Buku “A Leaf of Bali” Karya Ye Lu, Angkat Pesona Tersembunyi Pulau Dewata

 Buku “A Leaf of Bali” Karya Ye Lu, Angkat Pesona Tersembunyi Pulau Dewata

Ye Lu dengna Buku “A Leaf of Bali”.

MANGUPURA – baliprawara.com

Bali selama ini identik dengan deretan destinasi yang telah mendunia seperti Kuta, Ubud, Seminyak, hingga berbagai kawasan wisata populer lainnya. Nama-nama tersebut menjadi wajah utama Pulau Dewata di mata wisatawan internasional dan terus menarik jutaan kunjungan setiap tahunnya.

Namun di balik ketenaran destinasi ikonik tersebut, Bali masih menyimpan banyak lokasi yang belum banyak tersentuh sorotan. Berbagai kawasan di pelosok kabupaten, desa wisata, hingga destinasi alam yang relatif sepi wisatawan justru menawarkan pengalaman berbeda yang belum tentu ditemukan di pusat-pusat wisata populer.

Potensi inilah yang menjadi perhatian penulis asal Zhejiang, Tiongkok, Ye Lu. Melalui buku berjudul “A Leaf of Bali”, ia berupaya memperkenalkan wajah Bali yang lebih luas kepada pembaca, termasuk sejumlah destinasi yang selama ini belum banyak dikenal wisatawan mancanegara.

Buku setebal sekitar 400 halaman tersebut tidak hanya membahas tempat-tempat yang sudah terkenal, tetapi juga menghadirkan berbagai lokasi yang masih jarang masuk dalam daftar kunjungan wisatawan asing. 

New Book Launch & Afternoon Tea di Grand Mirage Resort & Thalasso, Sabtu, 19 September 2026.

Melalui pendekatan itu, Ye Lu ingin menunjukkan bahwa daya tarik Bali tidak berhenti pada kawasan wisata yang selama ini mendominasi promosi pariwisata.

Dalam penyusunannya, buku tersebut menggunakan konsep yang memudahkan wisatawan menentukan tujuan perjalanan berdasarkan jarak tempuh dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. 

Destinasi dikelompokkan mulai dari lokasi yang dapat dicapai dalam waktu sekitar 30 menit, satu jam, satu setengah jam, hingga perjalanan dua sampai tiga jam dari bandara.

Pendekatan tersebut dinilai dapat membantu wisatawan merencanakan perjalanan secara lebih efektif. Selain itu, berbagai destinasi yang tersebar di sejumlah kabupaten di Bali juga turut dimasukkan sehingga pilihan wisata menjadi lebih beragam.

Menurut Ye Lu, keberadaan tempat-tempat yang belum terlalu populer justru menjadi kekuatan tersendiri bagi Bali. “Kawasan-kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk diperkenalkan lebih luas kepada wisatawan dari berbagai negara,” ucapnya.

Melalui bukunya, ia berharap wisatawan tidak hanya berfokus pada destinasi yang sudah terkenal, tetapi juga terdorong untuk mengeksplorasi wilayah lain yang menawarkan pengalaman berbeda.

“Semua tentang Bali, hanya untuk Bali. Bali harus jadi lebih dikenal di dunia,” ujar Ye Lu saat ditemui dalam acara New Book Launch & Afternoon Tea di Grand Mirage Resort & Thalasso, Sabtu, 19 September 2026.

Buku tersebut juga membawa pesan khusus bagi pasar wisatawan Tiongkok. Ye Lu berharap minat wisatawan dari negaranya untuk kembali berkunjung ke Bali dapat terus meningkat setelah sektor pariwisata sempat terdampak pandemi Covid-19.

Menurutnya, salah satu keunggulan Bali adalah kemampuannya menghadirkan berbagai jenis pengalaman wisata dalam satu k ok okmenegaskan bahwa menulis buku mengenai sebuah daerah bukan semata-mata untuk kepentingan bisnis atau penjualan. Baginya, sebuah karya harus lahir dari inspirasi dan kedekatan dengan tempat yang ditulis. Bahkan, ia mengaku pernah menolak tawaran menulis buku tentang Jakarta karena merasa belum cukup mengenal kota tersebut.

“Saya pikir untuk penulis bukan hanya cari profit, bukan hanya jual buku. Harus ada inspirasi,” ungkapnya.

A Leaf of Bali menjadi karya perdana Ye Lu. Ke depan, ia berharap dapat menghadirkan edisi lanjutan yang mencakup Lombok, Nusa Tenggara Barat, hingga Nusa Tenggara Timur. Menurutnya, Bali, NTB, dan NTT memiliki potensi besar untuk dipromosikan bersama sebagai destinasi yang saling melengkapi dan mampu menawarkan pengalaman wisata yang beragam bagi wisatawan dunia.

Untuk memperluas jangkauan pembaca, Ye Lu juga7 berharap bukunya dapat diterbit7kan dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia pada tahun mendatang. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkenalkan lebih banyak sisi Bali kepada pasar internasional sekaligus membuka peluang promosi yang lebih luas !+ destinasi-destinasi yang selama ini belum banyak dikenal. (MBP)

redaksi

Related post