Proyek Pipa Transmisi Hampir Rampung, Ribuan Sambungan Baru Berpeluang Terlayani di Kuta Selatan
Pipa laut milik Perumda Air Minum Tirta Mangutama di kawasan Tol Bali Mandara.
MANGUPURA – baliprawara.com
Kabupaten Badung segera memperoleh tambahan pasokan air bersih yang cukup signifikan seiring mendekatinya penyelesaian proyek pemasangan pipa transmisi atau pipa laut milik Perumda Air Minum Tirta Mangutama yang melintasi kawasan Tol Bali Mandara. Proyek tersebut kini berada pada tahap akhir pengerjaan. Setelah seluruh pekerjaan selesai dan aliran air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Penatih mulai masuk ke sistem distribusi, Badung diperkirakan akan mendapatkan tambahan debit air sebesar 300 liter per detik.
Tambahan kapasitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat, terutama pelanggan yang selama ini masih mengalami keterbatasan pasokan dan belum menikmati layanan distribusi selama 24 jam penuh.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mangutama, I Wayan Suyasa, menjelaskan bahwa tambahan suplai dari IPA Penatih menjadi salah satu langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang terus meningkat di Kabupaten Badung.
Kebutuhan tersebut tidak hanya berasal dari kawasan permukiman, tetapi juga dari wilayah pariwisata yang pertumbuhannya terus berkembang, terutama di kawasan Kecamatan Kuta Selatan yang selama ini menjadi salah satu daerah dengan tingkat kebutuhan air cukup tinggi.
Menurut Suyasa, masuknya tambahan pasokan sebesar 300 liter per detik melalui jalur Tol Bali Mandara akan memberikan dampak besar terhadap pelayanan perusahaan daerah tersebut.
“Kalau tambahan 300 liter per detik ini sudah masuk melalui jalur Tol Bali Mandara, tentu dampaknya besar. Selain meningkatkan pelayanan bagi pelanggan yang selama ini belum mendapatkan air selama 24 jam penuh, juga bisa digunakan untuk penambahan pelanggan baru,” ujar Suyasa, Jumat 5 Juni 2026.
Berdasarkan perhitungan Perumda Air Minum Tirta Mangutama, tambahan kapasitas produksi sebesar 300 liter per detik memiliki potensi untuk melayani sekitar 24.600 pelanggan baru. Meski demikian, pemanfaatan tambahan debit air tersebut tidak sepenuhnya akan dialokasikan untuk pemasangan sambungan baru.
Sebagian kapasitas juga akan digunakan guna meningkatkan kontinuitas pelayanan kepada pelanggan yang telah terdaftar sebelumnya. Langkah tersebut dinilai penting karena masih terdapat sejumlah wilayah yang belum mendapatkan distribusi air secara optimal sepanjang hari.
Perusahaan daerah air minum tersebut juga masih menghadapi berbagai tantangan dalam sistem distribusi, terutama terkait keterbatasan pasokan dan jaringan yang tersedia saat ini. Dalam kondisi tertentu, pengaturan distribusi air harus dilakukan secara cermat agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi tanpa mengabaikan kebutuhan sektor usaha yang juga bergantung pada pasokan air bersih.
Sektor perhotelan, restoran, serta berbagai usaha pariwisata lainnya menjadi bagian dari pengguna air yang memerlukan distribusi secara berkelanjutan. “Kami tetap mengutamakan pelayanan kepada masyarakat. Kadang distribusi dilakukan bergiliran. Malam hari bisa lebih banyak ke hotel, sedangkan siang hari diprioritaskan ke masyarakat,” katanya. (MBP)
