Belum Genap 13 Tahun, Primakara University Sapu Bersih Akreditasi Unggul untuk Semua Prodi Infokom
Tiga prodi Infokom Primakara University raih akreditasi Unggul. (ist)
DENPASAR – baliprawara.com
Primakara University mencatatkan capaian penting dalam perjalanan pengembangan mutu pendidikannya. Tiga program studi bidang informatika dan komputer (Infokom) yang dimiliki kampus ini resmi meraih akreditasi Unggul dari LAM INFOKOM, yaitu lembaga akreditasi mandiri yang berwenang mengakreditasi program studi di bidang informatika, komputer, dan teknologi informasi di Indonesia.
Tiga program studi tersebut adalah Teknik Informatika, Sistem Informasi, dan Sistem Informasi Akuntansi. Ketiganya merupakan program studi awal yang telah menjadi fondasi Primakara sejak kampus ini masih berdiri dalam bentuk STMIK pada tahun 2013.
Capaian ini menjadi istimewa karena Primakara University masih tergolong sebagai perguruan tinggi yang sangat muda. Meski usianya belum genap 13 tahun, Primakara berhasil menunjukkan lompatan mutu yang progresif, konsisten, dan sangat sehat. Lebih membanggakan lagi, capaian ini menjadikan Primakara sebagai satu-satunya perguruan tinggi swasta di Bali yang memiliki seluruh program studi bidang infokom terakreditasi Unggul.
Rektor Primakara University, Dr. I Made Artana, S.Kom., M.M., mengaku bersyukur atas hasil yang diraih. Menurutnya, capaian ini adalah buah dari proses panjang yang dijalani dengan komitmen, kesabaran, dan konsistensi.
“Dulu untuk memikirkan atau mengkhayalkan untuk mencapai Unggul saja tidak berani. Tapi hari ini semua program studi infokom kita terakreditasi unggul,” ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, Kamis 23 April 2026.
Ia menjelaskan, perkembangan Primakara berjalan secara sehat, organik, dan mantap. Hal itu tercermin dari perjalanan akreditasi ketiga program studi tersebut yang terus menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu.
Pada akreditasi pertama tahun 2015, hanya dua tahun setelah kampus didirikan, ketiga program studi tersebut memperoleh peringkat C. Lima tahun kemudian, pada tahun 2020, hasilnya meningkat menjadi B. Lalu pada siklus akreditasi terbaru tahun 2026, seluruhnya berhasil mencapai peringkat Unggul.
“Primakara berproses dengan sangat sehat, organik dan mantap. Akreditasi yang asesmen lapangannya dilaksanakan akhir Maret sampai dengan awal April 2026 ini adalah akreditasi yang ke-3 untuk ketiga prodi tersebut,” kata Made Artana.
Baginya, perjalanan dari C, naik ke B, lalu kini mencapai Unggul bukan hanya menunjukkan peningkatan mutu, tetapi juga membuktikan bahwa kualitas dibangun melalui proses yang konsisten dan berkelanjutan.
Perlu diketahui, sistem penilaian akreditasi perguruan tinggi di Indonesia saat ini telah mengalami perubahan. Jika sebelumnya menggunakan kategori A, B, dan C, kini hasil akreditasi dinyatakan dalam klasifikasi Unggul, Baik Sekali, dan Baik. Dalam sistem yang baru ini, status Unggul merupakan capaian tertinggi.
Dekan Fakultas Teknologi Informasi dan Desain Primakara University, Dr. Ni Made Satvika Iswari, S.T., M.T., juga menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menilai hasil ini merupakan buah dari komitmen panjang terhadap mutu, budaya perbaikan berkelanjutan, serta kerja keras seluruh tim di lingkungan Primakara University.
Menurutnya, hasil luar biasa ini tidak datang secara instan, melainkan melalui perjalanan panjang yang dijalani dengan penuh kesungguhan. Karena itu, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim Primakara University yang telah mengupayakan yang terbaik hingga kerja keras tersebut terbayar lunas dengan capaian yang membanggakan.
Capaian ini sekaligus mempertegas posisi Primakara University sebagai kampus yang tumbuh cepat, inovatif, dan serius membangun kualitas. Di usia yang masih relatif muda, Primakara membuktikan bahwa komitmen terhadap mutu, visi yang jelas, dan semangat perbaikan yang konsisten dapat menghasilkan lompatan yang sangat berarti.
Bagi Primakara University, akreditasi Unggul bukan sekadar pengakuan formal. Lebih dari itu, capaian ini menjadi penegasan bahwa kampus harus terus menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan dengan perkembangan zaman, dekat dengan kebutuhan industri, dan mampu menyiapkan generasi muda menghadapi masa depan digital dengan lebih percaya diri. (MBP)