Melasti Jelang Karya Agung di Pura Hulundanu Batur Diikuti Ratusan Krama Songan
Prosesi Ida Sesuhunan masucian di tepi siring Danau Batur serangkaian Karya Tawur Agung Manca Wali Krama di Pura Hulundanu Batur. (ist)
BANGLI – baliprawara.com
Kawasan Pura Segara di tepi Danau Batur, Jumat 18 September 2026, dipadati ratusan krama Desa Adat Songan, Kecamatan Kintamani, Bangli, untuk mengikuti prosesi Melasti. Upacara tersebut menjadi tahapan sebelum memasuki rangkaian utama Karya Tawur Agung Manca Wali Krama yang dipusatkan di Pura Hulundanu Batur.
Sejak pagi, masyarakat membawa berbagai sarana upacara dan mengiringi Ida Betara menuju lokasi penyucian. Kehadiran warga dalam jumlah besar menunjukkan kuatnya keterlibatan masyarakat adat dalam menjaga tradisi keagamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Melasti tidak hanya menjadi bagian dari persiapan upacara besar, tetapi juga dimaknai sebagai proses penyucian secara lahir dan batin sebelum memasuki tahapan yadnya berikutnya.
Ketua Umum Karya I Gede Darmawa menjelaskan bahwa dalam prosesi tersebut dilakukan penyucian pratima dan pralingga yang diiringi oleh krama Desa Adat Songan. Selain itu, Melasti juga bertujuan menyucikan alam semesta atau Bhuana Agung agar seluruh rangkaian karya dapat berlangsung dalam suasana yang harmonis dan penuh kerahayuan.
Pemilihan Pura Segara di kawasan Danau Batur bukan tanpa alasan. Danau Batur memiliki kedudukan penting bagi masyarakat sekitar, baik dari sisi spiritual maupun kehidupan sosial. “Karena itu, lokasi tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan ritual keagamaan yang berlangsung,” ucapnya.
Prosesi Melasti dipuput oleh tiga sulinggih, yakni Ida Pedanda Gede Buruan dari Griya Pasraman Manuaba Darma Saba, Ida Mpu Siwa Putra Dharma Daksa dari Griya Lingga Acala Desa Calo, serta Ida Pandita Dukuh Celagi Dhaksa Dharma Kirti dari Tembau, Denpasar.
Usai Melasti, rangkaian karya dilanjutkan dengan Pemendak Agung atau Mendak Siwi. Prosesi ini merupakan penjemputan Ida Betara dari sejumlah pura penyungsung untuk kemudian diiring menuju lokasi pelaksanaan karya.
Tahapan tersebut dipuput oleh tiga sulinggih lainnya, yakni Ida Pandita Mpu Celagi Dharma Kusuma dari Bungkulan, Ida Pandita Mpu Daksa Kamareka Manuaba dari Desa Tiga, dan Ida Rsi Bujangga Dharma Gosa dari Griya Gosa, Susut.
Seluruh pelaksanaan upacara juga didampingi para pemuput sesuai Kuna Dresta, melibatkan unsur Guru Kubayan, Jro Dasaran, Jro Balian, Jro Mangku Gede, Jro Mangku, hingga Jro Penyarikan. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi wujud pelestarian tata cara adat yang tetap dijaga oleh masyarakat Desa Adat Songan. (MBP)
