Refleksi 2025 Menuju Perekonomian Bali 2026
Prof. IB Raka Suardana
Oleh Prof. Dr. IB Raka Suardana, S.E.,M.M.
Guru Besar FEB Undiknas Denpasar
Perekonomian Bali pada Triwulan I–III tahun 2025 menunjukkan konsistensi pertumbuhan di atas lima persen secara year-on-year sehingga memperlihatkan kapasitas pemulihan yang kuat pascapandemi. Data resmi BPS mencatat bahwa ekonomi Bali pada Triwulan I 2025 tumbuh 5,52% (yoy) dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp41,91 triliun atas dasar harga konstan 2010, didukung oleh dominasi lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum serta konsumsi rumah tangga sebagai kontributor utama pada struktur ekonomi daerah.
Pada Triwulan II, pertumbuhan meningkat menjadi 5,95% (yoy) dengan PDRB Rp44,75 triliun, sementara struktur produksi tetap didominasi sektor pariwisata dan konsumsi rumah tangga tetap menjadi kontributor terbesar dalam pengeluaran daerah.
Triwulan III 2025 mencatat 5,88% (yoy) dengan PDRB Rp44,90 triliun serta peningkatan permintaan wisatawan dan konsumsi domestik yang memperkuat aktivitas produksi di berbagai lapangan usaha utama, menunjukkan bahwa perekonomian berjalan pada ritme yang solid meskipun sedikit melambat dari Triwulan II yang merupakan peak season.
Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Bali dari Triwulan I sampai III 2025 adalah 5,81%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia.
Dipengaruhi Sektor Pariwisata
Penguatan struktur ekonomi Bali masih sangat dipengaruhi oleh sektor pariwisata, yang mencatatkan peningkatan signifikan dalam kunjungan wisatawan internasional maupun domestik. Data menunjukkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dari Januari sampai Oktober 2025 diperkirakan mencapai 5,89 juta, naik hampir 11% dari periode yang sama tahun sebelumnya, sehingga diproyeksikan hampir mencapai 7 juta kunjungan pada akhir tahun 2025. Tren pertumbuhan kedatangan wisatawan ini menjadi salah satu faktor utama yang menopang permintaan jasa akomodasi, transportasi, rekreasi, serta konsumsi rumah tangga yang mendominasi struktur pengeluaran. Selain itu, peningkatan investasi, terutama di sektor konstruksi dan infrastruktur, turut memberikan kontribusi terhadap penguatan perekonomian Bali sepanjang 2025.
Melangkah ke tahun 2026, berbagai proyeksi menunjukkan optimisme yang tetap kuat terhadap pertumbuhan ekonomi Bali. Bank Indonesia Bali memaparkan strategi untuk menggenjot perekonomian 2026 termasuk pengembangan pariwisata berkualitas dengan diversifikasi destinasi sesuai karakter budaya lokal, penguatan rantai pasok, pembiayaan UMKM, serta akselerasi sistem pembayaran digital. BI memperkirakan bahwa ekonomi Bali akan tetap tumbuh pada kisaran atas 5,0–5,8%, sementara prediksi pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026 berkisar 4,9–5,7%, mencerminkan kondisi makro yang kondusif meskipun dunia menghadapi ketidakpastian global. Fokus pada wisata berkualitas juga sejalan dengan tren global dan lokal yang menekankan pengalaman wisata berkelanjutan, wellness, budaya, serta penghormatan terhadap nilai lokal yang mampu menarik wisatawan dengan daya beli lebih tinggi dan durasi tinggal lebih panjang.
Ekonomi Kerthi Bali
Implementasi prinsip Ekonomi Kerthi Bali yang menggabungkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, dan kesejahteraan lingkungan menjadi landasan strategis dalam pembangunan 2026. Pendekatan ini mendorong tata kelola pariwisata yang lebih bertanggung jawab, memperkuat nilai budaya lokal, dan menjaga keberlanjutan lingkungan agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya kuantitatif tetapi juga berkualitas bagi masyarakat Bali. Optimalisasi destinasi pariwisata di berbagai wilayah Bali serta peningkatan kualitas pariwisata diharapkan meningkatkan daya saing destinasi Bali di pasar internasional dan menarik wisatawan berkualitas yang menghargai budaya serta alam Bali.
Optimisme ini diperkuat oleh potensi pertumbuhan investasi berkualitas berbasis kawasan strategis, yang dirancang untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan memperluas basis ekonomi Bali di luar sektor pariwisata tradisional. Dengan kombinasi tren pertumbuhan ekonomi 2025 yang stabil, prediksi positif 2026, fokus pada wisata berkualitas, dan penerapan prinsip pembangunan yang berkelanjutan, Bali diprediksi akan terus menanjak dan memperkuat posisi ekonominya di Indonesia serta pasar global menuju tahun 2026. (*)