Lewat Lukisan, Subrata Gaungkan Pelestarian Lingkungan di Hotel The 1O1 Oasis Sanur
Subrata (tengah), GM The 1O1 Oasis Sanur Nyoman Astika (kanan) dan Marcom The 1O1 Oasis Sanur, Phay (kiri).
SANUR – baliprawara.com
Manakala bertandang atau menginap di Hotel The 1O1 Oasis Bali Sanur, mata anda akan dimanjakan sejumlah lukisan karya warna di lobi hotel tersebut. Lukisan berbagai objek itu merupakan karya Made Subrata, pelukis yang sehari-harinya seorang jurnalis. Dipamerkan mulai Sabtu 10 April hingga 10 Juni 2026, lukisan itu “mewartakan” keindahan alam dan budaya Bali.
Ada tujuh lukisan dipajang di hotel di kawasan pariwisata Sanur itu, berJudul: Sawah Teras Sering, Pohon dan Tiga Kijang, Pohon Kehidupan, Koi Formasi Sembilan, Ekspresi Wajah, Ekspresi Wajah 1 dan Kucing dan Mawar.
Jika diapresiasi lebih dalam, lukisan- lukisan itu sarat kandungan pesan pelestarian lingkungan. Lukisan Sawah Teras Sering misalnya, menampilkan keindahan hamparan padi di sawah berundag, dihinggapi burung-burung. Pesan yang ingin disampaikan Subrata lewat lukisan ini bahwa sawah sebagai penghasil padi, mesti dijaga kelestariannya dari alih fungsi. Sebab, belakangan, banyak sawah produktif justru beralihfungsi. Alihfungsi yang massif, dikhawatirkan berdampak pada ketahanan pangan dan terganggunya fungsi sebagai kawasan resapan air.
Demikian juga lukisannya berjudul Pohon Kehidupan, Subrata ingin mengingatkan bahwa pepohonan sebagai penghasil oksigen, mesti dirawat sepenuh hati. Hutan sebagai tempat bertumbuhnya pepohonan, mesti dijaga dengan baik, agar bencana banjir tak mudah terjadi.
Dalam karyanya berjudul Koi Formasi Sembilan, Subrata menempatkan pepohonan di atas ikan koi. Itu juga mengandung pesan bahwa pohon menjaga kelestarian air, sebagai sumber kehidupan ikan-ikan dan makhluk hidup lainnya. Ikan koi berjumlah sembilan, membetuk format angka sembilan sebagai objek lukisan, diyakini sebagai pembawa keberuntungan.

Sementara itu, lukisannya berjudul Ekspresi Wajah, Subrata mencoba menyuguhkan fenomena yang dihadapi masyarakat kekinian yang penuh tantangan atau cobaan hidup. Ekspresi wajah muncul beragam, ada yang memperlihatkan raut wajah yang sedih, gembira, stres dll. Dalam karya itu wajah-wajah dihiasi rangkaian “pepatran”, memberi pesan bahwa berbagai tantangan atau cobaan hidup tak kuasa dihindari. Maka, tetaplah dihadapi dengan hati yang penuh sukacita.


Beri Ruang bagi Pelukis
”Pameran ini bertujuan untuk memberikan ruang berkreasi kepada pelukis, sehingga mereka bisa menampilkan karya-karya terbaiknya,” kata General Manager The 1O1 Bali Oasis Sanur I Nyoman Astika, Selasa 21 April 2026.
Pameran seni lukis ini juga program dari PHM, manajeman yang mengelola The 1O1 Oasis Sanur yang memiliki tiga hal penting yaitu Stay, Eat, dan Experience. Ketiga program itu harus dikerjakan.
Stay itu di akomodasinya, Eat itu di restoran yang menyajikan menu-menu menarik serta sehat, dan Experience memberikan pengalaman tak terlupakan bagi wisatawan.
Pada Experience, sudah ada beberapa hal yang dilakukan, salah satunya memberikan kegiatan tradisional berupa majejahitan setiap Kamis. Termasuk pameran lukisan ini. Pameran ini, sebagai upaya memberikan pengalaman menarik bagi para wisatawan.
“Ketika mereka lewat di lobi hotel, akan melihat karya pelukis, sehingga memberikan nuansa berbeda kepada para tamu. Itu dua hal motivasi utama yang kami lakukan untuk memberikan ruang kepada pelukis dalam pameran ini,” paparnya.
Pameran ini rencana akan berangsung selama dua bulan. Jika dipandang perlu diperpanjang maka pameran berlangsung lebih lama. Pada pameran sebelumnya juga diperpanjang.
“Saya sudah minta pelukis lain untuk selanjutnya mengisi ruang pameran ini untuk menampilkan karya-karyanya,” harapnya.
Figur Pelukis
Subrata lahir di Desa Apuan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, 31 Desember 1965. Ia belajar melukis secara otodidak. Ia banyak terinspirasi dari karya pelukis Bali, seperti Bapak Tusan dan sang maestro pelukis Bapak Made Wianta, yang juga sepupu ibunya.
Subrata yang lulusan S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unud Singaraja, tahun 1989 ini tak terikat pada salah satu gaya lukisan. Terkadang ia melukis dengan gaya abstrak, ekspresionis, surealis dan bahkan gaya dekoratif. Objek dan temanya beragam. Namun, nuansa Bali-nya masih tetap kentara dalam karya-karyanya.
Pengalaman Pameran
Subrata sudah tercatat beberapa kali pameran lukisan sejak tahun 1990-an.
Tahun 1993, pameran bersama Sanggar Cung di Restoran Angsa Putih, Nusa Dua.
Tahun 1994, pameran bersama Kelompok Ragam Matra di Taman Budaya Denpasar.
Tahun 1997, pameran bersama Kelompok Ragam Matra di Hotel Bali Cliff Nusa Dua.
Tahun 2016, pameran tunggal dalam rangka seminar internasional di Gedung Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar.
Tahun 2017, pameran tunggal dalam rangka ‘’International Conference of Bioscience and Biotechnology (ICBB)’’ di Gedung Pascasarjana Universitas Udayana.
Tahun 2019, pameran bersama dalam rangka Berawa Beach Art Festival Festival, pameran bersama di Desa Tibubeneng, pameran bersama bertajuk Water Holi (c) di Lv8 Resort Hotel Berawa, Canggu, Badung, pameran bersama pelukis Maha Rupa Batukaru di Museum Subak Tabanan, dan pameran virtual bersama Maha Rupa Batukaru.
Tahun 2020, pameran virtual di Indonesian Art Community in America dan pameran bersama di Rumah Paros Sukawati Gianyar.
Tahun 2021, pameran bersama bertema Move On di Bidadari Art Space Mas Ubud, berkolaborasi dengan Lepud Art Management dan pameran bersama dalam rangka HUT Pascasarjana Unhi di gedung Pasca Unhi.
Tahun 2023, pameran bersama Komunitas Maha Rupa Batukaru di Santrian Art Gallery Sanur.
Tahun 2024, pameran bersama komunitas Gerakan Seni Rupa Bahagia di The Kayon Jungle, Bresela Gianyar, pameran bersama di ISI Bali dan pameran bersama Komunitas Maha Rupa Batukaru di salah satu villa di Pantai Pasut, Tabanan dan di Arts Space Batuan Gianyar.
Tahun 2025, pameran bersama di Rumah Berdaya, Sesetan, Denpasar.
(MPB2)