22 Mei 2026. Agenda tahunan tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penegasan arah penguatan bisnis perusahaan dalam menghadapi pertumbuhan mobilitas di Bali.
Rapat tersebut dipimpin langsung Komisaris Utama PT JBT, Lisye Octaviana, dengan kehadiran seluruh unsur pemegang saham dari berbagai institusi strategis, mulai dari BUMN hingga pemerintah daerah yang selama ini menjadi bagian dari struktur kepemilikan perusahaan.
Pelaksanaan RUPST ini dihadiri oleh perwakilan PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Badung, PT Angkasa Pura Indonesia, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), hingga PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
Sepanjang tahun 2025, PT JBT berhasil mencatat total pendapatan sebesar Rp216,4 miliar. Angka tersebut meningkat 10,53 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang berada pada level Rp195,8 miliar.
Pertumbuhan pendapatan tersebut berjalan seiring dengan peningkatan laba operasional perusahaan. PT JBT membukukan EBITDA atau Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization sebesar Rp157,2 miliar. Nilai itu tumbuh 15,69 persen dibandingkan capaian tahun buku 2024.
Kenaikan EBITDA ini memperlihatkan bahwa strategi pengelolaan bisnis yang dijalankan perusahaan mampu mendorong efisiensi biaya sekaligus menjaga kualitas layanan. Perseroan menilai keberhasilan ini juga ditopang optimalisasi operasional serta konsistensi peningkatan standar pelayanan bagi pengguna jalan tol.
Dari sisi operasional, pertumbuhan paling menonjol terlihat pada volume lalu lintas kendaraan yang melintas di Ruas Tol Bali Mandara selama 2025. Secara total, volume lalu lintas tercatat mencapai 20.278.229 kendaraan sepanjang tahun. Jumlah ini meningkat 10,67 persen secara tahunan atau year-on-year dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika dirata-ratakan, lalu lintas harian mencapai 55.863 kendaraan per hari. Peningkatan ini menunjukkan semakin tingginya kebutuhan konektivitas masyarakat dan wisatawan yang memanfaatkan akses strategis Tol Bali Mandara sebagai jalur penghubung utama kawasan Bali selatan.
Pertumbuhan trafik tersebut menjadi indikator kuat pulih dan bertumbuhnya aktivitas ekonomi maupun sektor pariwisata di Pulau Dewata, yang selama ini menjadi salah satu penopang utama utilisasi ruas tol tersebut.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada periode libur panjang akhir tahun, PT JBT juga melakukan langkah antisipatif melalui penambahan fasilitas transaksi.
Sejak 22 Desember 2025, perusahaan mulai mengoperasikan tambahan dua unit Gardu Tol Otomatis (GTO) khusus kendaraan Golongan I non-bus di Gerbang Tol Benoa.
Kehadiran gardu tambahan ini dirancang untuk mempercepat proses transaksi sekaligus mengurai antrean kendaraan yang meningkat signifikan pada momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Selain fokus pada kelancaran lalu lintas, perusahaan juga terus memperkuat kualitas infrastruktur melalui berbagai program peningkatan mutu aset secara intensif.
Langkah tersebut menghasilkan capaian maksimal dalam pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM) dengan realisasi 100 persen sepanjang tahun buku 2025.
Capaian lain yang turut menjadi sorotan ialah tingkat kepuasan pelanggan. Berdasarkan hasil evaluasi internal, PT JBT meraih Indeks Kepuasan Pelanggan sebesar 5,68 dari skala 6,00.
Nilai tersebut menunjukkan respons positif pengguna jalan terhadap kualitas layanan yang diberikan perusahaan, mulai dari aspek kenyamanan berkendara, keamanan infrastruktur, hingga efektivitas pelayanan transaksi tol.
Dalam agenda RUPST tersebut, pemegang saham juga menetapkan perubahan susunan Dewan Komisaris. Saudara Kompyang Raka Swandika resmi diberhentikan dengan hormat dari jabatannya sebagai Komisaris perwakilan Pemerintah Kabupaten Badung efektif per 31 Mei 2026. Perusahaan menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan pengabdian yang telah diberikan selama masa jabatan yang bersangkutan dalam mendukung penguatan tata kelola PT JBT.
Sebagai penggantinya, RUPS mengangkat Saudara I Wayan Suweta sebagai Komisaris Perseroan yang mewakili Pemerintah Kabupaten Badung. Pengangkatan tersebut berlaku efektif mulai 1 Juni 2026 untuk masa jabatan sesuai ketentuan yang berlaku dalam anggaran dasar perusahaan.
Dengan perubahan itu, susunan pengurus PT Jasamarga Bali Tol kini terdiri atas tiga unsur Dewan Komisaris dan dua anggota Direksi.
Susunan Dewan Komisaris PT JBT
Komisaris Utama
Lisye Octaviana
Komisaris
Anak Agung Ngurah Maha Diptha
Komisaris
I Wayan Suweta
Susunan Direksi PT JBT
Direktur Utama
I Ketut Adiputra Karang
Direktur Keuangan
I Wayan Eka Saputra
Menutup rangkaian agenda tahunan tersebut, manajemen PT JBT menyampaikan penghargaan kepada seluruh pemegang saham, mitra kerja, masyarakat, serta pengguna jalan atas dukungan yang terus diberikan.
Perusahaan menegaskan komitmennya untuk menjaga pertumbuhan kinerja secara berkelanjutan, memperkuat implementasi tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance, serta menghadirkan konektivitas yang semakin andal bagi masyarakat Bali dan Indonesia secara umum.
Dengan pertumbuhan volume lalu lintas yang menembus lebih dari 20 juta kendaraan sepanjang 2025, PT JBT optimistis Ruas Tol Bali Mandara akan terus menjadi infrastruktur vital yang menopang mobilitas, ekonomi, dan pengembangan kawasan strategis nasional di Bali. (MBP)
