Peremajaan Kawasan The Nusa Dua Dimulai, ITDC Dorong Transformasi Besar Berbasis Budaya dan Keberlanjutan

 Peremajaan Kawasan The Nusa Dua Dimulai, ITDC Dorong Transformasi Besar Berbasis Budaya dan Keberlanjutan

Kick Off Proyek Rejuvenasi Kawasan The Nusa Dua, Rabu 28 Januari 2026.

MANGUPURA – baliprawara.com
Kawasan pariwisata The Nusa Dua memasuki babak baru dalam perjalanan pengembangannya. Momentum tersebut ditandai dengan pelaksanaan Kick Off Proyek Rejuvenasi Kawasan The Nusa Dua yang digelar pada Rabu 28 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya proses transformasi besar-besaran yang disebut sebagai yang paling signifikan sejak kawasan tersebut mulai dikembangkan pada 1973.

Peremajaan ini dirancang sebagai langkah strategis untuk menyesuaikan kawasan The Nusa Dua dengan tuntutan pariwisata modern. Meski mengedepankan pembaruan, konsep yang diusung tetap menjaga keseimbangan antara modernitas, keberlanjutan, serta nilai budaya dan kearifan lokal Bali yang selama ini menjadi identitas kawasan.

Melalui proyek ini, The Nusa Dua diarahkan untuk tampil sebagai destinasi kelas dunia yang lebih tertata, nyaman, dan ramah lingkungan. ITDC sebagai pengelola kawasan menegaskan bahwa langkah ini tidak hanya berfokus pada aspek visual, tetapi juga menyentuh kualitas tata ruang, fasilitas publik, hingga sistem pengelolaan lingkungan secara menyeluruh.

Plt. Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar menjelaskan bahwa proyek rejuvenasi ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga relevansi dan daya saing The Nusa Dua di tengah persaingan destinasi global. Ia menekankan bahwa transformasi yang dilakukan bukan sekadar perbaikan fisik semata.

Menurutnya, pembaruan kawasan dilakukan dengan pendekatan komprehensif untuk meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan, mulai dari kenyamanan, keamanan, hingga keberlanjutan lingkungan. Upaya tersebut tetap berpijak pada akar budaya Bali yang menjadi karakter kuat The Nusa Dua sejak awal pengembangannya.

Salah satu fokus utama dalam peremajaan The Nusa Dua adalah peningkatan infrastruktur kawasan. ITDC melakukan perbaikan jalan melalui overlay sepanjang 3,7 kilometer. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat daya dukung kawasan terhadap aktivitas pariwisata maupun operasional harian yang terus meningkat.

See also  SATMORI-AN bersama Komunitas Honda Bali Sambut Peluncuran Supersport New CBR250RR

Selain jalan utama, perhatian juga diberikan pada jalur pedestrian. Area jalan setapak sepanjang 7,5 kilometer akan diremajakan, khususnya melalui penataan sistem pencahayaan. Titik-titik yang sebelumnya belum mendapatkan penerangan optimal kini ditata ulang agar lebih terang dan aman, terutama pada malam hari.

Penataan akses juga dilakukan pada jalur menuju Peninsula Island. Akses tersebut diatur agar lebih tertib dan nyaman bagi pengunjung. “Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas mobilitas wisatawan sekaligus memperkuat citra kawasan sebagai destinasi premium,” katanya.

Dalam proyek rejuvenasi ini, ITDC juga menaruh perhatian besar pada aspek lingkungan. “Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pengembangan fasilitas pengelolaan sampah berbasis Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle atau TPS3R,” bebernya.

Fasilitas TPS3R tersebut direncanakan memiliki luasan hingga 5.000 meter persegi. Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem manajemen lingkungan yang modern dan berkelanjutan di kawasan The Nusa Dua. Dengan sistem pengelolaan yang lebih terintegrasi, kawasan diharapkan mampu menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Pelaksanaan rejuvenasi kawasan dimulai dari Peninsula Island. Area ini dipilih karena memiliki peran strategis sebagai ruang publik sekaligus etalase utama The Nusa Dua. Pada tahap awal, ITDC melakukan penataan panggung penyelenggaraan berbagai event yang kerap digelar di kawasan tersebut.

Selain itu, akses menuju Water Blow juga diremajakan agar lebih nyaman dan aman bagi wisatawan. ITDC turut membangun area wedding yang dirancang untuk memperkuat daya tarik wisata premium, sejalan dengan posisi The Nusa Dua sebagai destinasi pilihan untuk kegiatan berskala internasional.

Tidak hanya Peninsula Island, Pulau Nusa Dharma juga masuk dalam rencana besar peremajaan kawasan. Selama ini, Pulau Nusa Dharma dikenal sebagai area yang tenang dan hijau. Dalam proyek rejuvenasi, pulau ini disiapkan untuk dikembangkan sebagai wellness island.

See also  Dies Natalis ke-3 Politeknik Bali Maha Werdhi Dirangkai Launching Jurnal dan Bedah Buku

Pengembangan tersebut mencakup penambahan berbagai fasilitas pendukung aktivitas kebugaran dan kesehatan. Di antaranya adalah fasilitas yoga, meditasi, serta kegiatan lain yang berorientasi pada keseimbangan tubuh dan pikiran. Konsep ini sejalan dengan tren pariwisata kesehatan yang terus berkembang.

ITDC memandang proyek rejuvenasi ini sebagai investasi jangka panjang. Selain mempercantik kawasan, proyek ini juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar, membuka peluang kerja, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan desa adat.

Prosesi Ngeruak yang dilakukan pada momen kick-off proyek menjadi simbol keterlibatan nilai-nilai adat Bali dalam setiap tahapan pembangunan. Tradisi tersebut menegaskan bahwa pengembangan kawasan tetap menghormati dan melibatkan unsur budaya lokal.

Ahmad Fajar juga menegaskan bahwa seluruh proses rejuvenasi dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. Pengelolaan kawasan tetap mengacu pada masterplan yang ada serta didasarkan pada kajian dampak lingkungan, termasuk penerapan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan Lingkungan atau RKL-RPL.

Peremajaan Kawasan The Nusa Dua direncanakan berlangsung secara bertahap selama tiga tahun, mulai 2026 hingga 2028. Melalui pembaruan yang berkelanjutan, ITDC berharap The Nusa Dua dapat terus menjadi destinasi unggulan Bali dan kebanggaan Indonesia.

Dengan berbagai peningkatan tersebut, kawasan The Nusa Dua diproyeksikan tampil lebih siap dalam menyambut kegiatan berskala nasional maupun global. Kawasan ini diharapkan tetap menjadi ruang publik premium yang memberikan manfaat nyata bagi wisatawan, komunitas lokal, serta perekonomian daerah secara berkelanjutan. (MBP)

 

redaksi

Related post