Trafik Penumpang Bandara Ngurah Rai Turun 3,7 Persen pada 16 Maret 2026
Suasana penumpang di Bandara Ngurah Rai.
MANGUPURA – baliprawara.com
Aktivitas penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada 16 Maret 2026 menunjukkan dinamika yang cukup beragam. Di satu sisi, jumlah penumpang harian mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun di sisi lain, pergerakan pesawat justru mengalami peningkatan, mencerminkan adanya penyesuaian operasional maskapai dalam menghadapi arus penumpang.
Berdasarkan data resmi yang disampaikan oleh pihak bandara, total penumpang yang dilayani pada tanggal tersebut mencapai 63.403 orang. Angka ini terdiri dari penumpang domestik dan internasional dengan komposisi yang cukup seimbang, meskipun sektor internasional masih mendominasi.
Menurut Gede Eka Sandi Asmadi, selaku Communication and Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, untuk penumpang domestik, tercatat sebanyak 27.630 orang yang terdiri dari 14.500 penumpang kedatangan dan 13.130 penumpang keberangkatan. Sementara itu, penumpang internasional mencapai 35.773 orang, dengan rincian 15.578 penumpang datang dan 20.195 penumpang berangkat.
“Total pergerakan penumpang pada 16 Maret 2026 tersebut mengalami penurunan sebesar 3,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencapai 65.817 penumpang,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu 18 Maret 2026.
Meski demikian, pergerakan pesawat justru menunjukkan tren positif. Total pergerakan pesawat pada hari tersebut mencapai 397 pergerakan (mov), meningkat 1,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 392 pergerakan.
Pergerakan pesawat domestik tercatat sebanyak 192 pergerakan, terdiri dari 94 kedatangan dan 98 keberangkatan. Sementara untuk penerbangan internasional mencapai 205 pergerakan, dengan rincian 100 kedatangan dan 105 keberangkatan.
“Dari sisi rute domestik, Jakarta (CGK) masih menjadi jalur paling sibuk dengan total 78 pergerakan. Disusul oleh Surabaya (SUB) sebanyak 29 pergerakan dan Lombok (LOP) dengan 16 pergerakan,” bebernya.
Sementara untuk rute internasional, Singapura (SIN) menduduki posisi teratas dengan 32 pergerakan. Kuala Lumpur (KUL) berada di posisi kedua dengan 28 pergerakan, diikuti Perth (PER) dengan 23 pergerakan.
Selain itu, terdapat tambahan penerbangan atau extra flight yang direalisasikan pada hari tersebut sebanyak 9 pergerakan. Seluruh tambahan penerbangan ini berasal dari rute domestik, dengan rincian 6 pergerakan dari Jakarta (CGK) dan 3 pergerakan dari Surabaya (SUB).
Jika dilihat secara kumulatif selama periode Posko Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung pada 13 hingga 16 Maret 2026, kinerja Bandara Ngurah Rai menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Total penumpang yang dilayani selama empat hari tersebut mencapai 252.058 orang. Jumlah ini terdiri dari 106.018 penumpang domestik dan 146.040 penumpang internasional.
Untuk penumpang domestik, tercatat 56.750 penumpang kedatangan dan 49.268 penumpang keberangkatan. Sementara pada sektor internasional, jumlah kedatangan mencapai 67.515 penumpang dan keberangkatan sebanyak 78.525 penumpang.
Rata-rata jumlah penumpang harian selama periode tersebut mencapai 63.015 penumpang per hari. Angka ini meningkat dibandingkan rata-rata tahun 2025 yang berada di angka 58.224 penumpang per hari.
Secara keseluruhan, pertumbuhan jumlah penumpang selama periode posko mencapai 8,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatatkan 232.895 penumpang.
Tidak hanya dari sisi penumpang, pergerakan pesawat selama periode Posko Lebaran 2026 juga menunjukkan peningkatan. Total pergerakan pesawat tercatat mencapai 1.589 pergerakan, naik 9,1 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 1.456 pergerakan.
Dari jumlah tersebut, pergerakan pesawat domestik mencapai 773 pergerakan, dengan rincian 384 kedatangan dan 389 keberangkatan. Sementara penerbangan internasional mencatatkan 816 pergerakan, terdiri dari 405 kedatangan dan 411 keberangkatan.
Rata-rata pergerakan pesawat harian selama periode ini mencapai 397 pergerakan per hari, meningkat dibandingkan rata-rata tahun sebelumnya yang berada di angka 364 pergerakan per hari.
Untuk rute domestik selama periode posko, Jakarta (CGK) masih menjadi rute dengan pergerakan tertinggi, yakni mencapai 310 pergerakan. Surabaya (SUB) berada di posisi kedua dengan 110 pergerakan, diikuti Lombok (LOP) dengan 76 pergerakan.
Sementara pada rute internasional, Singapura (SIN) kembali menjadi rute paling sibuk dengan 127 pergerakan. Kuala Lumpur (KUL) menyusul dengan 112 pergerakan, dan Perth (PER) dengan 89 pergerakan.
Tambahan Penerbangan Selama Posko
Selama periode empat hari Posko Lebaran 2026, terdapat realisasi extra flight sebanyak 26 pergerakan. Seluruh tambahan penerbangan ini berasal dari rute domestik.
Rute Jakarta (CGK) menjadi penyumbang terbesar dengan 18 pergerakan tambahan, sementara Surabaya (SUB) menyumbang 8 pergerakan tambahan.
Secara keseluruhan, kinerja pelayanan Bandara I Gusti Ngurah Rai selama periode awal Posko Lebaran 2026 menunjukkan tren yang positif. Meskipun terdapat penurunan jumlah penumpang harian pada 16 Maret 2026, akumulasi selama empat hari justru mengalami peningkatan signifikan.
Total penumpang mencapai lebih dari 252 ribu orang dengan pertumbuhan 8,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, pergerakan pesawat juga mengalami kenaikan sebesar 9,1 persen.
Data ini menunjukkan bahwa aktivitas penerbangan selama periode Lebaran tetap tinggi, dengan kontribusi utama berasal dari rute domestik populer seperti Jakarta dan Surabaya, serta rute internasional seperti Singapura dan Kuala Lumpur. (MBP)