Hujan Deras Tak Surutkan Semangat, Ogoh-Ogoh ST Bhuana Kusuma Siap Tampil di Badung Caka Fest 2026
Proses pemindahan ogoh-ogoh ST Bhuana Kusuma, Banjar Peken, Desa Adat Bualu, di bawah guyuran hujan, Senin 2 Maret 2026.
MANGUPURA – baliprawara.com
Suasana di Jalan Bypass Ngurah Rai, kawasan Nusa Dua, Senin malam, 2 Maret 2026, terlihat berbeda dari biasanya. Warga ST Bhuana Kusuma, Banjar Peken, Desa Adat Bualu, Kuta Selatan, Badung, berkumpul untuk persiapan pemindahan ogoh-ogoh.
Hujan yang mengguyur cukup deras tidak menyurutkan semangat mereka. Dengan mengenakan jas hujan, para warga bahu-membahu memindahkan ogoh-ogoh menuju kendaraan towing. Karya seni tersebut kemudian diberangkatkan menuju kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung sebagai bagian dari persiapan mengikuti ajang Badung Caka Fest 2026.
Ogoh-ogoh bertajuk “Manutur ini” yang diusung ST Bhuana Kusuma berhasil masuk nominasi terbaik zona 7 dalam Lomba Ogoh-Ogoh Kabupaten Badung 2026. Perwakilan dari Kuta Selatan tak hanya berasal dari Banjar Peken Bualu, tetapi juga dari Banjar Menesa serta Banjar Kangin Pecatu.
Sebanyak 21 ogoh-ogoh terbaik hasil seleksi dari tujuh zona akan tampil di Puspem Badung pada 6 hingga 8 Maret 2026. Seluruh peserta dijadwalkan mengikuti proses penilaian yang dipusatkan di kawasan Balai Budaya Giri Nata Mandala.
Ketua Panitia Badung Caka Fest 2026, Ida Bagus Agung Munika, menyampaikan bahwa berbagai persiapan teknis terus dikebut jelang pelaksanaan acara. Ia menjelaskan, penataan lokasi sudah dilakukan sejak beberapa hari sebelumnya. Perompesan dahan pohon dilakukan tiga hari terakhir untuk memastikan area aman dan representatif. Pemasangan alat tenda rigging mulai dilakukan sejak 28 Februari 2026, dengan target penyelesaian pada 3 Maret 2026.
Munika yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan Dinas Kebudayaan Badung menambahkan, pergerakan ogoh-ogoh dari masing-masing zona menuju lokasi pementasan dijadwalkan mulai 3 Maret 2026.
“Rencananya untuk tanggal 3 nike ogoh-ogoh dari zona 1 sudah bergerak dan juga zona 7 sudah bergerak. Semua ogoh-ogoh sudah harus dipajang tanggal 5 Maret,” ujarnya, Senin 2 Maret 2026.
Seluruh peserta diwajibkan memastikan karya mereka telah tiba dan dipajang di lokasi paling lambat 5 Maret 2026 sesuai jadwal yang telah ditentukan panitia.
Panitia juga menyiapkan tenda rigging dengan tinggi sekitar 7 hingga 8 meter guna mengantisipasi ukuran ogoh-ogoh peserta. Namun demikian, dalam ketentuan lomba telah ditetapkan bahwa tinggi ogoh-ogoh maksimal 6 meter.
Munika menegaskan, jika ada peserta yang melanggar ketentuan tersebut, maka konsekuensinya adalah diskualifikasi.
“Kalau tenda rigging yang kami siapkan tingginya 7 sampai 8 meter. Sedangkan dalam kriteria ogoh-ogoh tidak boleh lebih dari 6 meter. Kalau seandainya melebihi itu, kan kemarin dia harus diskualifikasi nggih,” tegasnya.
Menghadapi kondisi cuaca yang kurang bersahabat, panitia memastikan proses pengiriman ogoh-ogoh ke Puspem Badung tetap mendapat pengawalan. Koordinasi dilakukan dengan sejumlah pihak untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama perjalanan.
Munika menyebut pengawalan dilakukan oleh Dinas Perhubungan, kepolisian, camat se-Kabupaten Badung, serta Yowana Yowana Kabupaten Badung.
“Sesuai dengan arahan Bapak Bupati Badung, kami sudah mohon pengawalan dari Dinas Perhubungan, dan tentu saja juga dari pihak Kepolisian. Kami sudah memohon kepada camat se-Kabupaten Badung, Yowana Yowana Kabupaten Badung agar mengkondisikan keamanan dan ketertiban selama di perjalanan,” jelasnya.
Tahun ini, konsep pementasan ogoh-ogoh dibuat berbeda dibandingkan sebelumnya. Panitia menyiapkan panggung khusus sebagai arena atraksi bagi para peserta. Ogoh-ogoh nantinya akan bergerak dari lokasi pajangan, memutari Gedung Giri Nata Mandala, kemudian masuk dari arah barat untuk naik ke atas panggung.
“Ada tempat pementasan ogoh-ogoh. Nanti ogoh-ogoh start dari tempat dipajang memutari daripada gedung Giri Nata Mandala, lanjut masuk dari arah barat naik ke stage,” ungkap Munika.
Di atas panggung, peserta akan menampilkan fragmen tari serta atraksi ogoh-ogoh. Setiap peserta diberikan waktu 20 menit sejak persiapan hingga tampil di panggung, sementara waktu penilaian efektif berlangsung sekitar 5 hingga 10 menit. Lomba ogoh-ogoh dalam rangka Badung Caka Fest 2026 ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari berturut-turut, mulai pukul 18.00 hingga 22.00 Wita. (MBP)