Festival Minawisata Kedonganan Bentuk Sinergi Blue Ekonomi dan Orange Ekonomi

Video pembukaan Festival Minawisata Kedonganan, Jumat (20/9/2019).

Mangupura (Bali Prawara) –
Festival Minawisata Kedonganan yang ke-2, resmi dibuka Wakil Bupati Badung, Ketut Suiasa, Jumat (20/9/2019) ditandai dengan pelepasan burung tekukur dan pelepasan anak penyu. Dalam kesempatan tersebut Wabup Suiasa juga menyerahkan sumbangan pribadi senilai Rp 10 juta.

Wabup Suiasa dalam sambutannya menyampaikan, Minawisata yang dilakukan Kedonganan merupakan bentuk sinergi antara blue ekonomi dan orange ekonomi. Hal itu dibuktikan dengan potensi laut yang dimanfaatkan nelayan dan dipergunakan untuk kegiatan lainnya.

Sementara kata Suiasa, orange ekonominya berupa pengelolaan hasil laut oleh kelompok masyarakat yang berbentuk warung, kafe, koperasi. “Kepaduserasian antara blue ekonomi dan orange ekonomi tersebut harus terus dikembangkan dan diperkuat, agar dikemudian hari mampu meningkatkan dan mempercepat tingkat kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Dikatakannya, pantai memiliki berbagai aspek nilai dalam kehidupan masyarakat di Bali. Yaitu fungsi religi, fungsi sosial dan sisi potensi ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat. Oleh karena itulah, mengelola, menjaga, melestarikan dan mengembangkan potensi pantai harus senantiasa dilakukan dengan baik. Sebab kegiatan tersebut sekaligus memperkuat jati diri masyarakat Bali yang berkaitan dengan pantai. “Untuk itu kita perlu aktif, inovatif dan kreatif dalam menggali dan mengembangkan potensi blue ekonomi (sisi bahari) ini. Apabila blue ekonomi ini bisa disinergikan dengan orange ekonomi (UMKM), maka ini akan saling memberikan perkuatan,” pungkasnya.

Karena itulah Pemkab Badung diakuinya akan selalu ada ditengah masyarakat, dalam mempertemukan dan mensinergikan blue ekonomi dan orange ekonomi. “Orange ekonomi merupakan fundamen ekonomi mendasar yang sangat kuat dan sulit digoyahkan oleh situasi ekonomi makro, sementara blue ekonomi adalah potensi masyarakat Badung,” ujarnya.

Pihaknya berharap kegiatan ini terus konsisten dilaksanakan. Karena festival tersebut memaduserasikan segala potensi yang ada dan elemen masyarakat di Kedonganan. Agenda festival tersebut merupakan amat penting dan strategis dalam kehidupan kemasyarakatan maupun promosi sektor pariwisata. “Kedepan Minawisata Festival Kedonganan diharapkan bisa di paket dalam festival Bahari kabupaten Badung,” katanya.

Bendesa Adat Kedonganan, Wayan Mertha pada kesempatan tersebut mengatakan, ada beberapa tujuan yang mendasari digelarnya Minawisata Festival. Pertama yaitu mengembangkan potensi sumber daya perikanan dan kelautan, serta pariwisata di wilayah Kedonganan, untuk dijadikan sebagai destinasi wisata berbasis perikanan dengan ekositemnya yang selanjutnya disebut Minawisata. Kedua, meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama para anggota nelayan dengan mendiversifikan kegiatan dan usahanya, dari hanya sekadar menangkap ikan. Ketiga, membangun dan mengembangkan jiwa kewirausahaan anak-anak muda Kedonganan, untuk nantinya mampu menjadi pengusaha-pengusaha muda kreatif dan memiliki daya saing tinggi dan unggul. Keempat, menggali dan mengembangkan nilai-nilai tradisi, seni, adat, budaya masyarakat agar dapat dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Serta kelima yaitu sebagai hiburan bagi masyarakat.

Sebagai wilayah yang brand imagenya identik dengan ikan, pihaknya mengaku terus membangun, memperbaiki, menata pasar ikan yang ada. Untuk nantinya dijadikan pasar ikan terbesar dan terbersih di Bali. Saat ini pihaknya terus berbenah, sehingga pada saatnya nanti pihaknya dengan bangga dapat mengundang wisatawan atau para purchasing manager seluruh hotel dan masyarakat luas, untuk datang ke pasar ikan Kedonganan. “Melalui Mina wisata festival ini kami juga terus membangun generasi muda agar memperhatikan potensi yang dimiliki di Kedonganan, agar bisa menjaga sumberdaya yang ada, serta mendorong jiwa enterpreunership pemuda, agar berani menjadi pebisnis,” harapnya.

See also  Demoday FSI 2022, Pelaku Ekraf Subsektor Kuliner Didorong untuk Berpikir Out of the Box

Turut hadir pada pembukaan yakni anggota DPRD Badung dapil Kuta, Ni Putu Yunita Oktarini dan Ni Luh Gede Sri Mediastuti. Kadisparda Badung sekaligus Plt Kadisnaklut Badung, Made Badra. Kepala Kesbangpollinmas Badung, Ketut Suendi. Camat Kuta, Nyoman Rudiarta, Camat Kuta Selatan, Made Widiana, Lurah, LPM, Bendesa dan tokoh masyarakat Kedonganan beserta undangan lainnya. (praw)

prawarautama

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *