Wisatawan Australia Jadi Pengunjung Terbanyak ke Bali, Capai 1,1 Juta Orang hingga Agustus 2026
Suasana penumpang di Bandara Ngurah Rai. (ist)
MANGUPURA – baliprawara.com
Wisatawan asal Australia menjadi wisatawan mancanegara terbanyak yang tiba di Bali melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai selama Januari hingga Agustus 2026. Berdasarkan data Kantor Imigrasi Ngurah Rai, jumlah wisatawan Australia yang masuk ke Bali melalui salah satu bandara tersibuk di Indonesia tersebut mencapai 1,1 juta orang.
Angka tersebut menempatkan Australia di posisi teratas dalam daftar negara asal wisatawan mancanegara yang datang ke Pulau Dewata. Setelah Australia, wisatawan asal China tercatat sebanyak 418 ribu orang.
Sementara itu, wisatawan dari India menyusul dengan jumlah 363 ribu orang. Kemudian, Britania Raya mencatat 206 ribu wisatawan dan Korea Selatan sebanyak 203 ribu wisatawan.
Secara keseluruhan, sebanyak 4,7 juta wisatawan mancanegara tercatat tiba di Bali melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sepanjang delapan bulan pertama 2026. Tingginya jumlah wisatawan mancanegara tersebut sejalan dengan tingginya aktivitas penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Hingga Agustus 2026, bandara Ngurah Rai telah melayani sekitar 15,5 juta penumpang. Dari jumlah tersebut, sekitar 10 juta penumpang merupakan pengguna jasa penerbangan internasional, sedangkan 5,5 juta lainnya berasal dari rute domestik.
Untuk pergerakan pesawat, tercatat sekitar 94 ribu pergerakan hingga Agustus 2026. Rinciannya terdiri dari 52 ribu pergerakan pesawat internasional dan 42 ribu pergerakan pesawat domestik.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati, mengatakan tingginya jumlah penumpang menunjukkan aktivitas perjalanan menuju Bali masih tinggi.
“Dengan terdapat kurang lebih 64 ribu pergerakan penumpang per hari, kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan sepenuh hati kepada seluruh pengguna jasa bandara,” ucap Nugroho Jati.
Dari sisi konektivitas internasional, Singapura menjadi rute dengan jumlah pergerakan penumpang tertinggi selama Januari hingga Agustus 2026. Rute Singapura mencatat sekitar 1,7 juta penumpang atau 18 persen dari total penumpang internasional.
Kuala Lumpur berada di posisi berikutnya dengan sekitar 1 juta penumpang. Kemudian Perth mencapai 794 ribu penumpang, Melbourne 731 ribu penumpang, dan Sydney sebanyak 574 ribu penumpang.
Sementara pada penerbangan domestik, rute menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, menjadi yang paling banyak digunakan dengan sekitar 2,5 juta penumpang. Jumlah tersebut setara dengan 45 persen dari total penumpang domestik.
Rute Surabaya kemudian mencatat 865 ribu penumpang, disusul Labuan Bajo sebanyak 383 ribu penumpang, Lombok Praya 308 ribu penumpang, serta Makassar sebanyak 296 ribu penumpang.
Hingga akhir Agustus, Bandara I Gusti Ngurah Rai juga telah melayani 65 rute penerbangan. Sebanyak 41 rute merupakan rute internasional yang dilayani 44 maskapai, sedangkan 24 rute domestik dilayani 11 maskapai.
“Kedepannya, kami menargetkan adanya penguatan konektivitas udara, baik melalui pembukaan rute baru, penambahan maskapai baru, maupun penambahan frekuensi penerbangan yang tentunya akan semakin menambah opsi bagi para pengguna jasa untuk terbang di Bandara I Gusti Ngurah Rai,” jelas Nugroho Jati.
Selain memperkuat konektivitas penerbangan, pengelola bandara juga mengoperasikan Jembatan Penghubung Transfer Terminal Internasional-Domestik sejak 17 Agustus 2026. Fasilitas tersebut ditujukan untuk mempermudah proses perpindahan penumpang dari terminal internasional ke domestik maupun sebaliknya.
“Kemudahan yang hadir dari operasional jembatan penghubung ini berpotensi untuk memperkuat posisi Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sebagai hub penerbangan domestik maupun internasional,” tambah Nugroho Jati. (MBP)
