Penyandang Disabilitas Bawakan Tarian Cendrawasih di Bandara Ngurah Rai

 Penyandang Disabilitas Bawakan Tarian Cendrawasih di Bandara Ngurah Rai

MANGUPURA – baliprawara.com

Serangkaian perayaan hari raya Galungan dan Kuningan, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, menghadirkan pertunjukan tarian yang dipentaskan oleh penari penyandang disabilitas. Para penari tuna rungu yang berasal dari Yayasan Kesayan Ikang Papa di Gianyar tersebut tampil apik membawakan Tarian Cendrawasih, Rabu (26)2/2020).

Pembina Yayasan Kesayan Ikang Papa, Anak Agung Putri Setyawati, mengaku senang anak-anak yayasan mendapatkan kesempatan untuk tampil di bandar udara. “Sangat senang, dan anak-anak juga sangat senang diajak menari ke sini, karena mereka di samping memiliki keterbatasan pendengaran dan tidak bisa bicara, mereka percaya diri dan merasa dihargai bisa tampil di tempat yang seperti ini. Jadi, bukan hanya orang Indonesia saja yang tahu bahwa mereka bisa menari tapi juga hampir seluruh dunia. Dan semoga bisa menari di sini lagi di lain kesempatan,” ucapnya.

See also  Mahasiswa Prodi Sastra Bali Pentaskan Sesolahan Apresiasi Sastra “Sidha Sidhi Yoga Krama, Gitaning Toya Ening”

Menurut General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, Herry A.Y. Sikado, Yayasan Kesayan Ikang Papa Gianyar menampung 37 anak-anak penyandang disabilitas yang berasal dari keluarga kurang mampu dari berbagai daerah. Mereka disana diberikan pelatihan seni tari, lukis, olahraga dan diikutsertakan dalam berbagai perlombaan, sehingga dapat menambah kepercayaan dini dan mengasah keterampilan bagi anak asuh. “Kami sangat senang anak-anak kami dari yayasan tersebut dapat tampil di bandar udara kami, membawakan suatu karya tarian yang indah dan penuh makna. Saya rasa, inilah salah satu perwujudan makna dari Hari Raya Galungan dan Kuningan itu sendiri,” kata Herry.

Memperingati Hari Raya Galungan dan Kuningan, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali berbenah dengan menghadirkan atmosfer dan dekorasi khas hari raya yang diperingati oleh umat Hindu Bali setiap 210 hari tersebut. Dekorasi berupa penjor; batang bambu berhias janur kuning, padi, dan canang berisi sesaji, dihadirkan di sejumlah titik di Terminal Internasional dan Terminal Domestik.

Di Terminal Keberangkatan Internasional, empat penjor besar menghias sejumlah sudut. Sementara di Terminal Keberangkatan Domestik, Taman Anggrek disulap menjadi Taman Penjor dan Gebogan. (praw)

See also  Koperasi dan UMKM di Bali Harus Dibangun dari Hulu Sampai ke Hilir

prawarautama

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *