Rico dan Eka Sabet Gelar Juara Indonesia Flair Tandem 2026, Kompetisi Bartender Berpasangan Perdana

 Rico dan Eka Sabet Gelar Juara Indonesia Flair Tandem 2026, Kompetisi Bartender Berpasangan Perdana

Indonesia Flair Tandem 2026, sukses digelar dengan Rico dan Eka sebagai Juara.

MANGUPURA – baliprawara.com

Kompetisi flair bartending bertajuk Indonesia Flair Tandem 2026 sukses digelar di Golden Tulip Jineng Resort, Minggu 12 Juli 2026. Ajang yang diselenggarakan oleh Himpunan Bartender Indonesia (HBI) tersebut menghadirkan konsep berbeda dengan mempertemukan para bartender dalam format berpasangan untuk menunjukkan kemampuan mereka di atas panggung.

Sebanyak enam pasangan bartender ambil bagian dalam kompetisi ini. Masing-masing peserta menampilkan atraksi flair bartending yang memadukan keterampilan teknis, kreativitas, koordinasi, hingga kekompakan dalam menyelesaikan rangkaian penampilan secara bersama-sama.

Setelah melalui proses penilaian dewan juri, pasangan Rico dan Eka berhasil keluar sebagai Champion atau juara pertama Indonesia Flair Tandem 2026. Posisi runner-up diraih pasangan Nopa Yana dan Chandra, sementara peringkat ketiga menjadi milik Yoga Diasa dan Rino. Adapun penghargaan Best Cocktail juga berhasil dibawa pulang oleh pasangan Yoga Diasa dan Rino.

Indonesia Flair Tandem 2026 menjadi kompetisi yang menawarkan konsep berbeda dibandingkan perlombaan flair bartending yang selama ini lebih banyak mempertandingkan peserta secara individu. Dalam format tandem, dua bartender diwajibkan tampil sebagai satu kesatuan dengan mengandalkan koordinasi yang matang selama pertunjukan berlangsung.

Setiap pasangan harus mampu menyelaraskan ritme permainan, koreografi, hingga ketepatan ketika memainkan maupun melempar botol dan shaker secara bersamaan. Sinkronisasi gerakan menjadi salah satu unsur utama yang menentukan keberhasilan penampilan para peserta.

Ketua harian Himpunan Bartender Indonesia, I Gede Adijaya atau yang akrab disapa De Bean, menjelaskan bahwa kategori tandem masih sangat jarang dipertandingkan, baik di Indonesia maupun di berbagai kompetisi internasional.

Menurutnya, tingkat kesulitan dalam kategori tersebut jauh berbeda dibandingkan kompetisi individu karena melibatkan dua orang yang harus mampu membangun keselarasan sejak awal hingga akhir penampilan. “Kita membuat event yang jarang digelar di dunia, karena ini merupakan event yang menggabungkan dua individu flair. Flair sendiri di dunia memang lagi hot, karena setiap tahun, setiap bulan itu ada turnamen flair di seluruh dunia,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Indonesia Flair Tandem dirancang untuk menjadi salah satu agenda rutin tahunan HBI. Kehadiran kompetisi ini diharapkan dapat melengkapi berbagai program organisasi yang selama ini telah berjalan.

Pada penyelenggaraan perdana tersebut, panitia menyediakan total hadiah sebesar Rp15 juta bagi para pemenang. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempertemukan para bartender dari berbagai daerah sekaligus memperluas jejaring profesional di industri hospitality.

De Bean menambahkan, Golden Tulip Jineng Resort dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena memiliki kesamaan visi dengan HBI dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pariwisata, khususnya profesi bartender.

Kolaborasi antara HBI dan pihak hotel disebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendorong para praktisi dunia bar untuk terus mengembangkan kreativitas serta menghadirkan berbagai inovasi dalam profesinya.

“Melalui kolaborasi ini, diharapkan akan lahir generasi baru (regenerasi) yang berbakat, khususnya dalam bidang flair bartender,” katanya kepada wartawan.

Sementara itu, Wakil II HBI, I Gede Bayu Krisnawan atau Bayu Alexander, menyampaikan bahwa kompetisi tersebut diharapkan dapat menjadi identitas baru organisasi sekaligus menghadirkan tantangan berbeda bagi para bartender.

Ia menjelaskan bahwa konsep tandem dipilih karena mencerminkan kondisi nyata di lingkungan kerja seorang bartender yang sehari-hari tidak bekerja sendiri, melainkan harus mampu berkolaborasi dengan anggota tim lainnya.

Karena itu, aspek kerja sama menjadi salah satu fokus utama yang ingin ditampilkan dalam kompetisi tersebut. Menurut Bayu, kemampuan membangun komunikasi serta kekompakan menjadi bagian penting dalam menunjang performa seorang bartender, baik saat bekerja maupun ketika mengikuti kompetisi.

“Dengan melihat saat dia bekerja dan saat mereka di atas panggung kompetisi, apakah mereka bisa kompak atau tidak. Yang membuat semakin mantap adalah ini menjadi satu ciri khas dari flair tandem,” ujarnya didampingi Wakil I HBI, Ni Komang Arlin Widiastuti atau Arlin.

Selain menampilkan atraksi memainkan botol dan shaker, setiap pasangan juga harus mampu menjaga keselarasan gerakan sepanjang penampilan berlangsung. Hal tersebut menjadi salah satu indikator penilaian karena menggambarkan kemampuan peserta dalam bekerja sebagai sebuah tim.

Konsep tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa profesi bartender tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga koordinasi, komunikasi, serta kerja sama yang baik ketika menjalankan tugas di lingkungan kerja.

Di sisi lain, General Manager Golden Tulip Jineng Resort Bali, A. Baramukti, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Indonesia Flair Tandem 2026. Menurutnya, kompetisi dengan konsep berpasangan seperti ini merupakan sesuatu yang baru dan belum pernah diselenggarakan sebelumnya.

Ia mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen pihak hotel dalam mendukung perkembangan sektor pariwisata melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk profesi bartender yang menjadi bagian penting dalam industri hospitality.

Pihak Golden Tulip Jineng Resort juga mengapresiasi kerja sama yang terjalin bersama HBI dalam menghadirkan kompetisi tersebut. “Kolaborasi itu menjadi perpaduan antara kerja sama, passion, serta keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung perkembangan sumber daya manusia di sektor pariwisata, khususnya profesi bartender,” kata Bara. (MBP)

 

redaksi

Related post