Jejak Sepak Bola dari Kampung Menuju Panggung Dunia dalam Bingkai Foto Hadir di Peninsula Island
Dirut Perum LKBN ANTARA, Benny Siga Butarbutar, saat meninjau pameran foto di Peninsula Island, The Nusa Dua, Sabtu 11Juli 2026.
MANGUPURA – baliprawara.com
Perjalanan panjang sepak bola Indonesia tidak hanya berlangsung di stadion besar. Dari lapangan kampung, pesisir pantai, lumpur persawahan, hingga berbagai tradisi masyarakat, permainan si kulit bundar telah menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya di berbagai daerah.
Beragam sisi perjalanan tersebut dihadirkan dalam Pameran Fotografi Jurnalistik bertajuk “Negeri Bola: Dari Lapangan Kampung Menuju Panggung Dunia” yang berlangsung di Peninsula Island, The Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, 11-24 Juli 2026.
Sebanyak 62 foto tunggal dan empat karya foto cerita ditampilkan dalam pameran luar ruangan tersebut. Karya-karya itu merupakan hasil bidikan 37 pewarta foto dari berbagai wilayah Indonesia yang merekam perkembangan sepak bola dan berbagai cerita di sekitarnya dari masa ke masa.
Pameran yang digelar oleh Redaksi Foto dan ANTARA Biro Bali itu terselenggara melalui kolaborasi dengan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) The Nusa Dua.
Kurator pameran, Nyoman Budhiana, menjelaskan bahwa karya-karya yang ditampilkan membawa pengunjung mengikuti perjalanan sebuah bola yang mampu menggerakkan banyak orang, membangun kebersamaan, sekaligus menjaga mimpi untuk menuju panggung dunia.
“Pameran ini adalah sebuah cerita bagaimana sebuah bola yang bergulir mampu menggerakkan, menyatukan, dan memberi alasan untuk terus merawat mimpi menuju panggung dunia,” kata Nyoman Budhiana di sela pembukaan pameran, Sabtu 11 Juli 2026.
Direktur Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Kementerian Komunikasi dan Digital, Maroli J Indarto, yang membuka pameran tersebut, menyampaikan bahwa foto jurnalistik memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar mendokumentasikan sebuah pertandingan. Menurutnya, foto jurnalistik juga merekam emosi, harapan, dan semangat yang kemudian menjadi bagian dari memori kolektif bangsa.
Kementerian Komunikasi dan Digital juga terus mendorong penguatan literasi digital agar masyarakat semakin kritis dalam menerima informasi serta memberikan penghargaan terhadap karya jurnalistik yang kredibel.
“Kami berharap pameran foto tidak hanya menjadi ruang apresiasi bagi para fotografer jurnalistik, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk semakin mencintai olahraga, menghargai karya pers yang kredibel, serta memperkuat semangat persatuan Indonesia,” ucapnya.
Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, Benny Siga Butarbutar, mengatakan ANTARA sebagai kantor berita nasional memiliki peran dalam merekam perjalanan bangsa, termasuk perkembangan dunia olahraga. Dokumentasi tersebut mencakup berbagai momentum, mulai dari masa kejayaan hingga dinamika yang terjadi dalam perjalanan olahraga nasional.
Kehadiran pameran “Negeri Bola” sekaligus membawa kembali nilai historis dan emosi yang melekat pada sepak bola dengan tetap menjunjung semangat sportivitas.
“Pameran foto ‘Negeri Bola’ ini merupakan yang kedua dari enam pameran foto jurnalistik program PSO sepanjang 2026,” ucap Benny.
General Manager ITDC The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menyampaikan pihaknya menyambut kolaborasi bersama LKBN ANTARA dalam menghadirkan Pameran Fotografi Jurnalistik “Negeri Bola” di Peninsula Island.
Pameran tersebut dinilai dapat menjadi sajian berbeda bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan The Nusa Dua. Kegiatan itu juga menjadi bagian dari ruang apresiasi terhadap seni, budaya, dan olahraga yang inklusif di kawasan pariwisata tersebut.
“Dukungan kami terhadap pameran ini juga sejalan dengan komitmen The Nusa Dua untuk terus menghadirkan berbagai event berkualitas guna memperkuat citra Bali sebagai destinasi sport tourism dan creative tourism kelas dunia. Kami berharap upaya kami ini dapat memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif lokal,” ujar Agus Dwiatmika.

Pameran foto ini tidak hanya menampilkan kondisi sepak bola terkini. Sejumlah arsip fotografi dari masa lalu juga menjadi bagian dari pameran. Koleksi yang ditampilkan mencakup karya foto hitam putih dari era 1970-an hingga dokumentasi sepak bola pada masa sekarang.
Rentang waktu tersebut memperlihatkan perubahan dunia sepak bola Indonesia sekaligus kehidupan masyarakat yang tumbuh bersama olahraga tersebut. Dalam berbagai karya yang dipamerkan, sepak bola tidak hanya terlihat sebagai pertandingan yang berlangsung di dalam stadion.Sejumlah foto menunjukkan bagaimana permainan bola berkembang menjadi bagian dari ekspresi budaya masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Salah satu bentuknya terlihat dalam tradisi sepak bola api yang menggunakan buah kelapa dibakar. Permainan tersebut hadir dalam rangkaian kegiatan adat maupun keagamaan di sejumlah daerah.
Karya lainnya merekam pertandingan yang berlangsung jauh dari stadion profesional. Jalanan, kawasan pantai, hingga lumpur persawahan dapat berubah menjadi tempat masyarakat memainkan sepak bola.
Berbagai pertandingan dengan suasana jenaka di lapangan kampung juga menjadi bagian dari dokumentasi yang ditampilkan.
Ruang-ruang tersebut turut memperlihatkan sisi inklusif olahraga sepak bola, termasuk keterlibatan perempuan dan penyandang disabilitas.
Pameran “Negeri Bola” juga membawa pengunjung melihat perkembangan terbaru sepak bola nasional. Perjalanan Skuad Garuda menjadi salah satu bagian yang direkam melalui lensa para pewarta foto. Berbagai momentum tersebut menggambarkan munculnya optimisme baru di tengah masyarakat terhadap sepak bola Indonesia.
Selain perjalanan tim nasional, atmosfer Piala Dunia 2026 yang menjalar hingga berbagai pelosok tanah air turut menjadi bagian dari cerita visual dalam pameran.
Pembukaan pameran turut dihadiri sejumlah pejabat dan undangan, di antaranya Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Bali I Wayan Serinah, Ketua Dewan Pengawas ANTARA Achmad Munir, dan Wakil Konsul Jenderal China di Denpasar Zhu Yu.
Hadir pula Kepala Stasiun TVRI Bali I Gede Mustito, perwakilan RRI Denpasar, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, serta sejumlah undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan di Peninsula Island tidak berhenti pada pameran fotografi jurnalistik.
Setelah pembukaan pameran, kawasan tersebut juga dijadwalkan menjadi lokasi nonton bersama pertandingan perempat final antara Argentina dan Swiss. Kegiatan nonton bersama dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 12 Juli 2026, mulai pukul 08.00 WITA di Peninsula Island, The Nusa Dua. (MBP)
